Jauhi Korupsi Kecil-Kecilan di Sekitar Kita, Yuk Simak Apa Aja

Jauhi Korupsi Kecil-Kecilan di Sekitar Kita, Yuk Simak Apa Aja

Indonesia jadi negara darurat korupsi. M enurut Transparency International, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2016 pada peringkat ke-90 (dari 176 negara), dengan skor 37 (0 sangat korup, 100 sangat bersih). Banyak berita berseliweran diberbagai media tentang korupsi yang terjadi di negeri kita tercinta.

Korupsi berasal dari Bahasa Latin, corruptio. Kata ini sendiri memiliki kata kerja corrumpere yang artinya busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, atau menyogok. Secara sederhana korupsi merupakan tindakan memperkaya diri sendiri dengan merugikan orang lain secara pribadi, kelompok maupun negara.

Kita semua sepakat bahwa korupsi merupakan tidakan yang sangat tidak terpuji dan merugikan banyak pihak. Tapi, apakah kita sudah menjadi pribadi yang bebas korupsi ? hmm.. Apakah korupsi hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan? jangan-jangan kita sudah melakukan praktek korupsi kecil tanpa kita sadari. Yuk simak korupsi kecil-kecilan yang wajib kita waspadai.

1. Korupsi Waktu

Pernah ngak sih kamu sengaja datang terlambat dengan sengaja karna tahu ngak bakal di tegur bos di kantor? Atau bolos sebelum waktu nya karna merasa ngak diawasi? Kalau kamu pernah melakukan hal tersebut arti nya kamu sudah melakukan korupsi waktu. Tanpa kamu sadari prilaku tersebut mungkin merugikan orang lain. Mungkin akan ada orang lain yang meniru perilaku buruk kita atau bahkan merugikan diri sendiri sebab membuat kita tertinggal dari pelajaran sekolah.

2. Menyontek Tugas Teman

Menyontek tugas teman saat sekolah adalah prilaku korupsi yang kerap di wajarkan oleh pelajar. Kerapkali kita mendengar kasus pembullyan terhadap pelajar yang tidak ingin memberi contekan pada teman nya. Padahal, ideal nya seorang pelajar mengembangkan ide dan menambah ilmu pengetahuan nya. Jika kamu merasa tidak paham jangan sungkan untuk bertanya kepada teman yang lebih paham dan yang paling penting kamu sebaik nya jujur jika memang tidak mengerjakan tugas dari guru.

3. Nyogok SIM

Membayar calo dalam proses pembuatan SIM sudah menjadi rahasia umum. Pungutan liar ini menjadi jalan pintas untuk mereka yang ingin mendapatkan SIM tanpa melakukan tes mengemudi dan berbagai tes persyaratan untuk menerbitkan SIM. Praktik yang satu ini sudah berjalan cukup lama dan salah satu cara terbaik untuk menghentikan nya adalah dari diri sendiri. Jadilah warga negara yang baik dengan mengikuti tes dan melengkapi persyaratan administratif saat membuat SIM.

4. Memanfaatkan Fasilitas Kantor Untuk Kepentingan Pribadi

Fasilitas kantor memang diberikan guna kenyamanan dan mempermudah dalam aktivitas para pekerjaan. Tapi pernahkan kalian melihat seseorang memanfaatkan fasilitas kantor diluar diluar urusan kerja? Ketahuilah bahwa itu merupakan tidakan yang tidak seharus nya. Penggunaan fasilitas kantor untuk pribadi juga merupakan tindak korupsi, apalagi jika kantor memiliki peraturan jelas mengenai penggunaan fasilitas tersebut.

5. Ngambil Uang Kembalian

Membiarkan anak kecil menyepelekan uang kembalian yang nilai nya dianggap kecil dan tidak memberi ketegasan akan menjadi bibit korupsi. Anak akan menggap bahwa mengambil uang dalam nilai kecil tidak apa-apa sekalipun itu bukan milik nya. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak menghargai nilai uang. Sejak usia dini anak harus diberi tangung jawab bahwa mengambil uang tanpa izin bahkan dalam nilai kecil itu dikategorikan sebagai korupsi.

Entah perbuatan itu kecil maupun besar, telah menjadi umum maupun masih tabu, kebiasan-kebiasaan yang terindikasi sebagai korupsi kecil-kecilan harus di sudahi. Cara nya tentu dimulai dari kesadaran diri sendiri dengan menolak hal-hal berbau korupsi, sogok menyogok dan kecurangan lain nya. Semoga bermanfaat!!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Lingga Kaori