“Kehormatan Sebuah Janji” Review Novel Bedebah Di Ujung Tanduk (BDUT)

“Kehormatan Sebuah Janji” Review Novel Bedebah Di Ujung Tanduk (BDUT) 1

Di Negeri di Ujung Tanduk, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum. Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi.

Tapi setidaknya Kawan, dalam situasi apapun, petarung sejati akan terus memilih kehormatan hidupnya. Bahkan ketika nasib di ujung tanduk. Dia akan terus bertarung habis-habisan, bersama sahabat sejati. Karena esok, matahari akan terbit sekali lagi. Bersama harapan.

Sekilas membaca blurb buku ini, kita akan menebak-nebak. Apakah yang terjadi sebenarnya? Siapa saja yang akan bertarung habis-habisan dalam buku ini? Apa yang menarik dari buku ini? Siapa yang menjadi biang kerok dalam permasalahan ini? Apakah masalah percintaan bujang akan dibahas juga? Atau bagaimana?

Diawali dengan obsesi Thomas menyelesaikan jual beli kawasan (Pegunungan Himalaya) dari salah satu keluarga Shadow Economy dengan teknik keuangan super rumit (Brexit). Terjadilah serangkaian kejadian yang mencekam dan dipenuhi aksi kejar-kejaran juga pembunuhan antara pihak Thomas dan pihak pemilik kawasan tersebut yang tidak terima kawasan tersebut di beli (Roh-Drukpa).

Kita akan diajak penulis menjelajahi 3 tempat utama antara lain Bhutan, Kathmandu, dan Pegunungan Himalaya untuk membatalkan transaksi yang dilakukan oleh obsesi Thomas. Kita juga akan berkenalan dengan beberapa kendaraan darat dan udara yang memiliki spesifikasi mumpuni dalam pertempuran. Selain itu, kita juga akan dikenalkan senjata-senjata terbaru dan legend yang akan dijadikan senjata bagi pihak Thomas dan pihak Roh Drukpa. Untuk mendapatkan gambaran nyata dari aksi yang disajikan, pembaca bisa melakukan googling pada saat proses membaca agar apa yang dibaca lebih terasa riil sekali.

Seperti biasa, bang tere selalu menjelaskan dengan detail sebab akibat dari setiap kejadian yang diceritakan. Mulai dari jawaban atas kemarahan pemiliki kawasan, jawaban atas kehidupan Thomas yang sebenarnya tidak seperti orang pada umumnya, jawaban atas Bujang yang sebetulnya punya alasan lain kenapa meninggalkan talang, juga jawaban atas kehidupan Nyonya Ayako yang belum pernah di bahas sebelumnya dan lainnya.

Tapi lagi-lagi, dalam setiap buku yang ditulis oleh Bang Tere ada saja tokoh yang dimatikan. Tak terkecuali tokoh yang ada pada buku ini, agak tidak rela rasanya salah satu tokoh terbaik dimatikan begitu saja sebab masalah yang dilakukan Thomas. Itulah harga sebuah janji yang harus dibayar. Namun, meskipun ada satu tokoh yang dimatikan, tetap banyak sekali nilai moral yang di berikan dalam buku ini. Salah satunya pada saat tebak-tebakan antara Nyonya Ayako melawan Roh Drukpa. Begini tebak-tebakannya “Ditumpuk justru membuatnya semakin sedikit. Dilonggarkan justru membuatnya semakin sempit. Dimaafkan justru membuatnya semakin bersalah. Wahai Nona Muda, apakah itu?” Ada yang bisa tebak dari pembaca disini? Jawabannya adalah “Kemalasan”

Di akhir cerita seperti biasa, akan ada lanjutan dari buku ini. Apa judul bukunya? Silakan membaca sendiri. Happy Reading!

Identitas Buku

  • Judul : Bedebah Di Ujung Tanduk
  • Penulis : Tere Liye
  • Blurb : Di Negeri Para Bedebah, pencuri, perampok, bagai musang berbulu domba. Di depan wajah mereka tersenyum penuh pencitraan. Di belakang penuh tipu-tipu.                         

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah

   

Si Perasa