Jangan Menyerah, Allah Always with You


Jangan Menyerah, Allah Always with You 1

Mungkin sebagian dari kita pernah berpikir bahwa pendidikan itu harus ditempuh oleh orang-orang yang mempunyai banyak harta, istilah jaman sekarang, sih, sultan. Sebab, di luaran sana banyak sekali dari mereka yang ingin melanjutkan pendidikan sarjana setelah melewati bangku sekolah menengah atas. Namun, atas keterbasan keluarga, jadilah si anak tersebut mengubur dalam-dalam keinginannya ketika hendak kuliah.

Hal demikian tidaklah wajar di mataku, kenapa? Karena semua orang mempunyai rezeki buat melanjutkan pendidikan, setiap orang berhak mencapai puncak perkuliahan. Jikalau memang benar dia tidak memiliki apa-apa, masih ada acara yang ampuh, kok, apa itu? Berdoa dan berusaha.

Jangan bilang, kalau usahamu tahun ini sudah maksimal. Mungkin menurut kamu sudah sangat maksimal, lalu kamu belum tahu kan pendapat Allah, kan? Yang harus diingat satu hal adalah; apa yang menurutmu baik belum tentu baik di mata Allah, begitu juga sebaliknya. Jadi dari kitanya harus berpikir logis, semua yang terjadi semua atas izin darinya. Hari ini kamu gagal karena keterbatasan biaya In syaa Allah di mata Allah tidak jadi penghalang buatmu menggapai cita-cita.

Oke, kini saya memberikanmu contoh supaya hatimu bisa membaik dan tetap semangat dalam menggapai impian, dibaca baik-baik dan tolong jangan sampai di-skip, ya.

Kita ambil perumpamaan semisal ini; si A tahun 2019 telah lulus dari salah satu sekolah negeri yang ada di Sulawesi Selatan. Dia ada harapan untuk melanjutkan studinya di universitas ternama, contohnya. Tetapi dia terhalang oleh keterbatasan biaya, alhasil harapannya yang dari dulu si A impikan terpaksa di hapus begitu saja dari list impian yang telah dia buat sedari dulu. Agak menyakitkan memang, lantas mau bagaimana lagi, kan?

Lantas, kamu mau menyerah begitu saja? Oh, no! It’s not a good way to simply give up.

Please, ada cara lain agar tidak mundur begitu saja. Ya, walau sebenarnya jalan demikian tidak begitu banyak orang yakin akan terkabul, karena dia mulai duluan mundur. Bukankah bukan hanya tahun ini kamu bisa kuliah? Tahun depan juga bisa, kok! Enggak jadi masalah kalau tahun ini dirimu harus gap year sejenak. Meskipun hatimu sangat menginginkan sekarang, enggak ada salahnya memilih jalan lain sebab kita juga tidak boleh memaksakan kehendak.

Berat, mungkin, sangat benar banget. Karena saya pernah mengalaminya, bukan hanya kamu, dia dan mereka, sebagian orang pasti mengalami hal tersebut. Akan tetapi, jalan demikian bisa membuat semangat kita down, tidak, sama sekali tidak. Jangan sampai terjadi, kamu mesti melawannya, yakinkan pada diri bahwa yang terlambat masuk kuliah bukanlah hal memalukan.

Justru yang wajib dibanggakan adalah, kamu masih bisa merasakan kasih sayang Allah oleh karena Dia memberimu jalan demi berdiri dari kegagalan kemarin. Allah sayang makanya Dia memberikan sesuatu yang tidak kamu duga sebelumnya, bukan berarti Allah tega, ya, bukan banget.

Dan wajar sekali jika diri tidak sepenuhnya menerima keadaan yang ada. Ketahuilah, Allah memberikan semuanya bukan tanpa sebab, Dia masih ingin melihat usahamu, pengorbananmu, dan juga kegigihanmu dalam mengejar pendidikan sekalipun berat tantangannya dan banyak cobaan yang harus dilalui.

Saya berkata seperti ini karena beberapa tahun lalu pernah mengalaminya, dan itu sangat menyakitkan bagi diri saya sendiri. Sampai-sampai saya ingin bunuh diri karena gagal masuk universitas, sangat parah malah. Apakah waktu itu saya hanya diam? Sama sekali enggak, saya tetap memaksakan keinginanku, berusaha lagi dan lagi sekalipun ujung-ujungnya mesti gagal dan jalan terakhir adalah gap year.

Berjalan beberapa bulan saya tetap berusaha belajar hingga akhirnya Allah mengabulkan doa-doaku di tahun berikutnya.Alhamdulillah alaa kulli hal, dengan segala pengorbananku, jatuh bangun yang kualami Allah membayar semunya dengan sangat tak terduga. Biarpun tempatku lulus bukanlah di universitas yang kuingini. Saya masih bersyukur.

Nah, terus kamu juga ingin menyerah begitu saja karena biaya? Jangan sampai, ya. Jangan sampai karena kamu memikirkan biaya yang banyak dengan kondisi keungan keluargamu yang tidak memungkinkan akhirnya impianmu harus dihapus, itu tidak boleh terjadi. Kamu masih mudah, perjalananmu masih panjang, lihatlah ke depan jangan berbalik ke belakang.

Dengan waktu yang banyak, manfaarkan buat cari kerja sampingan demi membayar biaya kuliah kamu di tahun berikutnya. Malu? Buang rasa malu tersebut, buat apa malu untuk kebaikan diri sendiri? Malu itu ketika kamu melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah, melupakan Dia—Allah yang jelas-jelas memberikanmu oksigen demi bernafas, pikiran yang cerdas, tubuh yang sehat.

Berusahalah sekuat tenaga, yakinkan dirimu bahwa kali ini tidak akan gagal lagi, perbanyak doa dan tawakal sama Allah dengan diiringi usaha.

Semangat!


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurmalasari

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap