Kartel Narkoba Cali, Korporasi Kokain Terbesar di Dunia

Kartel Narkoba Cali, Korporasi Kokain Terbesar di Dunia 1
Gambaran Kartel Cali dari film Narcos, Netflix.

Sebagian orang pasti sudah sangat mengenal siapa itu Pablo Escobar. Namun Escobar bukanlah satu-satunya ikan hiu di dalam kolam dunia Narcos. Salah satu ikan hiu lain yang bernasib lebih mujur adalah Gilberto Rodriguez Orejuela. Dijuluki sebagai “El Ajedrecista” atau “The Chess Player” karena kelihaiannya berpikir selangkah di depan semua orang. Gilberto sendiri merupakan pentolan dari pimpinan kartel Cali. Pada masa keemasannya kartel narkoba yang berpusat di kota Cali, Kolombia ini menjadi penguasa 80% pasar kokain dunia.

Kartel Cali sendiri dipunggawai oleh Gilberto dengan saudaranya Miguel Rodriguez Orejuela, beserta dua orang lainnya yaitu Jose Santacruz Londono dan Helmer Herrera “Pacho”. Mereka menamai grupnya dengan nama “Los Caballeros de Cali” (“Gentlemen of Cali”), dikarenakan koneksi politik dan bisnis yang sangat kuat. Tidak seperti pesaing utamanya, kartel medellin pimpinan Pablo Escobar yang dekat dengan rakyat kecil, Kartel Cali memilih untuk dekat dengan kaum elite dan penguasa. Dengan pengaruh grup sosialitanya kartel Cali dapat melakukan sistem penyogokkan yang lebih efektif. Selain itu, dikarenakan seluruh sorot mata Kolombia sedang mengarah ke Pablo Escobar, kartel Cali dapat tumbuh lebih besar dalam senyap.

Pada awalnya kartel ini bergerak dibidang penyelundupan marijuana. Namun dikarenakan keuntungannya yang kecil, kartel ini mengganti marijuana dengan kokain. Pada era tahun 1970-an perdagangan gelap narkotika di Amerika Serikat masih dikuasai oleh Heroin dan Ganja. Sehingga kehadiran Kokain yang diselundupkan dari Kolombia belum menjadi pantauan utama Drug Enforcement Administration. Grup kartel tersebut mengirim Pacho ke New York untuk membangun jaringan distribusi kokain terbesar kedua di Amerika Serikat. 

Dalam melakukan aktivitas produksi dan penyelundupannya kartel Cali melakukan inovasi yang selalu selangkah lebih maju dibandingkan pemain lain. Mereka memindahkan dapur kimianya keluar Kolombia menuju Peru dan Bolivia, sehingga kepolisian Kolombia kesulitan dalam melakukan operasi penangkapan. Selain itu dengan menyuap beberapa pejabat publik yang tepat, kartel ini dapat mengamankan jalur penyelundupan baru melalui Panama. Dalam menghasilkan inovasi produk kartel ini juga membangun divisi riset yang mengundang beberapa ahli kimia dari Jepang. Semua inovasi ini berhasil menyingkirkan atau membuat pesaing kecil produsen kokain bergabung dengan kartel Cali. Hingga pertengahan 1990-an kerajaan kokain kartel ini sudah bertransformasi menjadi raksasa multi-miliar dollar. 

Inovasi tidak berhenti dibidang produksi dan distribusi, kartel Cali juga berinovasi dalam bidang pencucian uang dengan cara membuat jaringan bank, telepon, dan pabrik farmasi. Walaupun terkesan bersih cara ini memiliki kelemahan pada audit tahunan oleh badan pengawas keuangan. Perusahaan hasil investasi kartel ini tidak pernah sehat secara fiskal, sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana perusahaan-perusahaan ini bertahan? Tidak berhenti disitu, apabila dilakukan penelusuran secara detail uang investasi ini bahkan berhubungan dengan grup industrialis Rusia. 

Dalam mengamankan perdagangan ilegalnya, kartel ini melakukan tindak kejahatan terogranisir yang tidak kalah keji dengan pesaing-pesaingnya bahkan terkesan senyap dan cepat. berbekal penguasaan jaringan telepon, kartel ini berhasil memata-matai semua orang di Kolombia. Seringkali dalam melakukan perang narkotika, pasukan dari kartel ini menghabisi beberapa musuhnya disaat mereka lengah, lalu membuang mayatnya di tengah jalan dalam rangka menimbulkan kepanikan besar. 

Miguel Rodriguez Orejuela saat ekstradisi.
Miguel Rodriguez Orejuela saat ekstradisi.

Seperti kata pepatah China, tidak ada pesta yang tidak berakhir. Kartel ini berhasil dibubarkan pada bulan Juni-Juli 1995. Pada tahun 2006, Rodriguez bersaudara diekstradisi ke Amerika. Dalam pengakuannya, mereka berjanji memberikan 2,1 Miliar Dollar aset mereka, walaupun begitu mereka tidak dijatuhi hukuman untuk memberikan informasi detail mengenai keterlibatan orang-orang lain dalam jaringannya. Jadi pertanyaannya sekarang apakah kartel Cali sudah benar-benar bubar?

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Piko Prasetyo

   

Saya seorang pelajar/mahasiswa yang menyukai pengembangan IPTEK dan pembelajaran STEM. Selain hal tersebut saya tertarik pada musik klasik dan juga pablo picasso semenjak SMP, Sejarah semenjak saya SD dan akhir-akhir ini saya mengikuti anime dan dunia otaku. Ya memang antara semuanya tidak nyambung dan saling tidak mendukung tetapi seperti kata pepatah internet meme "why not both?", saya lebih senang "why not everything?".