Kasus Investasi Bodong 212 MART Samarinda, Cerminan Investasi Yang Hanya Janji-Janji Surga


Berkaca dari Kasus Investasi 212 Mart Bodong di Samarinda , Bagaimana peraturan terkait investasi yang benar dan aman ?

Kasus Investasi 212 Mart Di samarinda yang digadang-digadang mensejahterakan umat malah justru menyengsarakan para investornya. Koperasi  Syariah  212 Mart di Samarinda dilaporkan ke Pihak kepolisian karena diduga sudah merugikan investornya dengan modus penggelapan dan penipuan  dengan jumlah yang tidak kecil yakni sebesar 2 milyar . Korbannya mencapai kurang lebih 600 orang seperti yang disampaikan oleh LBH Lentera Borneo dalam beberapa media online . LBH Lentera Boneo merupakan kuasa hukum yang mendampingi beberapa korban.

Kasus semacam ini bukanlah kali pertama yang terjadi di Indonesia,beberapa kasus serupa pernah terjadi dengan jumlah yang tidak sedikit pula. Belum lama hilang dari ingatan, Kasus beberapa investasi  seperti Pandawa Group,MeMiles maupun investasi dalam kegiatan umroh dan haji serta berbagai macam investasi  yang bermasalah bahkan merugikan investornya .Kerugiannya tidak main-main  dengan jumlah mencapai kurang lebih 92 T! 

Mengapa fenomena ini sering terjadi ? Apakah masyarakat tidak belajar dari kasus-kasus sebelumnya ataukah kurangnya literasi ?  Sebenarnya kasus-kasus investasi bodong yangi  kerap terjadi bukan hanya disebabkan dua hal tersebut,  namun lebih kepada sifat grusa-grusu/terburu-buru  maupun juga  sifat mudah terbawa perasaan masyarakat  yang  sering menjadi  sasaran empuk para pelaku investasi bodong. 

Dalam kasus 212 mart, Embel-embel kebangkitan kekuatan ekonomi umat  Islam menjadi slogan dan motto dari koperasi tersebut.  Hal ini terinspirasi dari  gerakan politik PA 212, meskipun Koperasi 212 Mart Samarinda tidak terhubung langsung dengan Jaringan Koperasi Syariah 212.  Faktanya  telah menjadi magnet kuat masyarakat untuk menginvestasikan sejumlah uang mereka ke sana. Dengan mengesampingkan logika didukung pula pengetahuan investasi  yang  minim, maka masyarakat awam dapat dengan mudah digaet oleh para pelaku.

Dalam berinvestasi harus berhati-hati dan mempertimbangkan segala hal.
Dalam berinvestasi harus berhati-hati dan mempertimbangkan segala hal.

LANTAS BAGAIMANAKAH CARA AGAR BERINVESTASI DENGAN BENAR DAN AMAN SESUAI DENGAN PERATURAN HUKUM YANG BERLAKU ?

Dalam melakukan investasi, beberapa factor penting yang harus diperhatikan  oleh masyarakat  sebelum melakukannya yakni :

  1. Selalu mendalami dan memahami jenis-jenis atau produk apa saja yang ada dalam bentuk  investasi,pendanaan,pengumpulan modal masyarakat  maupun  kerjasama  yang ditawarkan oleh entitas usaha.
  2. Mengedepankan logika serta perhitungan yang cermat terkait penawaran-penawaran investasi serta memikirkan resiko yang dihadapi
  3. Melakukan penggalian informasi dan pengecekan terkait legalitas ,dokumen maupun perizinan entitas usaha maupun perusahaan yang melakukan penawaran investasi.
  4. Memisahkan dana yang digunakan untuk investasi dengan dana tabungan dan dana untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Kasus Investasi Bodong 212 MART Samarinda, Cerminan Investasi Yang Hanya Janji-Janji Surga 1

Dari sisi hukum sendiri, sebenarnya Negara telah mengatur terkait  aturan hukum beserta lembaga yang mengawasi  investasi-investasi yang bersifat illegal.  Lembaga yang bertugas melindungi masyarakat  agar terhindar dari  Investasi bodong adalah Satgas Waspada Investasi  OJK. Sedangkan dalam aturan hukum, mengambil contoh terkait dengan kasus 212 mart Samarinda apabila ditemukan tindak pidana  penggelapan dan penipuan dalam penyelidikan lebih lanjut, maka Koperasi 212 Mart  Samarinda dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP Tindak Pidana Penipuan   yang berbunyi:

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Sedangkan Pasal Penggelapan telah diatur dalam Pasal 372 KUHP yang berbunyi :

Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Namun merujuk pada fakta-fakta awal maka yang lebih tepat dalam menjerat pelaku investasi bodong Koperasi 212 Mart  Samarinda adalah Pasal 378 KUHP karena  investasi bersifat penanaman modal  atau dapat dimaknai sebagai  hutang  kepada 212 mart . Unsur tipu muslihat dan rangkaian kebohongan  adalah janji pengembalian. atau biasa disebut ROI (Return On Investment ) yang tidak pernah terealisasi.

Lebih lanjut dalam Peraturan Mahkamah Agung juga telah diatur  terkait dengan Tata Cara Tindak Pidana Korporasi dalam Peraturan mahkamah agung  no 13 tahun 2016  dikarenakan investasi bodong biasanya dilakukan oleh sebuah korporasi maupun badan hukum (dalam kasus ini Koperasi 212 Mart Samarinda) yang mengacu pada definisi berikut :

 -Tindak pidana oleh Korporasi merupakan tindak pidana yang dilakukan  oleh  orang  berdasarkan  hubungan  kerja,  atau berdasarkan  hubungan  lain,  baik  sendiri-sendiri  maupun bersama-sama  yang  bertindak  untuk  dan  atas  nama Korporasi di dalam maupun di luar Lingkungan Korporasi.

 Pasal 4 (1)Korporasi dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana sesuai  dengan  ketentuan  pidana  Korporasi  dalam undang-undang yang mengatur tentang Korporasi. (2)Dalam menjatuhkan pidana terhadap  Korporasi, Hakim dapat menilai kesalahan Korporasi sebagaimana ayat (1) antara lain: 

a.Korporasi  dapat  memperoleh  keuntungan  atau manfaat  dari  tindak  pidana  tersebut  atau  tindak pidana  tersebut  dilakukan  untuk  kepentingan Korporasi;

b.Korporasi  membiarkan  terjadinya  tindak  pidana; atau

c.Korporasi  tidak  melakukan  langkah-langkah  yang diperlukan   untuk   melakukan   pencegahan, mencegah dampak yang lebih besar dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku guna menghindari terjadinya tindak pidana.

Tetap saja upaya pencegahan dan proteksi dini  tetap harus dilakukan, jangan sampai dana investasi hilang mulai panik,selalu waspada apabila ada yang menawarkan janji-janji surga seperti return on investment/pengembalian yang sangat tinggi  dan tidak jelas, apalagi menawarkan jalur masuk surga beneran diiringi bidadari ,jangan deh! Hakikatnya yang menentukan masuk Surga itu Cuma TUHAN YANG MAHA ESA! Mengutip nasihat dari Ketua  Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Bapak Tongam L. Tobing , dalam berinvestasi masyarakat harus  mengingat prinsip 2L yaitu logis dan legal. Logis artinya masyarakat harus bisa  skeptis atas penawaran yang bersifat tidak memiliki resiko dan legal artinya agar kegiatan usaha tersebut memiliki izin dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Oh iya satu lagi, Jangan mudah terbawa perasaan ya,cukup anda dan mantan anda saja yang baper,jangan sampai dalam hal investasi,bisa-bisa mau bangkit malah bangkrut.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Samudra Putra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap