Jadi reseller di Daerah memang agak sulit


Jadi reseller di Daerah memang agak sulit 1

Tulisan ini hanya opini pribadi dan juga pengamatan sekilas ditempat sekitar. Maka dari itu, semoga teman-teman yang membaca tulisan ini bisa menambah wawasan dan bisa menjadi referensi apabila ingin menjadi reseller di Kabupaten masing-masing.

Saat ini, sangat marak proses penjualan yang menganut sistem B2C (Business to Customer). Entah itu dari pabrik, toko kelontong raksasa, swalayan dan lain sebagainya yang langsung menjual ke pengguna akhir. Walaupun tidak semuanya, namun hal ini sudah banyak dilakukan.

Ditempat saya tinggal, banyak toko yang membeli produk dari Ibu kota, baik itu ibu kota negara maupun ibu kota provinsi dengan tujuan untuk dijual kembali ke wilayah sekitar. Namun, yang terjadi bahwa penjualan dari toko tersebut tidak terlalu banyak. Sehingga, banyak pula yang harus gulung tikar karena modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.

Secara sekilas, hal ini sebenarnya sangat mudah dianalisis. Misalkan, seseorang ingin berjualan pulsa, token listrik dan loket pembayaran yang lain. Namun, hal ini kemungkinan akan kalah dengan minimarket terdekat atau pun dengan jasa pembayaran di aplikasi telepon genggam yang menawarkan berbagai kemudahan dan juga promosi yang didapat. Lalu, misalkan seseorang ingin menjadi reseller sepatu, terkadang, perusahaan pun menjual produk nya melalui situs jual beli daring, sehingga pengguna akhir atau konsumen cenderung lebih memilih membeli langsung dari tangan pertama ketimbang reseller. Karena dengan alasan yang sama, yaitu lebih murah, mudah dan mendapatkan promosi.

Kemungkinan peristiwa ini dapat terjadi karena, banyak nya reseller yang menjual dengan harga yang tak wajar, pelayanan yang kurang ramah, tidak adanya inovasi di dalam toko tersebut, atau dunia berkiblat pada kapitalis. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya salah, karena dapat memutus mata rantai yang terlalu panjang, sehingga pengguna akhir dapat memperoleh harga yang sangat murah meriah dan mendapatkan potongan harga pula.

Dari peristiwa ini, sebenarnya ada manfaat dan kerugian yang terjadi. Manfaat nya adalah, mata rantai atau rantai pasok semakin kecil, sehingga tidak perlu biaya-biaya yang tidak perlu dan tentunya pengguna akhir atau konsumen mendapatkan harga yang murah dan terjangkau. Sedangkan, kerugian nya adalah, kecenderungan pada kapitalis mengakibatkan terjadinya penggumpalan ekonomi yang terjadi di ibu kota dan mematikan perekonomian yang terdapat di daerah.

Dengan kemajuan teknologi dan peradaban, tentu hal ini tak bisa dihindari. Sehingga, perlu adanya beberapa perubahan yang harus dilakukan rakyat di daerah agar ekonomi bisa seimbang dengan yang ada di kota. Berikut ini beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan, diantaranya:

1. Menjual barang atau jasa hasil produksi sendiri.

Hal ini tentu membutuhkan proses yang lama, baik itu proses produksi, pengadaan bahan baku hingga penjualan. Namun, dengan menjual hasil produksi sendiri, kita tidak akan bergantung pada perusahaan manapun dan juga kemungkinan kita lah yang nanti membangun perusahaan di daerah tersebut. Mungkin, hal yang paling mudah untuk dilakukan di daerah adalah bertani, berternak, makanan jadi atau produk pakaian. Hal ini karena di daerah masih banyak lahan yang luas dan bisa dimanfaatkan dengan baik.

2. Import barang secara mandiri

Masih banyak barang yang beredar di pasar adalah produk buatan negeri orang, dan diperjualbelikan di pasar Indonesia. Seperti mesin jahit, mesin bordir, atau lain sebagainya. Tentunya, barang yang tersedia di ibu kota adalah hasil dari importir melakukan pengadaan barang di kota tersebut, sehingga kalau kita membeli dari ibu kota negara atau ibu kota provinsi melalui toko daring, kita akan kalah harga. Menjadi importir secara mandiri tentu akan mendapat harga yang murah dan bisa dijual di daerah dengan harga yang terjangkau. Namun, menjadi importir sendiri kemungkinan membutuhkan modal yang lumayan besar.

3. Jangan menjadi reseller yang harga dan ukuran nya standar

Maksudnya begini, harga dan ukuran yang cocok dijual di daerah adalah harga dan ukuran yang kecil dan besar, bukan yang menengah. Contohnya, kalau kita menjadi reseller makanan atau minuman seperti warung, kemungkinan penjualan akan stabil. Karena, makanan atau minuman itu biasanya cepat kedaluwarsa, sehingga banyak orang yang membeli langsung tanpa melalui toko daring. Dan juga, kalau membeli makanan melalui toko daring hanya 1,2 atau 3 pcs, pembeli pasti mikir berkali-kali karena hanya akan mahal di ongkos kirim.

Nah itu adalah contoh menjadi reseller dengan harga dan ukuran yang kecil.

Untuk menjadi reseller yang harga dan ukuran nya besar, kita bisa menjadi reseller mesin cuci, kursi, kasur dan lain-lain. Mengapa? Karena, dengan harga yang lumayan tinggi dan ukuran nya besar, hal ini akan menyulitkan pihak ekspedisi untuk mengirim dengan jumlah sedikit. Hal ini bisa dimanfaatkan apabila ingin menjadi reseller di daerah dengan menjual barang seperti itu dan tentunya hal ini membutuhkan modal yang agak besar.

Sekian terima kasih.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

shadamghifari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap