Kebutuhan Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak dimasa Pandemi COVID-19

Kebutuhan Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak dimasa Pandemi COVID-19 1

Adanya Pandemi COVID-19 yang sudah dianggap sebagai wabah dunia ini, mengakibatkan banyaknya anak-anak terutama balita tidak mendapatkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan khususnya oleh Tenaga Kesehatan. 

kita sering lupa bahwa hakekatnya masa depan suatau bangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini merupakan kesempatan emas sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh negatif. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik, pengasuhan yang benar, dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya sehingga dapat berkontribusi lebih baik dalam masyarakat.

Anak bukan merupakan seorang dewasa dalam bentuk mini, oleh karena itu sifatnya berlainan dengan orang dewasa. Ciri khas seorang anak adalah tumbuh (perubahan kuantitatif) dan berkembang (pertumbuhan kualitatif). Tumbuh dan berkembang dimulai sejak masa konsepsi (masa kehamilan) sampai pada masa remaja. Yang dimaksud dengan pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sehingga dapat diukur dengan satuan berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Sedangkan perkembangan adalah Bertambahnya fungsi / kemampuan sensorik (dengar, lihat, raba, rasa, cium), kemampuan motorik (gerak kasar dan halus), kemampuan kognitif (pengetahuan, kecerdasan), kemampuan komunikasi / berbahasa , kemampuan emosi – sosial dan kemampuan kemandirian.

PRINSIP-PRINSIP DASAR

TUMBUH : SEHAT

KEMBANG : CERDAS, CERIA, KREATIF & BERBUDI LUHUR

Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang: Ditentukan oleh kualitas perkembangan otak selama periode kritis di awal kehidupan. “Periode kritis” atau “masa keemasan” (golden period) atau “jendela kesempatan” (window of opportunity) Pada periode ini otak tumbuh intensif dan fleksibel, sehingga lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan. Saat ini: berkembang konsep “Gut-Brain-Axis” yaitu “Pembentukan struktur dan fungsi otak terkait dengan kesehatan saluran cerna” (UKK Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia – 2018)

Program asuhan dini dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui :

1.  Pertumbuhan otak yaitu Pengalaman yg diberikan sedini  mungkin, saat  otak berkembang berpengaruh sangat besar , spesifik dan menetap

2.  Perkembangan fungsi luhur yaitu dimulai sejak bayi , perlu perhatian sejak dini, kemampuan berbahasa berkembang paling awal, fungsi bahasa untuk kebutuhan manusia berkomunikasi

3.  Perkembangan moral, Puncaknya adalah usia 3-5 tahun

4.  Perkembangan hormon

5.  Pengalaman traumatik dan stres pada awal kehidupan  berpengaruh pada hormon kortisol yg merusak sel-sel saraf sehingga perkembangan kognitif, motorik, dan sosial terlambat

Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal diantaranya adalah :

a. FISIS- BIOLOGIS (ASUH): nutrisi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pengobatan,  olahraga, bermain.

b. KASIH SAYANG (ASIH): dengan menciptakan rasa aman dan yaman, dilindungi, diperhatikan (minat, keinginan, pendapat), diberi contoh ( bukan dipaksa), dibantu, didorong, dihargai, penuh kegembiraan,  koreksi (bukan ancaman / hukuman)  à pola asuh demokratik

c. STIMULASI (ASAH): sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, mandiri, kreativitas, kepemimpinan, moral.

Kebutuhan Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak dimasa Pandemi COVID-19 3
Kebutuhan Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak dimasa Pandemi COVID-19 4

Pada masa pandemic COVID-19 Proses tumbuh kembang anak  terus berjalan, sehingga pemantauan tumbuh kembang anak harus tetap dilaksanakan apalagi risiko masalah tumbuh kembang anak meningkat selama pandemi Covid-19. Pelaksanaan pemantauan tumbuh kembang selama pandemi Covid-19 lebih kompleks, untuk itu kita bisa memanfaatkan Buku KIA sehingga pemantauan tumbuh dan kembang balita bisa lebih optimal.

Yang menjadi tantangan bagi orang tua pada masa pada masa pandemic COVID-19 yaitu Screen time – paparan layer elektronik pada anak. Pada masa ini, Orang tua harus bisa menerapkan hal-hal sebagai berikut kepada anak, yaitu:

  • Batasi waktu
  • Pilih program yang sesuai
  • Dampingi anak
  • Aktifitas fisik cukup
  • Tidur cukup dan berkualitas.
Kebutuhan Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak dimasa Pandemi COVID-19 5

Screen time – paparan layer elektronik pada anak berdasarkan Rekomendasi American Academy of Pediatrics, 2019 (AAP, 2019) adalah sebagai berikut :

  • Anak umur < 2 tahun

Umur < 18 bulan: hindari screen time kecuali video chatting.

Umur 18-24 bulan: bila orang tua ingin mengenalkan media digital, pilih   program berkualitas, dampingi anak agar memahami apa yang dilihat.

  • Anak umur 2-5 tahun

Batasi screen time maks 1 jam/hari.

Pilih program yang berkualitas.

 Dampingi anak saat menonton – memahami apa yang dilihat dan kaitkan dengan dunia nyata di lingkungan anak.

  • Anak umur > 6 tahun

Tetap batasi paparan media elektronik, selektif media

Pastikan media elektronik tidak mengganggu tidur, aktifitas fisik dan perilaku hidup sehat.

Kembangkan ‘waktu bebas media’ (misal waktu makan, saat berkendara) dan ‘tempat bebas media’ (misal kamar tidur)

 Komunikasi dengan anak mengenai dunia online dan keamanannya, termasuk menghargai orang lain dalam dunia online maupun offline.

Langkah-langkah pencegahan COVID-19 level individu  sesuai dengan buku Pedoman kementrian Kesehatan 2020:

1. Memberi pengertian pada anak untuk

beraktifitas di dalam rumah. Jelaskan prinsip physical distancing, menjaga jarak dengan orang lain minimal 1,5 m.

 2. Membiasakan anak mencuci tangannya dengan air bersih dan sabun lebih sering yaitu sebelum makan, setelah buang air, sebelum dan setelah melakukan aktivitas (bermain,menyentuh hewan, dsb). Penggunaan hand sanitizer hanya alternative apabila tidak tersedia air mengalir dan sabun, misalnya jika jauh dari sarana cucitangan.

3. Mengingatkan anak untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

4. Memakai masker (masker kain) saat memerlukan ke luar rumah untuk mencegah penularan melalui batuk dan bersin.

5. Segera mandi, cuci rambut dan mengganti baju sesampainya di rumah setelahberpergian

6. Membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti perabot, gagang pintu,mainan, gawai dan lain-lain dengan desinfektan secara berkala

7. Membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti perabot, gagang pintu,mainan, gawai dan lain-lain dengan desinfektan secara berkala.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.