Insecure: Tanda Gangguan Mental Atau Hanya Gejala Kawula Muda Kekinian?


Insecure: Tanda Gangguan Mental Atau Hanya Gejala Kawula Muda Kekinian? 1

“Kok gue gendutan ya?”, “Gua keknya gak bisa apa-apa deh”, “Kok dia cantik banget ya?” Pertanyaan-pertanyaan itu kerap datang saat seseorang merasa Insecure. Sebenarnya, banyak pertanyaan muncul di benak seseorang yang merasa Insecure.

Dan mereka cenderung terus-menerus menanyakan pertanyaan itu, sehingga rasa Insecure takkan mudah hilang dan terus menetap jadi pikiran negatif. Insecure adalah perasaan di mana kita merasa malu, takut, cemas atau bahkan merendahkan diri karena tidak dapat “pengakuan” akan sesuatu hal dari seseorang, atau beberapa orang lainnya, seperti teman. Misalnya, ada seseorang yang tidak diajak nongkrong, hanya karena selera berpakaian atau status sosial yang berbeda dengan circle (perkumpulan) mereka.

Lantas, ia merasa Insecure karena tak dianggap teman hanya karena masalah sepele. Sebenarnya, kata Insecure mempunyai banyak makna. Insecure sendiri diambil dari asal kata dalam bahasa Inggris, yaitu Secure, yang berarti aman. Sementara Insecure sendiri adalah kebalikan/lawan dari kata Secure, yaitu tidak aman. Tidak aman yang dimaksud adalah perasaan yang dialami ketika merasa berbeda dengan orang sekitar. Namun, dalam sisi negatif, seperti perbedaan status sosial, fisik, ekonomi, dll.

Insecure, kebanyakan terjadi pada kaum Hawa
Insecure, kebanyakan terjadi pada kaum Hawa

Menurut Alodokter.com, Insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Perasaan Insecure kerap terjadi pada kaum hawa. Karena kaum hawa cenderung banyak melihat fisik antar sesamanya, dan akan merasa Insecure jika dia menganggap sesama wanita lainnya lebih cantik atau lebih baik dari segi apapun.

Umumnya, mereka akan merasa Insecure saat sedang mengalami jerawat, atau masalah wajah lainnya. Mereka akan menganggap dirinya buruk/jelek hanya karena beberapa jerawat yang muncul di wajahnya. Untuk kaum pria, mereka jarang sekali mengalami Insecure. Karena kaum pria memiliki kepercayaan diri di atas rata-rata, dibanding kaum hawa. Kaum pria menganggap antar sesamanya itu biasa saja, dan tak ada yang lebih tampan ketimbang dirinya sendiri.

Insecure juga bukan hanya soal fisik. Insecure juga bisa terjadi karena faktor keluarga, pekerjaan, ekonomi, dll. Untuk kaum pria sendiri, mereka kebanyakan Insecure tentang pekerjaan. Karena memang pada sejatinya harga diri pria adalah bekerja. Pria akan merasa Insecure jika melihat teman atau orang terdekatnya mempunyai pekerjaan dengan jabatan yang tinggi, gaji yang besar, dan bekerja di perusahaan yang terkenal. Pria akan Insecure, jika ia belum bisa menjadi apa-apa, dan orang sekitarnya telah jauh melangkah meninggalkan dirinya.

Insecure bisa dikatakan gangguan mental, jika berlangsung terus-menerus tanpa adanya motivasi dari dalam diri untuk berubah. Karena pikiran akan terus berulang-ulang memikirkan hal yang membuat Insecure, tanpa tahu kapan berakhirnya pikiran itu. Insecure juga bisa mengakibatkan masalah gangguan mental yang lebih serius, seperti Anxiety atau Gangguan Kecemasan, Depresi, Paranoid atau Ketakutan Berlebih, dan masalah gangguan mental lainnya.

Jika hal itu terjadi, diperlukan penanganan Psikolog/Psikiater agar keadaannya dapat perlahan berubah. Tentunya, sangat berbahaya jika rasa Insecure telah menjadi masalah gangguan mental lebih lanjut, seperti yang diterangkan di atas. Karena memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, seperti Insecure. Insecure dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang, karena pikiran sudah terbiasa merendahkan diri karena Insecure. padahal kenyataannya belum tentu seperti itu.

Era Sosial Media
Era Sosial Media

Era sosial media juga tak menutup kemungkinan bisa menyebabkan seseorang merasa Insecure. Karena sosial media adalah tempatnya seseorang untuk memamerkan sesuatu, dan mereka yang melihat akan Insecure, jika tidak mempunyai/mengalami apa yang mereka lihat di sosial media. Di balik manfaat yang didapatkan di sosial media, juga terdapat dampak buruknya, yaitu meningkatkan rasa Insecure kawula muda saat ini. Seperti virus yang menyerang, Insecure ini banyak menyerang remaja-remaja maupun orang yang beranjak dewasa. Karena semakin dewasa, semakin banyak yang dipikirkan, dan jika tidak dibentengi dengan prinsip hidup yang kuat, rasa Insecure akan cepat melanda.

Terkadang, rasa Insecure ini hanya gejala yang dirasakan karena berkumpul/berinteraksi dengan orang-orang yang Insecure. Bukannya saling menyemangati, mereka malah saling adu nasib, dan menceritakan bagaimana keadaan Insecure mereka. Padahal, jika dilihat keadaanya, tak lebih parah dari apa yang mereka katakan. Untuk itu, dibutuhkan lingkungan bersosial media yang sehat, agar tak terbawa pengaruh oleh orang-orang yang terus merasa Insecure, tanpa berniat memotivasi dirinya agar bisa bangkit dari rasa Inscecure.

Untuk mengatasi Insecure, diperlukan niat yang kuat dari dalam diri. Selain itu, berpegang teguh pada prinsip hidup juga dapat membantu mengatasi Insecure. Selain itu, kurangi waktu dalam bermain sosial media. Janganlah sepanjang hari kamu hanya bermain sosial media secara terus-menerus. Karena itu akan memicu meningkatnya rasa Insecure dalam diri. Untuk mengalihkannya, bisa dicoba dengan banyak menghabiskan waktu berkegiatan positif, seperti bermain dengan hewan peliharaan, merawat bunga, atau kamu juga dapat menuliskan perasaan Insecure-mu ke dalam buku harianmu, hanya untuk sekadar membantu meringankan perasaan Insecure. Mungkin jika merasa suntuk di rumah, bisa dicoba dengan pergi ke luar rumah. Saat di jalan, lihatlah keadaan sekitar. Masih banyak orang yang keadaanya lebih memprihatinkan ketimbang dirimu.

Merasa Insecure adalah hal yang wajar, karena bisa memacu diri kita untuk lebih baik lagi dari sebelumnya. Jadikan itu sebuah tantangan, jangan perbandingan. Karena jika perbandingan, dirimu akan terus merasa Insecure karena terus-menerus membandingkan dirimu dengan orang lain. Baiknya, kamu jadikan rasa Insecure-mu itu sebagai tantangan dan jawaban untuk orang-orang kalau “gue bisa” melakukan apa yang jadi rasa Insecure yang kamu alami.

“Karena hidupmu, berhak untukmu. Bukan untuk orang lain.”– Muhammad Zaki –

 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Muhammad Zaki

   

Penulis amatir.

Berusaha untuk tidak jadi bokap-bokap biasa.

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap