Kemenhub Batal Melarang Diskon Ojek Online Karena Tak Punya Wewenang

Kemenhub Batal Melarang Diskon Ojek Online Karena Tak Punya Wewenang

( Kementrian Perhubungan ) akhirnya untuk melarang promo atau pada . Seperti sebelumnya bahwa sempat mengumumkan mengenai rencana larangan untuk menghindari persaingan antar mitra bisnis tersebut.

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengatakan bahwa kebijkan mengenai tarif kiranya melalui usulan dari pemangku kepentingan (stakeholder).

Kemenhub Batal Melarang Diskon Ojek Online Karena Tak Punya Wewenang

Pada hari rabu (12/6), “Promo kalau memang nanti ada usulan baru kami bahas. Itu adalah usulan dari stakeholder bukan kami yang mau atur – atur”. Ujar Budi di kompleks DPR.

Selain itu, Budi Setiyadi selaku Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan saat di hubungi menjelaskan mengenai pembatalan larangan tersebut dilakukan karena tidak memiliki weewenang dalam mengatur tarif pada tersebut. Kewenangan tersebut hanya ada ditangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Baca juga  Selamat Tinggal, Diskon Ojek Online Akan Dihapus Akhir Bulan Juni Ini

Dilansir dari laman CNN Indonesia, “Kalau tadinya begini aturan itu rencana di regulasi kami. Tetapi setelah diskusi dengan KPPU bahwa kami sudah tentukan tarif batas atas dan tarif batas bawah sudah benar demikian, tapi kalau bukan diatur di ranah kami. Sementara demikian, tidak akan mengatur ( ) karena ternyata itu bukan ranah kami”. Ujar Budi.

Seperti yang dikatakan budi bahwa pihaknya sudah berdiskusi bersama KPPU, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai tarif sebelum lebaran 2019 kemarin. Dan hasil dari diskusi tersebut, KPPU mengatakan bahwa rezim angkutan umum tidak mengenal dengan kata , namu hanya sebatas tarif batas atas dan tarif batas bawah yang telah diatur oleh sendiri. Jika ada persaingan secara tidak sehat karena tarif ini maka kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena itu aturan mengenai tarif itu hanya bisa diatur dan wewenang penuh dari KPPU.

Baca juga  Selamat Tinggal, Diskon Ojek Online Akan Dihapus Akhir Bulan Juni Ini

“Kalau bicara diskon kami terlampau jauh dari kewenangan KPPU. Kalau dari keduanya ada yang tidak fair dari persaingan usaha, nanti KPPU yang akan menanganinya”. Sambung Budi.

Sekali lagi dia juga mengatakan bahwa wewenang dari hanya sebatas untuk mengatur tarif saja. Hal itu bertujuan untuk menjaga keberlangsungan bisnis pada .

Baca juga  Selamat Tinggal, Diskon Ojek Online Akan Dihapus Akhir Bulan Juni Ini

“Tarif saja yang kami atur”. Kata Budi.

Kondisi saat ini berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa akan membuat larangan untuk semua jenis transportasi online. Dia menjelaskan juga dari pihaknya menyadari bahwa harus melakukan strategi marketing supaya tetap diminati oleh masyarakat dan bisnisnya tetap berjalan. Hal ini akan langsung diturun tangani oleh dalam penentuan strategi tersebut.

“Jadi Jangan pakai diskon – diskon lah, kalau marketing mungkin bisa hanya sekedar naik ojek satu kali gratis setelah naik ojek 10 kali”. kata Budi, Selasa (12/6).

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rendy Ng