Investor Adalah Pembaca Yang Serius

Investor Adalah Pembaca Yang Serius

Hari-hari ini kita melihat banyaknya kerugian investasi karena tertipu dan ikut-ikutan. Secara rasional, setiap orang ingin memaksimalkan keuntungan dan meningkatkan kekayaannya.

Investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi (high return), pasti akan menarik banyak orang untuk ikut berinvestasi.

Ketertarikan ini akan bertambah tinggi jika dikemas dan dipromosikan dengan baik misalnya melalui flexing atau pamer kekayaan sehingga orang-orang berpikir berkat investasi bisa menjadi crazy rich.

Pola pikir ingin sukses secara instan juga memengaruhi keputusan investasi yang tidak mempedulikan risiko kegagalan.

Kisah sukses para crazy rich ini memperdaya calon investor untuk kemudian ikut serta dalam investasi, meskipun mungkin tanpa didahului pertimbangan-pertimbangan rasional.

Berinvestasi hanya karena terpana, juga karena ikut-ikutan karena yang lain sukses. Padahal investasi selalu memiliki dua sisi mata uang, imbal hasil dan risiko.

Penipuan investasi yang terjadi secara berulang terjadi karena tingginya permintaan (demand) terhadap investasi bodong dan sejenisnya yang menjanjikan imbal hasil tinggi.

Keinginan masyarakat untuk segera mendapatkan hasil investasi yang besar tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas pengetahuan investasi.

Baca juga  Hidup Itu Apa, Sih?

Edukasi investasi adalah kata kunci untuk melakukan pencegahan terjadinya penipuan investasi di masa mendatang.

Kita dapat belajar melalui kebiasaan membaca para investor sukses yang memengaruhi pengambilan keputusan mereka dalam berinvestasi.  

Sebenarnya kalau kita membaca mengenai para investor sukses, maka kita akan mendapat pelajaran bahwa mereka adalah pembaca yang serius.

Mereka membaca buku, mengendapkan pemahaman dan kemudian berpikir mencari keputusan investasi terbaik serta mempertimbangkan imbal hasil dan risiko.

Mereka betul-betul memahami bahwa pengetahuan adalah jalan menuju kemakmuran. You become what you read.       

Warren Buffet, seorang investor dan salah satu orang terkaya di dunia, mengaku membaca buku “The Intelligent Investor” sejak umur 19 tahun.

Dia mengakui, buku Benjamin Graham itu adalah buku investasi terbaik yang pernah ditulis.

Dalam salah satu tulisannya di majalah Fortune, dia mengapresiasi buku itu sebagai keputusan terpenting dalam hidup dan keputusan investasinya kemudian hari.

Baca juga  Berkendara di Jalan Raya Jaman Now, Sekolah Kesabaran Gratis

Membaca sudah menjadi kebiasaan. Buffet membaca sekitar 500 halaman dan  6 koran setiap hari.

Sekitar 5-6 jam digunakan untuk membaca dan selebihnya untuk berpikir tentang investasi. Kegemarannya membaca inilah yang membuat dia mampu mengartikulasikan pikirannya dengan baik.

Salah satu tulisan Buffet yang pernah saya baca adalah annual letter kepada pemegang saham (shareholders), yang kemudian dimuat Majalah Fortune (Maret 2014), berjudul “Why I Like to Think of Stocks Like Farms”.

Suatu tulisan yang bagus dan menginspirasi. Suatu tulisan yang lahir dari kebiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten bertahun-tahun.

Buffet menghabiskan 80% waktunya dalam sehari dengan membaca (blinkist.com). Konsistensi ini yang menempatkan Buffet sebagai salah satu investor yang berhasil dan menjadi panutan.

Tidak hanya Warren Buffet, miliuner lain seperti Elon Musk, Bill Gates, dan Mark Zuckerberg juga memiliki kebiasaan membaca secara serius.

Elon Musk belajar bagaimana mengembangkan roket melalui buku. Bill Gates membaca sekitar 50 buku setiap tahun.

Baca juga  Udah Nonton Drama Korea Start-Up Belum? Ini Dia 5 Pelajaran Penting Soal Bisnis & Investasi Yang Bisa Diambil

Bill Gates bahkan secara berkala membagikan rekomendasi buku yang perlu dibaca kepada publik.   

Lo Kheng Hong (LKH), investor yang disebut sebagai Warren Buffettnya Indonesia, memperkaya informasi tentang investasi dengan membaca sekitar 4 koran setiap hari.

Selain itu, LKH juga rajin membaca laporan keuangan dan menelusuri indikator-indikator kinerja perusahaan yang menjadi tujuan investasinya.

Aktivitas membaca laporan keuangan ini belum tentu dilakukan secara konsisten oleh akademisi.

Investor seperti LKH merasa penting untuk membaca laporan keuangan agar mengenali lebih dalam emiten atau perusahaan yang akan menjadi tujuan investasinya.  

Warren Buffet dan LKH barangkali bisa menjadi rujukan bagi investor pemula. Kita diajarkan bahwa dalam berinvestasi sangat dibutuhkan pengetahuan yang lebih sekedar spekulasi dan ikut-ikutan.

Membaca buku secara serius adalah pintu menuju pemahaman yang lebih komprehensif mengenai investasi.

Pemahaman komprehensif mengenai investasi tentu akan mencegah calon investor tergoda rayuan investasi bodong dan sejenisnya.

Calon investor mulailah membeli dan membaca buku, karena dengan itu anda akan lebih kritis dalam memilih investasi yang baik dan benar.

Bisa jadi buku yang anda baca akan mengantarkan anda pada kesejahteraan yang sesungguhnya.

Seperti yang ditulis Warren Buffet mengenai buku Benjamin Graham “Of all the investments I ever made, buying Ben’s book was the best”.

Mungkin saja berlaku bagi anda, membeli buku yang tepat adalah investasi terbaik anda.  

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Jumansyah