Kamu Ketakutan Jauh dari Ponsel walau Sebentar? Jangan-jangan Nomophobia?

Kamu Ketakutan Jauh dari Ponsel walau Sebentar? Jangan-jangan Nomophobia? 1

Halo para pembaca Digstraksi yang setia. Apakah sebagian atau kebanyakan dari kita pernah mengalami sebuah situasi di mana saat kita jauh dari telepon pintar yang kita miliki, maka kita akan merasakan perasaan tidak nyaman, cemas, canggung di tempat umum, hingga tindakan berlebihan lainnya?

Atau justru kita malah tipe orang yang kalau ke mana-mana tidak bisa tidak membawa smartphone, baik itu saat tidur, ke kamar mandi, teras, berpergian, kumpul dengan teman, hingga lain sebagainya? Bahkan ada juga yang begitu merasa panik dan ketakutan berlebih saat mereka tidak mampu menemukan benda pipih nan canggih tersebut dan akan merasa lega luar biasa jika sudah mendapatkannya kembali.

Wah boleh jadi itu ciri-ciri kita sedang terjangkit suatu fobia yang disebut dengan nomophobia. Apa itu nomophobia?  Seperti dilansir dari Kontan.co.id nomophobia (no mobile phone pobhia) ialah gangguan rasa ketakutan yang berlebihan apabila individu atau orang tersebut berada jauh dari gadget atau telepon pintar yang ia miliki. Lantas, wajar ga sih kalau kita merasa demikian?

Tentu saja hal ini tidaklah wajar, karena akan menghambat aktivitas normal kita sehari-hari. Baik dalam belajar, bekerja, istirahat, dan lain sebagainya pasti akan terganggu sekali. Penderita nomophobia akan seringkali merasa gelisah, khawatir, cemas, dan merasakan gejala seperti berkeringat, tubuh dingin, bingung, saat ia tidak berada dekat atau memegang ponselnya. Ya, seperti ketakutan atau phobia lainnya yang hampir memiliki kesamaan dalam perihal rasa takut, hanya saja yang membedakan adalah objeknya.

Teknologi semakin berkembang terutama di dunia kesehatan, maka tidak dipungkiri pula jika penyakit yang muncul juga turut update mengiringi kemajuan ini.

Para penderita nomophobia ini akan sering merasa stress jika mereka kehilangan gadget yang mereka miliki. Akan sangat mudah panik dan cemas apabila mereka jauh dari gawainya dan sesegera mungkin mencari charger jika baterainya kehabisan.

pixabay.com
pixabay.com

Beberapa karakteristik dari penderita nomophobia biasanya dapat tercermin dari perilakunya yang tidak mampu meninggalkan telepon pintarnya kemanapun ia pergi dan sekalipun itu bukanlah tempat yang lazim. Kamar mandi atau saat makan misalnya. Dan mereka para penderita fobia ini juga lebih sering kurang berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekitarnya, serta lebih nyaman menikmati dunianya sendiri di dalam smartphone miliknya.

Mungkin di zaman dahulu sebelum smartphone mulai bertebaran di muka bumi, kita akan melihat suatu pemandangan yang asri di mana orang-orang saat berpapasan di keramaian tidak akan menunduk dan fokus pada apa yang dibawanya selalu, namun saling melempar senyum dan bertegur sapa. Khususnya Indonesia. Namun lambat laun, hal ini menjadi hal yang pasif terjadi terutama di kalangan anak muda yang justru lebih fokus dengan gadget mereka masing-masing. Senantiasa menunduk dan menunduk.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Untuk menghilangkan kecanduan ini, perlunya perhatian orang tua sangat dianjurkan. Dan pergi ke psikolog atau psikiater mungkin adalah salah satu jalan alternatif guna memperbaiki sedikit demi sedikit efek dari fobia pada penderita. Tapi mungkin, hal ini bisa dimulai dengan kesadaran dari diri sendiri dan pengaruh lingkungan sekitarnya.

Referensi :

https://amp.kontan.co.id/news/mengenal-nomophobia-ketakutan-berlebih-tidak-bisa-jauh-dari-ponsel

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Soreane Sore