Kekerasan pada Anak-anak Semakin Meningkat, Apakah PKSAI UNICEF Inefektif?

Kekerasan pada Anak-anak Semakin Meningkat, Apakah PKSAI UNICEF Inefektif?

Rasa aman merupakan hak yang pantas dimiliki oleh semua orang di seluruh dunia. Adanya rasa aman inilah yang menjadi dasar bagi manusia, terutama anak-anak, untuk tumbuh dengan baik di lingkungan yang mendukung.

Terlebih lagi di Indonesia, yang mayortitas pendudukanya merupakan anak-anak dan remaja. Dominasi penduduk oleh kelompok usia muda ini juga seharusnya dapat menjadi keuntungan apabila dibina dengan baik.

Baca juga  BTS Merilis Video Bersama UNICEF Untuk Hari Persahabatan Dunia
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (ist)
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (ist)

Namun sayangnya, anak-anak di Indonesia belum mencapai tingkat kesejahteraan yang baik secara menyeluruh. Salah satu alasannya disebabkan oleh masih tingginya tingkat kasus kekerasan anak-anak di Indonesia .

Baca juga  BTS Merilis Video Bersama UNICEF Untuk Hari Persahabatan Dunia

Bahkan menurut data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi PPA), tingkat pengaduan kekerasan terhadap anak-anak yang tercatat tahun ini meningkat dari tahun lalu (2020). Fenomena tersebut kemudian menjadi dilema dalam penyelenggaraan PKSAI di Indonesia.

Baca juga  BTS Merilis Video Bersama UNICEF Untuk Hari Persahabatan Dunia

Hal ini dikarenakan, implementasi PKSAI terbukti menjadi tidak efektif dalam penanganan isu kekerasan anak-anak di Indonesia. Adapun tujuan dari PKSAI ini adalah untuk meningkatkan perlindungan dan bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan, pelechan, dan juga eksploitasi di Indonesia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Pamela Felita