Jangan Sampai Dikuasai Mimpi


Jangan Sampai Dikuasai Mimpi 1

Apa sih mimpi itu? Kenapa kita sering dihampiri mimpi, bahkan sejak hari pertama menghirup udara di bumi ini? Apa mimpi itu punya arti?

Pertanyaan itu pasti berkelebat seperti bayangan setiap kali kita mendapat mimpi baik atau buruk ketika tidur. Mimpi datang tanpa kenal waktu, yang sering terjadi ketika tidur di malam hari, tapi bisa juga ketika tidur siang dikenal sebutan mimpi di siang bolong. Harus kita akui bahwa mimpi hadir untuk memberikan pengalaman yang harus kita alami, kita tidak bisa memilih untuk menolak mimpi, tidak ada seorang yang bisa melakukannya.

Lalu mimpi itu sebenarnya apa? Kita akan membahasnya secara medis, psikologis dan religius.

Pakar medis sangat menekankan jam tidur yang teratur, karena pada saat itulah tubuh kita beregenerasi atau diremajakan kembali. Manusia dewasa membutuhkan tidur sekitar 8-10 jam, semakin bertambahnya usia maka jam tidur makin berkurang karena sel-sel syaraf pengatur tidur makin berkurang alias banyak yang mati. Ada 2 fase yang dilewati saat kita tidur: Tahap NREM (Non Rapid Eye Movement) dan tahap REM (Rapid Eye Movement), dua fase ini terjadi berulang-ulang, bisa 4-5 kali dalam satu kali tidur.

Dikatakan NREM karena pada fase ini gerakan mata melambat. Tahap NREM dibagi lagi menjadi 3: Tahap NREM 1 disebut tidur ayam atau tidur ringan, kamu mulai tidak sadar tapi masih bisa mendengar bahkan sampai tersentak kaget jika ada orang memanggil;

Tahap NREM 2 pada fase ini kamu masih bisa mendengar suara-suara tapi tidak paham artinya, hal itu disebabkan karena gelombang kerja otak mulai menurun termasuk suhu tubuh;

Tahap NREM 3 gerakan mata dan otot mulai berhenti, otak bekerja sangat lambat, kalau kamu tiba-tiba terbangun pada tahap ini maka akan seperti orang linglung dan butuh waktu untuk menyadari lingkungan sekitarmu kembali. Pada tahap ini sel-sel tubuh mulai diremajakan, pada balita biasanya ditandai dengan mengompol.

Tahap selanjutannya adalah REM, pada saat inilah mimpi terbentuk. Tahap REM selalu mengikuti NREM dan terjadi selama 10 menit sampai 60 menit, kecuali untuk orang yang sangat ngantuk maka tidak akan mengalami tahap REM. Selama tidur REM, otot mata bergerak cepat, denyut jantung dan pernapasan tidak teratur, tekanan darah meningkat, tapi sebaliknya dengan otot tubuh lain yang malah menjadi lumpuh termasuk otot-otot di tulang punggung. Kondisi ini membuat kita tidak bisa mengendalikan apa yang dikerjakan otak. Otak terus memproses apa yang kita pikir dan rasakan di sepanjang hari sehingga kita bisa melihat wajah orang yang kita temui, simbol, lokasi, merasakan emosi melalui mimpi. Tahap ini sangat penting untuk memulihkan keseimbangan mental dan emosi, juga membantu tubuh untuk belajar, mengingat dan beradaptasi. Orang yang pada fase ini tiba-tiba tersentak bangun maka ia tidak bisa mengingat lagi mimpi-mimpinya, sedangkan orang yang terbangun dalam kondisi normal maka ia bisa mengingat mimpinya dengan baik bahkan kadang sangat terperinci.

Jangan Sampai Dikuasai Mimpi 3

Seorang pakar Psikologi bernama Sigmund Freud, dalam bukunya yang berjudul Dream Phsychology, banyak membahas mengenai mimpi dari sisi psikologis. Menurutnya mimpi sama sekali tidak berhubungan dengan dunia mistis seperti ilham atau untuk meramalkan masa depan. Mimpi adalah jalan keluar sebuah keinginan alam bawah sadar untuk muncul ke alam nyata. Keinginan alam bawah sadar itu bisa terbentuk dari emosi-emosi terlarang kita seperti rasa marah, kekesalan, cemburu, dendam. Proses terbentuknya mimpi menurut Sigmund Freud adalah:

  1. Kondensasi: Ide-ide dan materi yang begitu banyak berdatangan saat kita tidur sehingga mereka bisa diringkas menjadi satu gambar.
  2. Perpindahan: gambar-gambar tadi dibuat menjadi harapan-harapan atau ide-ide mimpi yang bentuknya sangat berbeda dengan gambaran awal.
  3. Simbolisasi: Ide-ide dalam mimpi dipilih untuk bisa mewakili sebagai objek yang melambangkan pikiran alam bawah sadar dari mimpi.
  4. Sekunder Revision: Tahap akhir dari proses mimpi yang bertugas memperbaiki semua yang dirasa aneh dari peristiwa, ide dan lokasi dalam mimpi, semua itu disusun kembali sehingga tampak masuk akal dan dengan demikian seolah memberikan arti dalam sebuah mimpi.

Jadi menurut Freud hakikat dari mimpi adalah sebentuk pemenuhan keinginan terlarang semata, dengan mimpi seseorang secara tak sadar berusaha memenuhi hasrat dan menghilangkan ketegangan dengan menciptakan gambaran yang ia inginkan.

Kalangan Religius  juga mengakui adanya mimpi, walaupun mereka tidak menekankan itu sebagai satu-satunya jalan  bagi Tuhan atau Sang Pencipta untuk berkomunikasi pada ciptaannya, tapi bila itu yang terjadi maka mimpi adalah gambaran bergerak yang dikaruniakan Tuhan pada seseorang dengan tujuan untuk memberi peringatan, petunjuk, memulihkan, dan memberi motivasi (referensi dari Alkitab Sabda). Biasanya mimpi yang diberikan Tuhan bisa ditafsirkan oleh orang itu sendiri atau memakai orang lain untuk mengartikan mimpi. Tapi bagaimana caranya agar kita yakin bahwa mimpi itu berasal dari Tuhan?

  1. Mutlak mimpi kita harus selaras dengan ajaran kebaikan dalam kitab suci agama yang kita yakini.
  2. Mimpi itu menjadi kesaksian batiniah yang mampu meneguhkan iman roh kita.
  3. Jika mimpi itu berbicara tentang sesuatu yang terjadi di masa depan maka harus digenapi atau terjadi.
  4. Mimpi itu harus memotivasi kita untuk semakin taat pada ajaran kebaikan Tuhan, semakin mengasihiNya, Sang Pencipta dan Pemilik segala sesuatu.

Pembahasan di atas mengajarkan kita untuk menyikapi sebuah mimpi dengan sewajar mungkin, tidak perlu dilebih-lebihkan apalagi dishare ke medsos jika itu malah berimbas buruk pada orang lain, apalagi mempergunakan mimpi untuk memojokkan orang. Mimpi sejatinya hanya riak gelombang listrik di dalam otak kita, atau refleksi alam bawah sadar. Atau bisa juga sebagai cara Tuhan berbicara sangat pribadi dengan kita, karena Ia sangat mengerti ketika kita terbangun dari tidur dan mulai sibuk dengan keriuhan dunia maka kita tidak bisa mendengar suara hatiNya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nana Hadinata

   

Setiap detik kehidupan untuk menghidupi hidup.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap