Inilah Penenang Disaat Rencana Yang Sudah Dirancang Seketika Tumbang

Inilah Penenang Disaat Rencana Yang Sudah Dirancang Seketika Tumbang 1

Ketika Realita Tak Berjalan Sesuai Rencana, dan kamu bingung harus apa. Simak tulisan ini sampai habis ya:)

“Aku gagal dapat nilai bagus.”

“Aku gagal menang lomba yang aku incar dari dulu.”

“Aku gagal masuk sekolah impian.”

“Aku gagal, gak bisa masuk PTN idaman.”

“Aku gak bisa kuliah tahun ini, aku gagal!”

“Udah nyebar lowongan kerja kemana-mana, tapi belum juga ada yang nerima. Aku gagal! Payah!”

“Aku belum bisa bahagiain orang tua. Aku gak berguna, aku gagal!”

“Aku ….” (Bisa kamu isi sendiri sesuai dengan isi hatimu)

Hai! Kalau kamu ingin meluapkan semuanya dahulu, silahkan. Kamu punya hak untuk kesal dengan keadaan yang membuatmu jatuh dalam keterpurukan. Toh, fungsinya perasaan juga untuk merasakan. Jadi, harus dimanfaatkan untuk menerima semua rasa yang datang, termasuk kesedihan. Kamu tidak pernah salah dalam menanggapi setiap rasa yang baru saja kamu terima. Kalau sedih ya nangis, itu wajar dan memang sudah seharusnya seperti itu. Kita punya air mata, sayang jika tidak dikeluarkan. Tak perlu ditahan, saat ini kamu berhak untuk merasa sedih dan rapuh. Sebab itu adalah sifat alami manusia yang membuktikan bahwa hatimu tidak mati.

Bila kamu sudah meluapkan semua yang ada di pikiran dan perasaanmu. Kini saatnya berbincang denganku sebentar lewat buku ini. Ambil kopimu atau sekedar air putih yang bisa menemanimu membaca setiap kata yang tertulis di sini. Nyamankan posisi dudukmu, lupakan sejenak hal-hal yang mengganggu fokusmu, dan rilekskan tubuhmu. Letakkan ponselmu yang tadi kamu gunakan untuk melihat pencapaian teman-temanmu yang sudah berhasil. Tarik dan buang napasmu secara perlahan. Baik, jika sudah, kita akan mulai berbincang.

Hidup ini terasa berat sekali ya? Jika rencana yang sudah dipikirkan matang-matang malah tumbang, mimpi-mimpi yang sudah disusun rapi tak bisa terealisasi, dan harapan-harapan yang dipanjatkan tak jadi kenyataan. Semuanya hancur begitu saja dan kamu pun hampir ikut terlebur. Rasanya, ingin sekali menyalahkan keadaan dan menyalahkan diri sendiri.. “Semuanya gak bakal berakhir seperti ini kalau dulu aku gak begini…” ucapmu dalam hati. Welcome to zona penyesalan. Tenang, aku tak melarangmu untuk menyesal, lagi dan lagi kamu berhak atas perasaanmu dan setiap rasa yang datang padamu. Banyak juga orang-orang di luar sana yang pernah menyesal atas apa yang mereka lakukan. Namun, perlu kamu sadari bahwa semua ini tak sepenuhnya salahmu.

Jalan hidup itu tak selamanya mulus, lurus dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan terus, Akan ada saat dimana kamu akan terjatuh karena banyak sekali batu yang menyandungmu. Tak jarang juga pasti ada rintangan yang berat dan membuatmu hampir kehilangan semangat. Rumit ya? Memang. Kalau dipikir-pikir juga, bila semuanya gampang kita tak akan pernah tahu rasanya berjuang, bukan? Merasakan jatuh bangun saat melewati jalan dan lika-liku kehidupan yang seringkali mengubrak-abrik perasaan, atau bahkan hampir menghancurkan. Mematahkan apapun yang ada sampai terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup saja. Semuanya terlihat gelap, terlalu banyak kesedihan dan luka yang menghalangi perasaan untuk merasakan bahagia. Tak apa, kamu hanya perlu menikmati apa yang kamu rasakan dulu. Perlahan, awan gelap yang ada di hatimu akan hilang dan mentari yang cerah akan datang.

Sekarang, aku ingin mengajakmu melihat ke luar sebentar dan memberimu suplemen penenang sekaligus penyemangat dari beberapa tokoh hebat dunia. Bukan kalimat motivasi yang ingin aku beri karena yang pantas memotivasi dirimu adalah kamu sendiri, bukan orang lain. Peranku di sini hanya mengajakmu untuk melihat sesuatu yang mungkin belum kamu ketahui sebelumnya. Harapanku, setelah kamu melihatnya serta memahami maknanya, kamu akan kembali menemukan titik terang kebahagiaan yang sempat tertutup oleh awan hitam kesedihan yang membelenggu perasaanmu.

Suplemen penenang pertama dari Arianna Huffington.

 “We need to accept that we won’t always make the right decisions, that we’ll screw up royally sometimes–understanding that failure is not the opposite of success, it’s part of success.”

Seorang penulis inspiratif, kolumnis, dan pebisnis yang sukses, Arianna Huffington pun pernah merasakan kegagalan. Sebelum meraih kesuksesannya dalam menerbitkan banyak buku, beliau sempat mengalami 37 kali penolakan pada naskahnya. Sempat terpikir untuk mengganti mimpinya pada penolakan ke 25 kali. Namun, beliau tetap bertahan pada apa yang diinginkannya itu. Hingga akhirnya pada usia ke 28 tahun, beliau berhasil menerbitkan buku yang berjudul “After Reason”.

Kisah Arianna itu juga sejalan dengan apa yang pernah dikatakan penyanyi legendaris yakni, Beyonce.

“Perhaps you are not aware, you can bend over backwards and give the best, but it still failed. Know, that you are never too perfect to feel a failure, and was never too big to fail.”

Saat Beyonce berusia 12 tahun, beliau pernah gagal memenangkan sebuah ajang pencarian bakat yang bernama Star Search bersama teman satu grup band hip-hop yakni, Girl Tyme. Namun, kegagalan yang dirasakannya saat itu, tak membuatnya menyerah. Jika gagal beliau akan terus melangkah dan mencoba lagi sampai mimpinya benar-benar terwujud. Hal yang sama juga pernah dirasakan Thomas Alfa Edison, seorang ilmuwan yang berhasil menciptakan banyak karya fenomenal yang bermanfaat untuk umat manusia seperti, lampu pijar, fonograf, kinetoskop, dan lain-lain. Sebelum berhasil menemukan itu semua, Thomas juga sempat mengalami banyak sekali kegagalan. Namun, beliau tak berhenti begitu saja karena seperti prinsipnya bahwa sebenarnya,

“I haven’t failed. I’ve just found 10,000 ways that won’t work.”

Maka dari itu, Thomas terus mencari cara yang tepat agar bisa berhasil meraih mimpinya. Bukannya menyerah begitu saja dan memutuskan untuk menyudahinya. Dari semua kegagalan yang dialami akan selalu ada sesuatu yang dapat kita ambil dan pasti itu sangat berarti. Michael J. Fox, yang merupakan seorang pemeran dengan berbagai prestasi membanggakan juga pernah mengatakan bahwa,

“There’s always failure. And there’s always disappointment. And there’s always loss. But the secret is learning from the loss, and realizing that none of those holes are vacuums.”

Setelah berjalan-jalan mengenal kisah inspiratif tokoh hebat dari luar negeri. Mari kita kembali ke negeri sendiri. Sekarang aku ingin kamu membenarkan posisi dudukmu lagi, tetapi tidak untuk mencari kenyamanan. Melainkan untuk belajar lepas dari zona nyaman itu. Duduklah sedikit tegak, atau jika memungkinkan kamu bisa berpindah tempat ke dekat jendela yang mengarah ke luar. Pandangi sekitar sebentar, ingat-ingat lagi rencana, mimpi, dan harapanmu. Apa itu benar-benar yang kamu inginkan? Jika iya, bangun lagi rencana yang tumbang, mimpi yang belum terealisasi, dan harapan yang belum jadi kenyataan. Rubah caramu untuk mewujudkannya, evaluasi diri, tanyakan pada diri sendiri tentang hal yang harus diperbaiki.

“Berbuat untuk sebuah harapan, yang tidak lagi dikeluhkan tetapi diperjuangkan.”

Kalimat diatas yang diungkapkan oleh seorang jurnalis terkenal dan inspiratif, Najwa Shihab diharapkan bisa membuat motivasimu yang sebelumnya rapuh cepat kembali utuh, sehingga kamu bisa terus tumbuh. Pelan-pelan, semua butuh tahapan, tak usah terburu-buru, lakukan satu persatu. Terlalu banyak berlari terkadang bisa membuatmu kurang hati-hati. Belajar untuk lebih wawas diri ya? Agar kamu tidak jatuh, patah, dan hancur untuk kesekian kalinya lagi.

Sekali lagi, untukmu yang sedang mengalami kegagalan dalam berjuang. Tak apa, jika kamu ingin menikmati kesedihanmu dulu, tetapi setelah puas bersedih kamu harus berjanji padaku untuk kembali bahagia ya? Obati rasa kecewamu dengan semangat yang baru, obati sedihmu dengan mimpi-mimpi indahmu, kembali tegakkan tubuhmu, buka matamu, bulatkan tekadmu, dan lanjutkan langkahmu, sebab ada banyak hal indah yang menunggumu di depan sana. Jika kamu terus terjebak dalam keterpurukan, maka kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan. Semangat ya! Memang semua ini tak mudah, tetapi teruslah melangkah dengan pantang menyerah demi masa depan yang cerah. Dunia ini butuh kamu, orang hebat!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.