Jika Semua Saling Mengerti…


Jika Semua Saling Mengerti... 1

Setiap orang tidak akan pernah sama persis. Bahkan dua orang kembar identik pun memiliki paling tidak satu karakter yang berbeda satu sama lain. Hubungan orang tua dan anak yang sangat harmonis sejak awal pun tak lantas dikecualikan dalam hal ini. Dapat dipastikan setiap keluarga pernah mengalami perbedaan pemikiran.

Jika semua saling mengerti..

Memulai dari hal yang kecil. Jika memang tak suka dengan sebuah masakan, maka katakanlah dengan bahasa yang santun. Lalu beri saran apa yang sebaiknya dilakukan. Sekali lagi, dengan bahasa yang santun.

Pun sebaliknya, manusiawi jika tak bisa menerima kritik. Apalagi dengan rasa lelah setelah sekian hal yang dikerjakan. Namun, akan ada masanya di mana kritik yang membangun menjadi pedoman kita untuk bersikap lebih baik. Lalu kritik yang kurang tepat menjadi pedoman kita untuk menghindari hal tersebut dalam memperlakukan orang lain.

Semua membutuhkan waktu untuk jadi pribadi yang bersahaja. Komunikasi menjadi faktor yang penting dalam proses tersebut. Menggunakan bahasa yang santun dan pikiran yang dingin. Jika ada emosi yang terlanjur meluap, berkenan untuk meminta maaf agar dapat menguap.

Jika semua saling mengerti..

Saat tidak mampu membayar tanggungan listrik dan air bulanan yang begitu besar, maka menggunakan seperlunya adalah kunci. Tidak menyepelekan bahwa anggota keluarga yang lain masih bisa membayarnya, atau ketika ada keringanan dari penyedia tenaga listrik dan air. Pikirkan saat masa sulit, maka akan timbul keinginan dari hati untuk membiasakan diri hidup berhemat.

Jika semua saling mengerti..

Saat memiliki keinginan, katakan dengan lugas. Diskusikan dengan bijak. Komunikasikan saat akan melakukan perubahan. Karena yang lain tidak akan tahu jika kau tak mengatakannya.

Saat yang lain melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan keinginanmu, ada baiknya jika kamu menghindari sikap menghakimi. Belum tentu yang kamu lakukan sepenuhnya benar dan sikap mereka seratus persen salah. Katakan secukupnya, jika diabaikan maka diamkanlah. Orang yang keras kepala akan tetap menjadi keras kepala saat mereka belum ingin berubah.

Sebaliknya, saat kritik datang, mendengarkan dan pelajari sebelum mengaplikasikan sebagian atau seluruhnya kritik yang baik. Bisa jadi mereka yang mengkritik adalah orang yang peduli, dan jika kamu sebenarnya telah melakukan apa yang mereka minta, katakanlah dengan sikap dan bahasa yang baik. Jika mereka tetap tak peduli, diamkanlah. Mereka mungkin masih memerlukan pengakuan sebagai orang yang benar.

Jika semua saling mengerti..

Untuk menjadi sempurna? Tak ada manusia sempurna. Menjadi lebih baik? Bisa jadi. Jika dan hanya jika semua saling mengerti. Tak akan ada habisnya mengingat segala salah dan kurang—sesuai hakikat manusia. Memang sulit untuk mengerti, tapi bukan berarti tidak akan mungkin.

Kebutuhan setiap orang berbeda. Harapan setiap orang untuk diperlakukan juga berbeda. Jika semua saling mengerti, maka perlakuan terhadap orang lain akan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Jika sering tak sejalan, komunikasikan. Lalu penuhi sesuai kebutuhannya.

Jika semua saling mengerti, apa yang kukatakan sejak awal tadi akan menjadi hal yang mungkin untuk dilakukan. Menghargai proses dan meluangkan waktu untuk sejenak mengerti, bahwa setiap orang butuh untuk diperlakukan dengan baik sesuai kebutuhan, tak terkecuali dirimu.

Untukmu yang sedang berproses, semoga apa yang kamu perjuangkan saat ini menjadi sesuatu yang berharga dan membuatmu bahagia, ya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Annisa Istika

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap