Kebijakan Islam dalam Pengatasan Kemiskinan

Kebijakan Islam dalam Pengatasan Kemiskinan

Setiap masyarakat akan dilanda kemiskinan salah satu penyebabnya adalah terbatasnya sumber daya alam atau sumber modal. Kemiskinan ini adalah hal yang paling sering terjadi di setiap negara. Mungkin kemiskinan bisa terjadi karena kurangnya pendidikan di dalam negri ini. Dan masyarakat pun tidak akan merasa kesulitan untuk menerima  pemasukan atau menerima keuangan mereka, jika pendidikan mereka baik dan paling tidak mereka mengetahui ilmu-ilmu dasar.

Pengetahuan itu akan sangat penting di era globalisasi atau era teknologi yang canggih ini. Karena itu kita sebagai masyarakat harus menyeimbangi antara pengetahuan dan tekhnologi, karena pendapatan bisa kita cari melalui aplikasi dan berkembangnya pengetahuan kita. Banyaknya kemiskinan pun bukan hanya berasal dari faktor kurangnya pendidikan, akan tetapi bisa diakibatkan oleh rasa malas pada diri kita, untuk mencari lowongan pekerjaan. Perubahan iklim atau bencana alam bisa menghambat perekonomian seluruh masyarakat, karena kegagalan didalam pertanian yang akan berdampak bagi petani dan banyak orang di dalam perekonomian. Dan mungkin salah satu menurun nya perekonomian di Indonesia ini bisa terjadi karena salah satu faktor dari banyak nya orang yang melakukan korupsi terhadap uang negara atau rakyat, korupsi ini bisa menjadi salah satu faktor penurunan ekonomi yang sangat drastis, dan pertumbuhan ekonomi pun menurun, dikarenakan mengurangi pendapatan orang miskin. Maka dari itulah pemberantasan korupsi harus bisa menjadi hal yang sangat penting dalam proses mengakhiri faktor kemiskinan di dalam Negara ini, agar masyarakat menjadi makmur.

Strategi pengentasan kemiskinan islam memiliki berbagai prinsip-prinsip terkait kebijakan yang bisa dijadikan panduan untuk program pengentasan kemiskinan ddan sekaligus pencipataan lapangan kerja, yaitu :

1. Islam mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.islam mencapai pro-poor growth melalui pelarangan riba, dan mendorong sector riil, pelarangan riba secara efektif akan mengendalikan inflasi sehingga daya beli masyarakat terjaga dan stabilitas ekonomi tercipta.Islam mengarahkan modal pada kegiatan ekonomi produktif melalui keejasama ekonomi dan bisnis seperti mudhabarah, muara’ah, dan musaqat.

2. Dalam sejarah Islam, terdapat tiga prinsip utama dalam mencapai pro-poor budgeting yaitu: disiplin fiskal yang ketat,tata kelola pemerintahan yang baik, dan penggunaan anggaran negara sepenuh nyauntuk kepentingan public tidak pernah terjadi defisit anggaran dalam pemerintahan Islam walau tekanan pengeluaran sangattinggi, kecuali sekali pada masa pemerintahan Nabi Muhammad karena perang. Yang lebih banyak didorong adalah efisiensi dan penghematan anggaran melalui goodgovernance. Di dalam Islam, anggaran negara adalah harta publik sehingga anggaran menjadi sanga tresponsif  terhadap kepentingan orang miskin, seperti menyediakan makanan, membayar biaya penguburan dan utang, memberi pinjaman tanpa bunga untuk tujuan komersial, dan beasiswa bagi yang belajar agama.

3. Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memberi manfaat luas bagi masyarakat (pro-poorinfrastructure) Islam mendorong pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak eksternalitas positif dalam rangka meningkatkan kapasitas dan efisiensi perekonomian. Beliau juga memerintahkan Gubernur Mesir, Amr bin Ash, untuk mempergunakan sepertiga penerimaan Mesir untuk pembangunan jembatan, kanal,dan jaringan air bersih.

4. Islam mendorong penyediaan pelayanan publik dasar yang berpihakpada masyarakat luas (pro-poor public service Nabi Muhammad SAW memintatebusan bagi tawanan perang denganmengajarkan baca tulis kepada masyarakat.Nabi Muhammad juga menyuruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan memerintahkan agar orang sakit dikarantina sehingga sembuh untuk mencegah penyebaran penyakit., Islam mendorong kebijakan pemerataan dan distribusi pendapatan yang memihak rakyat miskin (pro-poor incomedistribution).

5. Islam mengatur bagi setiap orang yang menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya.Dan bagi siapa saja yang menelantarkan tanahnya, maka negara berhak mengambilnya untuk kemudian memberikan kepada orang lain yang siap mengolahnya.

Wabah Covid 19 menyebabkan kemiskinan pada perekonomian masyarakat dan penjual kecil, yang menyebabkan banyak kegiatan perekonomian tidak bisa berjalan seperti biasanya, sehingga pendapatan masyarakat pun tertekan, bahkan Sebagian masarakat yang berada di pelosok Jawa hilang seluruh mata pencahariannya, dengan begitu inilah yang menyebabkan jutaan orang mendadak menjadi pengangguran akibat Covid 19. Dan tingginya harga perekonomian yang semakin memiliki banyak beban psikologis akibat tidak punya arah dan harus bertahan hidup dengan cara seperti apa di waktu musim pandemi sedang terjadi. Banyak diantara mereka yang tiba-tiba di liburkan tanpa tanggungan  atau terkena phk.

Begitu banyak pekerja yang berasal dari desa, beralih ke kota, untuk mencari pekerjaan. Maka, adanya pandemi Covid 19 menjadi dampak besar menurunnya tingkat ekonomi bisnis, hilangnya pekerjaan dan di cuti tanpa adanya pemberitahuan, masyrakat dari kampung hanya diberikan uang pegangan 10% saja yang tidak akan cukup untuk modal pulang kampung, apalagi untuk bertahan sampai mendapatkan pekerjaan baru.

Kemiskinan di bulan maret 2021 ini secara presentase sebesar 10,14 persen. Angka itu turun 0,05 persen dibandikngkan pada bulan September 2020 yang sebesar 10,19 persen. Sehingga jumlah penduduk miskin dibulan Maret 2021 tercatat sebanyak 27,54 juta orang. Jumlah itu turun 0.01 juta orang dibandingkan September 2020. Tapi masih naik 1.12 juta orang dibandingkan bulan Maret 2020.

pumlah penduduk miskin kembali turun. hingga Maret 2014 jumlah penduduk miskin tercatat hanya 28,28 juta orang, atau 11,25 persen total penduduk. Dalam enam bulan terakhir, jumlah penduduk miskin sudah berkurang 320.000 orang.

Maret 2014, tingkat inflasi cenderung rendah, yaitu sebesar 2,31 persen. Sementara upah buruh tani naik 4,25 persen, menjadi Rp 44.125 per hari, dan buruh bangunan naik 2,08 persen menjadi Rp 75.961 per hari. Bahkan harga eceran beberapa komoditas bahan pokok seperti daging ayam ras, gula pasir, cabai merah dan telur ayam turun 3-15 persen.

Dan kemiskinan itu bukan faktor dari kurangnya pendidikan melainkan kurangnya kemakmuran untuk masyarakat dan sempitnya pekerjaan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ratna Kamila