Jurus Jitu Menyikapi Kelangkaan Minyak Goreng

Jurus Jitu Menyikapi Kelangkaan Minyak Goreng

Kelangkaan menjadi berita yang cukup hangat belakangan ini. yang selama ini selalu ada di toko serba ada maupun warung-warung menjadi barang yang sangat susah untuk ditemukan.

Jika ada pun harganya jauh di atas harga pasaran. Ibarat pepatah: “bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami”: susah sekali.

Dok. Borneo24.com
Dok. Borneo24.com

Perlu diakui bahwa memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Makanan yang digoreng memiliki rasa yang lebih nikmat dan menggugah selera.

Maka tidak heran, saat sulit didapatkan, banyak orang terutama ibu-ibu yang resah dan gelisah.

Dok. Money.kompas.com
Dok. Money.kompas.com

kemudian perlahan-lahan menghadirkan kembali di toko serba ada. Hal ini membuat ibu-ibu berlomba-lomba untuk mengantre mendapatkannya.

Baca juga  Cara Menjernihkan Minyak Jelantah Alami & Sehat

Mirisnya, antrian yang membludak ini tidak memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi.

DOK. tribunnews
DOK. tribunnews

Nah, daripada ikut-ikutan antrean panjang berhari-hari untuk mendapatkan 1 liter , yuk jadi ibu-ibu yang bijak.

Bagaimana cara bijak dalam menghadapi kelangkaan ? Ibu-ibu bisa simak beberapa cara berikut ini:

1. Kurangi Konsumsi

Makanan yang digoreng memang lezat menggoda selera, tetapi bukan berarti makanan yang kita konsumsi sehari-hari hanya bisa digoreng. Ibu-ibu harus bijak dalam mengurangi penggunaan .

Makanan bisa direbus, bisa dibakar atau dipanggang. Selain rasanya tidak kalah lezat, mengurangi konsumsi juga dapat menghindarkan kita dari kolesterol. Tidak rugi bukan?

Baca juga  Pemerintah Cabut Larangan Ekspor CPO Ke-Luar Negeri : Labil (?)

2. Jangan Latah dan Lengah

Antrean ibu-ibu yang membludak di minimarket demi mendapatkan satu liter goreng menjadi pemandangan yang memprihatinkan.

Bagaimana tidak, di masa pandemi ini para ibu tidak memperhatikan protokol kesehatan demi mendapatkan goreng. Padahal Corona masih ada di sekitar kita.

Sebagai ibu-ibu yang bijak, tentunya kita tidak boleh ikut latah mengabaikan protokol kesehatan demi goreng. Bagaimana jika ada satu saja yang terpapar di dalam antrean tersebut, tentu saja virus tersebut akan dengan mudah menyebar.

Apalagi varian Omicron dikenal lebih mudah menyebar daripada varian lainnya. Jangan sampai demi goreng seliter kita mengorbankan kesehatan ya ibu-ibu. Ingat bahwa di rumah ada anak-anak yang menanti.

Baca juga  Pemerintah Hentikan Subsidi Minyak Goreng, Apa Saja Dampaknya?

3. Pikir Kembali, Benar-Benar Butuh atau Sekadar Ikut-ikutan?

Perlu dipikirkan kembali apakah kita benar-benar membutuhkan goreng dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Jangan sampai kita sekadar ikut-ikutan panic buying, padahal tidak terlalu butuh goreng. Toh, masih banyak pilihan makanan yang tidak menggunakan goreng bukan?

Nah, bukanlah kiamat yang harus ditakuti atau membuat kita panik setengah mati.

Jadikah ibu yang bijak dalam menghadapi segala situasi termasuk ini ya. Yuk, kreasikan menu makanan sehari-hari dan kurangi konsumsi goreng.

Dengan begitu kita tidak akan panik ketika goreng sulit didapatkan.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Yusi Kurniati