Jangan Membandingkan Kelebihan Mereka

Jangan Membandingkan Kelebihan Mereka 1

Terkadang kita melihat atau mungkin bahkan merasakan sendiri berada dalam posisi dibanding-bandingkan oleh orang tua. Baik itu dalam hal kecerdasan maupun etika. Padahal jika dipikir-pikir hal tersebut tidaklah wajar di mata sebagian orang. Sebab, anak yang dibandingkan akan tumbuh menjadi anak yang kurang menghormati orang lain, tidak sopan serta menyimpan kebencian pada pada dia yang tidak salah apa-apa.

Sebagai orang tua, Anda tidak boleh bersikap seperti itu sama anak. Karena setiap orang punya keahlian masing-masing, serta memiliki kecerdasan dalam bidang pendidikan. Kalau anak Anda tidak secerdas anak tetangga, kenapa harus menyalahkan sang buah hati? Bukankah setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan, dan hal demikian sangatlah lumrah.

Bisa Anda lihat bagaimana keadaan hati seorang anak jika berada dalam posisi tersebut, akankah marah? Atau malah menyimpannya hingga suatu saat akan meledak? Begitu juga dengan anak Anda. Mungkin saja mereka diam mendengar celotehan kedua orang tuanya perihal orang lain yang lebih pintar dari mereka, tetapi dalam lubuk hatinya tersimpan kebencian, amarah, dan rasa ingin balas dendam. Astagfirullahaladzim.

Bahaya jika terjadi hal macam itu. Jikalau memang Anda ingin melihat keturunan keluarga juga cerdas, maka didiklah mereka dengan sebaik-baiknya. Bisa jadi, didikan tetangga Anda lebih tegas daripada didikan Anda sendiri. Tegas dalam hal apa? Misalnya, kala sang anak meminta ini-itu, jangan langsung dituruti, akibatnya mereka akan tumbuh menjadi anak yang manja, dan tidak memikirkan orang lain.

Boleh juga dalam hal belajar, mungkin orang tua lain dalam menyuruh anaknya itu dengan cara yang lembut, halus, tidak membentak-bentak, hingga selalu menghargai usaha yang didapatkan seorang anak walau dikatakan masih sedikit dari yang lebih baik. Lantas, tidak ada salahnya bukan berkata baik-baik untuk meminta mereka belajar dengan perlahan-lahan. Kalau malas, diberi nasihat, jangan dimarahin. Ujung-ujungnya mereka akan merasa tertekan.

Dari rasa tertekan itulah yang akan membuat anak Anda merasa “Ah, buat apa belajar, orang tua juga sering marahin nyuruh inilah itulah. Lihat dong anak tetangga, orang tuanya enggak pernah marah tuh dalam menyuruh anaknya belajar, lah aku? Dimarahin dulu baru belajar.” Nah, di sini seorang anak akan salah tangkap terhadap sikap orang tua. Bisa jadi, dengan cara seperti itu anak bisa sadar, tetapi malah sebaliknya.

Jadi intinya, sebagai orang tua; jangan pernah menyalahkan hingga membandikan kecerdasan sang anak dengan tetangga, boleh jadi anak Anda tengah berusaha keras menjadi yang terbaik di mata Anda, tetapi malah tidak dihargai. Seharusnya, posisi Anda selaku orang tua selalu ada untuk mereka, menghargai setiap proses yang dijalani oleh anak-anak. Karena kita enggak tahu, kapan waktu itu tiba, di mana anak Anda akan memberikan yang lebih baik dari yang kalian butuhkan.

In syaa Allah, buah hati kalian tidak akan mengecewakan. Nikmati saja prosesnya dan hindari banding-bandingkan dengan orang lain.

Sumber foto: Google

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurmalasari