Keadaan Para Pelajar Disaat Pandemi

Keadaan Para Pelajar Disaat Pandemi 3

Tahun 2020 adalah tahun yang berat untuk semua orang. Banyak yang merasakan kehilangan kesedihan serta hal-hal yang tak terduga lainnya. Bulan Januari 2020, di awali dengan banjir yang melanda hampir seluruh daerah di Jakarta. Tak selang berapa lama dari usainya kejadian tersebut semua masyarakat di dunia di hebohkan dengan adanya pemberitaan virus korona yang bermula di Wuhan, Cina. Publik awalnya tidak menaruh perhatian banyak terhadap virus ini para masyarakat tetap menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Tapi, siapa sangka virus yang awalnya hanya sekedar virus sekarang telah merajalela di seluruh dunia yang membuat perubahan besar terhadap kehidupan di seluruh dunia.

Hal itu pula yang terjadi di Indonesia. Para masyarakat yang awalnya lengah terhadap virus korona ini, karena menganggap bahwa virus ini tidak akan masuk ke Indonesia ternyata adalah sebuah kesalahan fatal yang dilakukan masyarakat dan pemerintah kita. Kita yang tidak mewaspadai akan bahayanya virus ini pun akhirnya menanggung akibatnya. Seluruh aktivitas dirumahkan, bahkan banyak orang-orang kehilangan pekerjaannya dan terpaksa untuk menjadi pengangguran.

Itupula yang terjadi di dunia pendidikan di Indonesia. Para pelajar yang awalnya hanya  diliburkan dua minggu menjadi libur panjang yang tak usai. Hingga pada akhirnya diputuskan pula untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah via daring. Tentu hal ini adalah hal yang cukup meresahkan bagi para pelajar kebanyakan. Ada yang tidak bisa menangkap pelajaran dengan baik, ada yang merasa menjadi tambah malas dan tidak bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar, dan masih banyak hal-hal yang tentunya dikeuluhkan oleh para pelajar ini di kala pandemi  ini.

Para pelajar merasa bahwa sistem daring yang dilakukan saat ini sangat-sangat tidak efisien mengingat banyaknya keluhan yang dirasakan oleh para pelajar ini sendiri. Banyak kendala yang dirasakan oleh para pelajar, seperti halnya lebih susah dalam memahami materi yang disampaikan. Tapi, kendala jaringan intenet yang tidak stabil adalah hal yang juga menjadi keluhan yang paling banyak di keluarkan oleh para pelajar di kegiatan belajar-mengajar via daring seperti ini. Terutama bagi mereka yang berada di daerah pedesaan yang mana jaringan internet sangat susah untuk didapatkan. Tak sedikit dari mereka yang rela berjalan keluar rumah demi mencari sinyal atau jaringan yang bagus demi untuk megikuti proses belajar-mengajar tersebut.

Tidak hanya soal jaringan atau kendala sinyal saja yang mengggangu kelancaran proses belajar-mengajar ini. Masih banyak para pelajar diluar sana yang bahkan tidak mempunyai ponsel atau laptop untuk belajar. Tentu hal ini menjadi kendala yang besar untuk mereka. Bagaimana mereka bisa megikuti kelas untuk belajar jika benda utama dalam proses belajar itu pun tidak ada. Tidak sedikit dari mereka yang harus membeli ponsel baru demi kelancaran proses belajar mereka. Dan tidak sedikit pula orang tua yang rela untuk berhutang atau meminjam uang demi membelikan anak mereka ponsel agar anak mereka bisa belajar dengan baik dan nyaman.

Keadaan Para Pelajar Disaat Pandemi 5

Tidak hanya sampai disitu, belakangan ini pula para pelajar mulai mengeluhkan tentang tugas yang diberikan oleh guru atau dosen mereka. Mereka yang kesusahan dalam mencerna materi pembelajaran karena adanya  ‘pembatas’ saat mereka belajar membuat mereka cukup kewalahan untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka tersebut. Tidak sedikit pula dari mereka yang mengalami rasa stress karena banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan. Hal ini ditambah parah karena keadaan kita yang masih terkurung dalam ketakutan akan virus korona yang membuat kita susah untuk pergi keluar rumah hanya untuk sekdar merelaksasikan diri dan pikiran.

Para pelajar ini pun mulai mengeluh karena mereka yang tidak bisa bertemu langsung dan merasakan indahnya bermain bersama teman-teman di dalam lingkungan tempat mereka belajar. Tidak sedikit yang meminta agar sekolah cepat dibuka kembali dan melakukan proses belajar-mengajar dengan normal seperti sedia kala. Walaupun mungkin banyak yang sudah merasa nyaman di kondisi daring seperti ini, karena mereka tak perlu payah untuk pergi pagi-pagi dan ketakutan karena pintu gerbang yang telah ditutup karena mereka bangun kesiangan. Tetapi, tetap saja para pelajar ini pun tetap mearasakan kerinduan dengan para teman-teman mereka, bermain, bercanda di kala menumpuk nya tugas dan materi yang diberikan.

Bahkan, tidak hanya pelajar yang mengeluhkan hal tersebut. Para guru-guru yang mengajar pun terkadang mengeluhkan hal yang sama. Mau itu dikarekan sinyal atau jaringan yang tidak stabil ataupun para pelajar yang tidak mengikuti proses belajar dengan baik dikarenakan banyaknya hambatan yang terjadi selama proses belajar mengajar tersebut. Kita yang sedang berada di kondisi seperti ini merasakan hal yang sama. Mau itu dari sisi para pelajar ataupun para pengajar.

Yang bisa kita lakukan di masa-masa sulit seperti masa pandemi ini adalah dengan saling menguatkan satu sama lain. Kita sama-sama saling membantu agar kita bisa segera merasakan kehidupan normal seperti sedia kala. Tidak takut akan keluar rumah, tidak takut untuk berinteraksi dengan orang, tidak takut untuk berkerumun di tempat ramai. Untuk itu kita sebisa mungkin untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan tubuh kita di masa sulit seperti ini.

Kita boleh mengeluh untuk hal-hal yang mungkin membuat kita lelah atau meresahkan jiwa kita, tetapi kita hrus ingat bahwa kita bisa bertahan dan masih bisa menjalani hidup seprti sekarang adalah hal yang harus sangat disyukuri. Walaupun kita mearasa banyak hal sulit yang terjadi kita harus tetap semangat dan berdoa agar hal-hal sulit ini cepat berlalu.

Dari sekian banyak keluhan yang dirasakan para pelajar ini, kita harus tetap bersyukur bisa tetap berada di kondisi sehat tanpa ada kekurangan. Di masa pandemi ini banyak dari kita yang kehilangan, kehilangan keluarga, kehilangan pekerjaan dan lainnya. Kita para pelajar yang masih bisa tetap belajar walaupun terbatas, karena seluruh aktivitas dialihkan ke via daring yang dilakukan dari rumah, tetapi kita harus tetap bisa menerima dan bersyukur akan apa yang kita dapat. Kita cukup menikmati dan menjalani apa yang sekarang sedang kita jalani dan berdoa supaya pandemi ini bisa cepat berakhir dan kita bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Astri Rahma Deyta