Kelenteng Sam Poo Kong, Bukti Akulturasi Budaya di Semarang

Kelenteng Sam Poo Kong, Bukti Akulturasi Budaya di Semarang 1

Kelenteng Sam Poo Kong terletak di Semarang tepatnya di Jalan Simongan No. 129, Bongasari . Bangunan megah nan kokoh dengan warna bangunan yang dominan ini sering disebut-sebut sebagai bukti akulturasi budaya di Kota Semarang. Kelenteng ini juga menjadi ikon toleransi kehidupan beragama di Kota Lumpia satu ini. Bagi kamu yang ingin mengunjungi tempat yang satu ini, maka bisa menggunakan BRT (Bus Rapid Train) mulai dari Terminal Terboyo ataupun Stasiun Tawang.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, maka kamu membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai dari Stasiun Tawang. Jalan yang bisa dilalui untuk sampai ke Kelenteng Sam Poo Kong yakni Jalan Pemuda lalu menuju ke Jalan Merak dan Jalan Branjangan hingga ke Jalan Letjen Suprapto. Selanjutnya, kamu bisa melewati rute Jalan Dr.Sutomo dan Jalan Kaligarang. Lalu berakhir di Jalan Pamularsih. Tak jauh dari sana, kamu akan sampai di titik lokasi.

Sam Poo Kong buka dari pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Harga tiket masuknya cukup murah. Kamu tinggal merogoh kocek sebesar Rp.8.000. Namun apabila kamu ingin mengelilingi seluruh kawasan maka kamu akan ditawarkan tiket terusan sebesar Rp.28.000. Apabila kamu membawa kendaraan pribadi maka dikenakan biaya parkir sebesar Rp.5.000 untuk motor dan Rp.10.000 untuk mobil.

Total terdapat empat kelenteng di Sam Poo Kong yang bisa kamu kunjungi, di antaranya Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kyai Jangkar. Eits, bagi kamu pemburu spot instagramable, Kelenteng Sam Poo Kong ini memiliki banyak spot untuk berswafoto ditandai dengan bentuk lingkaran di permukaan tanah. Ingin berfoto dengan cara yang unik? Bisa! Kamu tinggal menyewa pakaian khas Cina yang tersedia di dekat loket utama. Ukurannya bervariasi mulai dari anak-anak hingga dewasa. Harga yang harus dibayarkan untuk penyewaan ini cukup terjangkau, yakni Rp100.000 dan kamu bisa berfoto tanpa batasan waktu disertai jasa fotografer terbaik.

Dibalik megahnya Kelenteng Sam Poo Kong, terdapat sejarah yang cukup panjang. Kelenteng ini berawal dari kedatangan armada Zheng He (Cheng Ho) di Pantai Simongan, Semarang. Saat itu juru mudinya sakit keras sehingga mereka singgah di gua batu untuk beristirahat. Sementara juru mudinya menyembuhkan diri, Zheng He melanjutkan pelayarannya ke Timur untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan.

Setelah sembuh dari sakitnya, juru mudi yang bernama Wang itu memimpin anak buahnya untuk menggarap lahan, membangun rumah dan bersosialisasi dengan penduduk sekitar. Untuk menghormati pimpinannya, Wang membangun patung Zheng He untuk dihormati dan dikenang oleh masyarakat sekitar. Inilah asal muasal dibangunnya Kelenteng Sam Poo Kong di Kota Semarang. Nama Sam Poo Kong diambil dari nama Laksamana Zheng He sendiri. Dia terlahir dengan nama Ma San Bao. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) memiliki arti gua San Bao. Hingga saat ini, tempat petilasan itu dikenal dengan nama Sam Poo Kong.

Bagi kamu yang berasal dari luar Kota Semarang, maka kamu bisa memilih penginapan RedDoorz Plus near Sam Poo Kong sebagai alternatif untuk beristirahat. Dengan harga yang berkisar antara Rp130.000-Rp200.000 kamu sudah bisa mendapatkan fasilitas wifi gratis, televasi satelit, perlengkapan mandi, dan lain lain. Jaraknya cukup dekat yakni sekitar 1,1 Km dari Kelenteng Sam Poo Kong.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

sylvianidya