Kalibrasi Alat Radioterapi Menjadi Pengaruh Penting Kesembuhan Penyakit Kanker

Kalibrasi Alat Radioterapi Menjadi Pengaruh Penting Kesembuhan Penyakit Kanker

Tidak dapat dipungkiri bahwa kanker adalah urutan keenam paling mematikan tingkat global tahun menurut World Health Organization (). Kematian akibat kanker trakea, kanker bronkus, dan kanker paru-paru telah meningkat dari 1,2 juta jiwa menjadi 1,8 juta jiwa.

Pertama-tama, perlu dipertimbangkan efektivitas alat radioterapi (terapi radiasi dan kemoterapi) sebagai pengobatan pasien kanker setiap kali alat akan digunakan.

Tidak hanya menyembuhkan, tetapi alat radioterapi juga memiliki jika radiasi yang terpancarkan kepada pasien tidak tepat (precise). Jika pancaran radiasi mengenai pasien melebihi dosis serap , akan membuat stamina pasien menurun.

Baca juga  Tahu Nggak Kalau Makanan Ini Bisa Picu Kanker!

Sehingga, samping pasca pengobatan radioterapi pasien juga akan semakin parah/meningkat yang dapat menyebabkan pasien terbaring lemah, dan bahkan berkemungkinan sampai meninggal.

Kedua, pengobatan radioterapi untuk pasien kanker terdapat berbagai macam, diantaranya adalah pemaparan sinar-x, kemoterapi, dan sebagainya. Beberapa jenis pengobatan tersebut biasanya dilakukan berkali-kali sesuai anjuran masing-masing pasien.

Dengan penggunaan berulang dan selama periode tertentu, tentu kualitas semua peralatan cenderung menurun dan hal tersebut mempengaruhi akurasi dan presisinya. Untuk itu, sebuah mesin alat radioterapi yang sebelumnya hanya dikalibrasi saat alat masih baru, harus dilakukan kalibrasi secara rutin, minimal 6 bulan sekali.

Sederhananya, kalibrasi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk meminimalkan ketidakpastian pengukuran dengan memastikan akurasi sebuah alat radioterapi. penyimpangan dalam pengukuran efektifitas alat dalam industri akan menjadi hal yang sangat membahayakan, terutama bagi pasien. Terlebih, kesehatan dan keselamatan pasien adalah prioritas yang dalam industri medis.

Baca juga  4 Manfaat Daun Kelor Yang Harus Anda Ketahui

Ketiga, saya merasa bahwa keseriusan beberapa kanker di Indonesia masih kurang. Artinya, pihak terlihat lebih fokus pada obat-obatan yang dikonsumsi pasien dan pola hidup pasien, tetapi kurang fokus pada pemeliharaan alat-alat radioterapi.

Pemeliharaan dan kalibrasi perlu dilakukan secara rutin berkala sesuai petunjuk tertulis dari perusahaan pembuat alat radioterapi, jika ada yang ditemukan, tindakan korektif harus diambil secara bertanggung jawab. Alat kalibrasi (kalibrator) yang digunakan pun harus dengan kualitas .

Baca juga  Hindari Kematian dengan Mengetahui Tanda-Tanda Kanker Payudara dan Pencegahannya

Meskipun populer dikatakan bahwa satu kali pengujian kalibrasi dapat bertahan hingga satu tahun interval, tidak dapat dipungkiri terjadinya kekeliruan atau kerusakan alat radioterapi secara mendadak.

Bagaimanapun, taruhan nyawa pasien kanker berada di tangan alat radioterapi, dengan besar dosis radiasi yang dipancarkan oleh alat kepada pasien, dan berapa besar nilai kestabilan sebuah alat radioterapi yang digunakan setiap kali pengobatan.

Pemeliharaan dan kalibrasi secara rutin dan berkala harus dilakukan dengan optimal. Dengan itu, menurut saya akan dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien penyakit kanker.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Laura Regita