Kado Terindah Untuk Kakak Ipar


Kado Terindah Untuk Kakak Ipar 1

Cinta yang pernah singgah di hati Hendra, ternyata tak pernah lekang ditelan waktu. Kini dua puluh tahun sudah berlalu, Hendra pun kini telah memasuki usia kepala dua. Begitu juga dengan Atin, sosok wanita cantik yang pernah hadir dalam kehidupan Hendra, Ia pun tak ada bedanya. Atin kini juga menadi sesosok Ibu Rumah Tangga yang juga telah berkepala dua.

10 Oktober, adalah tanggal yang selalu menadi ingatan bagi Hendra. 10 Oktobr  adalah tanggal dimana sesosok gadis mungil pernah dilahirkan. Seiring waktu Atin tumbuh manadi seorang anak yang menadi dambaan bagi seorang pria. Bukan saja lantaran parasnya yang manis dan mempesona, tapi sikap ramah dan budi baiknya yang membuat banyak pemuda kagum sejak Atin masih tumbuh menadi seorang gadis remaja.

Hendra, yang kini telah menjadi adik ipar Atin adalah satu diantara pemuda yang sangat mengagumi dan mencintai Atin. Khewatiran hatinya akan cintanya yang bakalan ditolak, membuat Hendra mengurungkan niatnya untuk menyatakan cintanya pada Atin. Meski kala itu samar-samar ada lampu hijau yang dapat menghantarkan Hendra pada kehidupan Atin, namun Hendra tetap khawatir. 

Beruntung Atin mempunyai seorang adik perempuan yang tak seberapa jauh beda dengan Atin, baik dari segi wajah maupun sikapnya. Untuk bisa terus dekat dengan Atin, Hendra mencoba untuk mendekati adiknya. Rupanya takdir memang membawa Hendra untuk senantiasa dekat dengan Atin. Kedekatan Hendra dengan adik Atin membuat adik Atin merasa nyaman dan merasa memiliki tempat untuk bersandar hingga akhirnya menghantarkan ke jenang pernikahan.

Jauh sebelum Hendra memutuskan untuk menikahi adik Atin, Atin sudah dahulu berumah tangga dengan teman sepermainan Hendra; Sebut saja namanya Andi. Dulu Hendra dan Andi sering dalam satu kelompok pergaulan sehingga keduanya pun sudah akrab dan tak canggung lagi bercengkerama dengan Andi yang kini menadi kakak Ipar Hendra.

Perjalanan pernikahan mereka berdua terus melaju hingga sama-sama semakin tambah dewasa. Tapi apa faktanya, Hendra yang dahulu memang sangat mendambakan sang kakak ipar, terus dibayang-bayangi rasa cinta dan sayang terhadap kakak iparnya itu. Terkdang Hendra sering cemburu tanpa alasan, bahkan saat Atin sedang bersendagurau dengan suaminyapun, Hendra merasa jeles. Tak tahu apa sebenarnya yang ada dalam benak Hendra, sementara dirinya telah memutuskan untuk memilih sang adik tapi entah mengapa terus berusaha mengejar cinta Atin.

10 Oktober 2020, tiba hari jadi Atin dalam usianya yang kini genap memasuki 30 tahun. 10 Oktober waktu yang selalu diingat Hendra. Hendra tak tahu lagi bagaimana untuk mengungkapkan perasaan cinta yang hingga kini masih tertanam kuat dalam hatinya. Bagaimana bisa terus dekat tanpa ada masalah dengan kak iparnya. 

Ya, satu-satunya jalan adalah dengan memberikan cindramata kepada Atin. Dengan cindramata ini Atin akan tahu bahwa hingga hari ini Hendra masih memiliki rasa cinta dengan Atin yang kini telah menjadi iparnya. 

Namun sayangnya meskipun Hendra telah memberanikan diri memberikan sesuatu kepada Atin, Hendra masih juga belum sanggup menyatakan cinta kepada Atin; Atau memang apa yang Ia berikan didasari rasa yang tulus tanpa mengharapkan imbalan apapun. Tapi faktanya Hendra masih tetap menyimpan rasa dengan Atin.

Atin sendiri merasa senang dengan apa yang Hendra berikan, bahkan cindra mata itu selalu dipajangnya tanpa pengetahuan sang suami. Kado itu berupa tirai jendela yang setiap saat menjadi ingatan setiap kali Atin membuka setiap jendela rumahnya. 

Meski tak seberapa harganya, tapi nilainya yang terus mengingatkan Atin akan sosok iparnya yang terus mencintai dan menyayangi dirinya, bahkan lebih sayang dari suaminya sendiri. Meski mereka tak bisa bersatu, namun kedekatan mereka terus terjaga dan kado ini menjadi kado terindah yang tak pernah Atin dapatkan dari siapapun termasuk dari Andi yang kini menadi sandaran hidupnya.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hendri Sumarno

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap