Isilah Nafasmu dengan cinta dalam keimanan


Isilah Nafasmu dengan cinta dalam keimanan 1

Iman akan melahirkan cinta yang bertahta dalam kesucian illahi. Cinta bukan keegoisan dan tidak dalam kelalaian. Cinta selalu dalam peraturan dan ketaatan, sebuah pengorbanan, pengabdian dalam penghormatan. Cinta tidak pernah buta, ia dapat membedakan kebenaran dan kesalahan. Cinta bukanlah basa-basi, cinta adalah keyakinan hati. Cinta tak merendahkan, cinta selalu memuliakan. Cinta selalu penuh semangat, dan tidak pernah mengeluh dalam setiap keadaan. Saat di uji, cinta hanya mengingat kenangan yang indah, cinta tidak merasa sakit, bahkan ia mampu menyembuhkan dengan memaafkan dan mengambil hikmah. Cinta adalah ketenangan. Cinta selalu mencari jalan kebaikan. Saat jalanan halus cinta akan menerima dengan rasa bersyukur, dan saat jalanan terjal cinta akan menerima dengan rasa sabar. Tanpa kata, cinta selalu bisa memahami dan mengerti. Cinta memberi perhatian dengan penuh makna. Cinta selalu mendo’akan dalam keheningan. Cinta memang pernah menangis, namun untuk menjaga dan mengungkapkan kerinduannya.

Cinta tak pernah meminta, cinta selalu memberi dan merawat dengan ketulusan. Cinta bukan amarah, cinta adalah kejujuran dan keikhlasan. Saat cinta mengalir di dalam nafasmu, sebuah dimensi dalam sebuah waktu, suasana terasa nyaman seperti saat berada di sebuah jalan yang sunyi ditemani pepohonan menatap langit yang teduh, dengan hembusan angin semilir menyapa, udara yang sejuk mengetuk hati dengan lembut. Cinta tidak meninggalkan ruang yang hampa, cinta selalu mengisi relung jiwa dengan rasa percaya. Cinta membuka mata hati untuk menyampaikan pesan keindahan. Cinta selalu ingin menyampaikan kebahagiaan tanpa kebencian, selalu dalam kasih sayang. Saat cinta mengalir di nafasmu, merebak ke segala arah mengelilingi menghidupkan rasa cinta dalam hati. Seluruh penglihatanmu adalah cinta, seluruh pendengaranmu adalah cinta, seluruh ucapanmu adalah cinta, seluruh perbuatanmu adalah cinta.  Dalam sebuah rasa, cinta akan  menguatkan dan menjaga ruh dan raga.

Cinta menata diri dalam kebaikan, memperbaiki segala kekurangan. Cinta tidak pernah bosan menjalani hari-hari dengan senyuman. Kata-kata cinta tersampaikan di hati sehingga selalu memotifasi. Isilah nafasmu dengan cinta, karena suatu saat nanti, nafas akan berhenti dan cinta tidak lagi bersama raga, tetapi cinta tidak akan mati, ia akan membawa ruh dalam kebahagiaan. Mulailah mengenal cinta dalam dirimu, genggamlah cinta bersamamu, karena dirimu sangat berharga, bersama cinta dalam keimanan ada kedamaian dan kebahagiaan sejati.  


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

RatnaLestari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap