Jenis-jenis Copywriting yang Kreatif Menjual


Jenis-jenis Copywriting yang Kreatif Menjual 1

Copywriting adalah sebuah karya tulis artistik yang cara pembuatannya memerlukan kreatifitas. Namun, kreatifitas saja tidak cukup karena copywriting memerlukan segala perpaduan seni, psikologi, bakat dan penguasaan materi. Copywriting yang kreatif memungkinkan anda untuk menciptakan konten marketing yang praktif, inspiratif sekaligus persuasif. Sehingga, teknik menulis ini dapat menggerakkan calon konsumen untuk merespon promosi anda.

Selain konten artistik, beberapa pakar menyebut bahwa copywriting termasuk karya ilmiah yang memerlukan rangkaian proses uji coba. Sehingga, uji coba tersebut nantinya akan meghasilkan kegagalan, evaluasi, perbaikan, terobosan, hingga keberhasilan dalam membangun konten yang kreatif.

Jadi, bisa dibilang bahwa copywriting merupakan perpaduan antara konten kreatif, artistik dan ilmiah. Perpaduan tersebut dapat disajikan dalam beberapa jenis copywriting. Tentunya, setiap jenis memiliki gaya penulisan copywriting yang berbeda-beda. Beberapa jenis copywriting tersebut diantaranya sebagai berikut:

Copywriting Sederhana

Pada dasarnya, fondasi dalam menulis copywriting yang efektif adalah dengan memperkenalkan produk tanpa menyelipkan kalimat yang hiperbola atau melebih-lebihkan. Tidak ada tipu daya atau terlalu banyak gaya. Cukup dengan presentasi tulisan yang sederhana dengan menyematkan fakta dan manfaat produk secara murni.

Copy jenis ini sebetulnya tidak terlalu membutuhkan karya sastra. Namun, anda bisa memberikan tulisan copy yang efektif dan padat informasi. Informasi yang ada di copy ini dapat dimanfaatkan oleh calon konsumen untuk membuat suatu keputusan yang pas terkait produk yang anda tawarkan.

Dalam jenis copy ini, anda tidak perlu membuat cerita, percakapan atau klaim apapun. Sebab, konsepnya sederhana, yakni hanya memperkenalkan produk secara alami atau senatural mungkin.

Copywriting yang bercerita

Semua orang pasti senang membaca cerita yang bagus dan menarik. Tentu, kita sering mendengar kisah tentang seseorang yang mengalami kesulitan, penderitaan dan hambatan. Lalu muncul solusi atas permasalahan yang menimpa sang tokoh dalam cerita tersebut.

Anda pastinya juga senang dengan adanya solusi tersebut karena dapat membantu sang tokoh untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi.

Lalu, secara tidak langsung produk anda muncul sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Di sinilah kuncinya! Produk anda akan dicari untuk mengatasi masalah tersebut.

Teknik bercerita dalam copywriting biasanya dapat kita temukan dalam landing page, email, ataupun video pendek. Apapun bentuknya, kita akan menjumpai empat bagian utama dalam konten tersebut. Pembukaan: memperkenalkan suatu keluhan. Tunjukkan bagaimana karakter di cerita mengalami hidup yang normal pada mulanya. Kemudian, hidup yang normal itu lenyap setelah tejradi peristiwa tertentu.

Konflik: munculkan suatu kondisi di mana karakter utama akan terancam bila tidak lekas menghadapi permasalahannya. Anda juga bisa menampilkan perjalanannya dalam memecahkan masalahnya tersebut.

Dialog: audiens cenderung tertarik dengan scene percakapan. Oleh karena itu, munculkan dialog sebagai pondasi dari komunikasi. Audiens juga cenderung tertarik dengan komunikasi dua arah yang terjadi secara natural, sehingga percakapan pun mudah dipahami.

Solusi: dengan masuknya sesi ini, maka masuklah produk anda ke dalam tulisan sebagai upaya dalam mengatasi permasalahan yang dialami tokoh utama. Dalam kondisi ini, anda dapat menjelaskan keuntungan serta manfaat dalam menggunakan produk anda.

Perlu digarisbawahi bahwa cerita yang ditampilkan tidak harus bombastis atau dramatis. Cukup tampilkan cerita yang menarik bagi calon konsumen. Maka dari itu, sebelum mengepost caption atau artikel, lakukan riset terlebih dahulu pada pasar.

Copywriting Percakapan

Style copywriting yang satu ini menampilkan tulisan percakapan antara dua orang atau lebih. Dibalut dengan nuansa dialog imajiner, copywriting ini mengajak calon konsumen untuk melihat permasalahan yang ada.
Setelah itu, menjelang penutup percakapan, salah satu tokoh akan merekomendasikan produk atau jasa yang anda tawarkan.

Seorang ahli berkata bahwa dalam membuat jenis copywriting ini, anda tidak perlu membuat percakapan yang muluk-muluk. Cukup tampilkan percakapan yang natural dan tidak terkesan dibuat-buat. Lalu, bumbui dengan dialog yang menarik dan kreatif.

Copywriting Puitis

Jenis-jenis Copywriting yang Kreatif Menjual 3

Sudah pernah menonton video-video kreatif dari irfan ghafur? Jika belum, kamu bisa mulai menontonnya di instagram dengan searching irfan.ghafur. Di sana, kamu akan menemukan video-video kreatif yang lucu dan dibalut dengan nuansa puitis.

Tak jarang, irfan ghafur juga menerima berbagai endorse melalui konten-konten video yang dibuatnya. Dengan membuat video yang jenaka dan puitis, ia mampu meyakinkan penonton bahwa produk yang di review-nya memang berkualitas. Sehingga, banyak orang yang merasa yakin bahwa produk atau jasa tersebut aman dan bermutu untuk digunakan atau dikonsumsi.

Itu dia penjelasan mengenai beberapa jenis copywriting yang kreatif dan menjual. Tentunya, dengan menerapkan beberapa jenis copywriting di atas, tentu omset penjualan akan semakin meningkat.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Dilla Hardina

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap