Jangan Dimusuhi! Berikut 5 Tips Menjadi Teman Seorang Autisme

Jangan Dimusuhi! Berikut 5 Tips Menjadi Teman Seorang Autisme 1

Dilansir dari kemenpppa.go.id (13/06/20021) diperkirakan bahwa terdapat 2,4 juta orang penyandang ASD di Indonesia dengan pertambahan penyandang baru sekitar 500 orang per tahunnya. Tingginya angka tersebut, seharusnya dapat membuat kita lebih terbuka dalam memahami seorang penyandang autisme. Adanya gangguan cara kerja otak dan tubuh penyandang autisme memungkinkan tubuhnya mengalami kesulitan berbicara, mengeluarkan suara aneh atau tidak berbicara sama sekali. Adanya gangguan ini membuat sebagian masyarakat beranggapan bahwa penyandang autisme akan mengalami gangguan kecerdasan hingga kesulitan dalam bersosial.

Adanya pandangan tersebut tidak lantas mengurangi fakta bahwa penyandang autisme adalah orang-orang yang cerdas, cakap, bersemangat, dan jujur. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali ilmuan dan orang-orang hebat yang juga menyandang autisme seperti Albert Einsten, Isaac Newton, Bill Gates, Steve Jobs, Thomas Jefferson, Wolfgang Amadeus Mozart, dan masih banyak lagi orang hebat yang juga mengidap autisme dalam tubuhnya.

Meskipun sebagian besar penyandang autisme memiliki gangguan komunikasi, namun sebagai sesama makhluk sosial, tentunya mereka juga membutuhkan interaksi sosial seperti manusia pada umumnya. Berikut adalah beberapa tips dalam menjalin hubungan pertemanan dengan penyandang autisme:

Jangan beranggapan mereka tidak menghargai persahabatan

Gambaran cara bersosialisasi dengan seorang penyandang autisme. (Pexels.com)
Gambaran cara bersosialisasi dengan seorang penyandang autisme. (Pexels.com)

Komunikasi memanglah sebuah tantangan tersendiri dalam menjalin interaksi sosial dengan seorang penyandang autisme, namun hal itu tak lantas membuat seorang autisme beranggapan bahwa menjalin persahabatan dan interaksi sosial adalah hal yang tidak penting.

Kenyataanya sama seperti manusia pada umumnya penyandang autisme juga memiliki tingkatan sosial yang berbeda-beda. Beberapa orang dengan autisme justru memiliki kepribadian yang sangat sosial, sementara yang lain secara signifikan lebih tertutup. 

Sabar

Hal terpenting dalam berinteraksi dengan seorang autisme adalah kesabaran. Anda harus dapat menerima fakta bahwa mereka telah melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan mereka. Janganlah bersikap kasar dan jangan mencoba mengubahnya, sehingga dia dapat menerima anda dengan baik.

Berkomunikasilah dengan jelas

Bicaralah dengan kecepatan dan volume yang wajar, dan perlu diingat bahwa sering kali dibantu dengan menggunakan kalimat pendek. Gestur, gambar, serta ekspresi wajah juga dapat berfungsi dalam berkomunikasi. Bicaralah secara harfiah daripada menggunakan kiasan yang membingungkan, dan ketika Anda mengajukan pertanyaan, jangan mengharapkan tanggapan langsung, beri teman Anda sedikit waktu ekstra untuk menjawabnya.

Hormati perbedaan indra

Gambaran komunikasi menggunakan isyarat terhadap penyandang autisme. (Pexel.com)
Gambaran komunikasi menggunakan isyarat terhadap penyandang autisme. (Pexel.com)

Orang dengan autisme seringkali sangat sensitif terhadap suara, pemandangan, sentuhan, rasa dan bau. Bahkan suara bernada tinggi seperti alarm kebakaran mungkin dapat menyakitinya. Seorang teman sudah seharusnya untuk dapat memahami hal tersebut dan dapat memperhitungkan keadaan sekitar sebelum melakukan interaksi langsung.

Membela teman autis anda

Penindasan, pelecehan, dan jenis kekerasan lainnya lazim terjadi dalam kehidupan orang autis, dari masa kanak-kanak bahkan hingga dewasa. Jika Anda melihat seseorang menggoda atau mencela teman autis, ambil sikap melindungi untuk menjaganya dari ancaman yang lebih berbahaya. Melawan kekerasan terhadap autis dan penyandang disabilitas lainnya, pada akhirnya dapat menguntungkan semua orang.

Menjalin hubungan sosial hingga persahabatan dengan seorang penyandang autisme tentulah akan sedikit berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Namun, sesama makhluk sosial hal tersebut tidak lantas membuat kita menjadi pembeda. Adanya hal tersebut justru akan memacu kita untuk dapat memahami lebih dalam para penyandang autisme.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Funcrev