Jaman Now, Masak Sendiri Lebih Mahal Daripada Warteg !

Jaman Now, Masak Sendiri Lebih Mahal Daripada Warteg !

Tahun 2022 ini akan memasuki caturwulan ketigapenanggalan. Tahun dimana kita masih saja bergelut dengan berbagai macam permasalahan dunia, dari serangan makhluk mikroba yang bekembang dari tahun 1930-an di Eropa bernama SARS Corona Virus 2019 atau disingkat Covid-19, hingga serangan secara masif dari dataran “tirai besi” Rusia yang tertuju kepada tetangga politiknya, Ukraina.

Polemik antara Rusia dengan Ukraina juga sebenarnya tidak sampai berdampak pelik kepada dunia perpolitikan Indonesia.

Sifatnya yang memang menonjolkan peperangan antar negara dan diramal dapat memicu perang dunia ketiga, masih jauh dari ketakutan orang-orang awam.

Rasa khawatir masih ada, namun masyarakat Indonesia masih disibukkan dengan “bahan pokok” yang sebenarnya adalah juga dampak dari peperangan kedua negara barat tersebut.

Baca juga  5 Tips Jitu Hilangkan Noda Gosong Pada Peralatan Masak

Ya, entah mengapa apapun kejadian yang menimpa negeri lain, Indonesia selalu bermasalah dengan pasokan logistik bahan pokok.

Bahan pokok disini bukan hanya permasalah beras dan sembako saja, namun juga sampai kepada pasokan obat-obatan bahkan Bahan Bakar Minyak/Gas.

Apa saja yang pernah menjadi langka di Indonesia ?

Minyak Goreng

Betapa nikmatnya jika kita mengkonsumsi masakan yang kita masak sendiri.

Artinya bisa dari diri sendiri, pasangan bahkan masakan ibu, sungguh pas dan berselera di lidah.

Tapi keadaan sekarang, masyarakat sedang dihadapkan dengan kelangkaan pasokan minyak goreng.

Seperti tidak percaya, tapi terjadi di “negeri sejuta sawit” ini.

Ibu-ibu, bapak-bapak dan kalangan umur lain ikut mengantri untuk mendapatkan minyak goreng. Di beberapa daerah suburban, kelangkaan minyak goreng ini masih terasa.

Baca juga  Jangan Lakukan Ini Ketika Kamu Mencuci Piring

LPG

Adalah singkatan dari Liquid Petroleum Gas. LPG yang beredar di Indonesia sempat beberapa kali menemui kelangkaan pasokan.

Tidak tahu penyebab pastinya, namum stok yang ada di para agen dan penjual eceran pun kosong.

“Elpiji” jenis melon 3kg adalah jenis LPG yang sering sekali habis. Sementara elpiji tersebut merupakan bahan pokok di dapur.

Peralihan dari minyak tanah ke elpiji melon sudah lama terjadi, namun pasokan ke masyarakat tidak selancar pasokan minyak  tanah dulunya.

Berbeda dengan harga minyak tanah yang cenderung flat dan tidak terpengaruh dengan suasana konflik, tetapi untuk harga elpiji sendiri bisa naik dikarenakan kebijakan pemerintah dan juga akibat dari kenaikan harga internasional.

Baca juga  5 Tips Menghilangkan Bau Amis pada Ikan, Praktikkan di Dapur Yuk!

Pada awal Maret ini saja harga gas elpiji 5,5kg dan 12kg mengalami kenaikan setelah sebelumnya sudah pernah dinaikkan.

Memang pemerintah tidak menaikkan gas melon yang dikhususkan untuk rakyat kurang mampu, tapi tetap saja kaum menengah juga seharusnya merasakan keadilan yang sama.

Kenaikan harga ini dipicu oleh peperangan yang terjadi di daratan Eropa.

Rusia yang merupakan pemasok gas utama untuk wilayah Eropa dan Amerika Serikat otomatis memutus pasokannya ke negara-negara tersebut.

Indonesia dan negara-negara penghasil gas lain juga ikut menyesuaikan harga akibat permintaan yang menjulang, demi mejaga stok dalam negeri di level aman.

Semoga keadaan ini bisa membaik dan normal kembali.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Danawa Kalana