Kasus Judi Daring Dan Dampaknya Terhadap Bangsa

Kasus Judi Daring Dan Dampaknya Terhadap Bangsa

Akhir-akhir ini lagi maraknya perbincangan judi daring pada kalangan masyarakat sebagaimana yang telah diatur dalam KUHP dalam pasal 303 ayat (1) yang berbunyi orang yang tidak berhak menuntut pencarian dengan jalan sengaja mengadakan atau memberi kesempatan bermain judi atas sengaja turut campur dalam perusahaan judi tersebut.

Maka diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun apabila si terdakwa menjalani vonis selama satu tahun atau 8 bulan maka hakim melihat bahwasanya ada unsur-unsur terdakwa tersebut tidak harus sesuai ketentuan dalam KUHP.

Dalam kasus judi daring di internet bahwasanya telah diatur dalam pasal 27 ayat (2) UU ITE dalam pasal tersebut pelaku judi daring diancam dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda sebanyak 1 miliar.

Baca juga  Mau Jadi Detektif? Yuk, Cobain 5 Game Investigasi Kriminal Ini!

Pelaku judi tersebut adalah mereka dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk bermain judi dengan judi tersebut di jadikan sebagai pencarian sehari-hari.

Bahayanya judi daring dapat membuat seseorang kecanduan sehingga para pelaku hendak bertindak membuat kejahatan, demi memperoleh uang untuk ikut serta dalam perjudian tersebut.

Dengan adanya kemajuan internet sehingga dapat memperoleh situs-situs perjudian daring. Bahkan bisa berdampak pada anak-anak di bawah umur, apabila tidak ada pengawasan dari orang tua.

Masyarakat dengan mudahnya melakukan perjudian daring pada telepon genggam yang mereka miliki.

Untuk hal ini, diperlukan adanya pengawasan yang ketat dari pihak berwajib.

Karena judi tidak lagi bisa diliat secara telanjang mata, melainkan kasatmata dan dengan permainan jari jemari tiap orang.

Baca juga  Drama Psikologi Kriminal Terbaik: Review Drama Through the Darkness (2022)

Banyaknya masyarakat yang dirugikan oleh adanya perjudian daring tersebut. Kurangnya bukti serta data yang akurat terkait korban perjudian daring, membuat pihak kepolisian kesulitan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Dampak kerugian yang dialami oleh korban juga begitu besar kehilangan uang bahkan aset yang dimiliki.

Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa judi daring ini hukumnya haram karena, judi daring ini bermodalkan telepon dan uang ribuan rupiah yang mengadu nasib dalam kasus illegal ini.

Untuk mencegah para penjudi ini, maka polisi harus menindak tegas.

Dengan cara masyarakat harus melaporkan kepada kepolisian apabila melihat aktivitas perjudian dan masyarakat yang melaporkannya harus punya bukti yang kuat.

Baca juga  5 Film Tentang Penjara Terbaik Sepanjang Masa

Perlunya kesadaran dan pemahaman bagi masyarakat yang gemar melakukan kegiatan judi tersebut.

Penggunaan telepon genggam yang bijak juga menjadi dasar utama diri sendiri untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak dinginkan, sehingga tidak adanya pihak yang dirugikan oleh aplikasi judi daring tersebut.

Terakhir penulis menyampaikan, berjudi merupakan kegiatan yang haram dilakukan.

Bekerjalah dengan giat agar mendapatkan hasil yang diinginkan dengan jerih payah keringat sendiri.

Kemenangan yang didapatkan dari hasil berjudi baik secara daring maupun langsung adalah kemenangan yang bisa dirasakan hanya sementara saja, dampak kerugian yang dialami jauh lebih besar dan tentunya bisa mencelakakan diri sendiri ataupun orang lain.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Istofa Daulay