Kenaikan Passing Grade Cpns 2021 & Kekhawatiran Para Honorer

Kenaikan Passing Grade Cpns 2021 & Kekhawatiran Para Honorer 1

Informasi terakhir diketahui bahwa  passing grade  CPNS 2021 akan dinaikan  dari tahun 2019.  Informasi yang ter-up date per- 30 Juli 2021 ini membuat ketakutan para honorer, baik dikalangan guru maupun non-guru. Ketakutan dan kekhawatiran ini terutama dirasakan oleh kalangan honorer senior yang merasa tidak mampu lagi jika harus menguras pikiran untuk belajar dan menghadapi test ASN P3K tahun 2021.

Tahun 2019 dengan pasing grade yang tergolong masih rendah saja masih banyak yang lulus, hal ini karena memang faktor usia yang sudah melebihi ambang batas, apalagi jika ditahun 2021 harus dinaikan passing gradenya.

Dengan jumlah soal yang bertambah, dan waktu menjawab soal  sama,  semakin menambah kekhawatiran kalangan honorer senior akan keberhasilannya di P3K tahun 2021. Jika faktanya masih banyak yang tidak lulus dalam test P3K 2021, maka bukan tidak mungkin bahwa upaya penuntasan honorer adalah hal yang sia-sia.

Untuk dapat lulus memang perlu adanya ambang batas kelulusan, tapi jika ambang batas yang ditetapkan terlalu tinggi, yang terjadi adalah kesulitan bagi para peserta ujian untuk mencapi kelulusan tersebut. Oleh karena itu harapan para honorer baik dari unsur guru, tenaga administrasi, maupun dari unsur non-guru agar pemerintah dapat mempertimbangkan kembali terhadap keputusan tersebut sebelum sampai pada final pelaksanaan uian test CPNS maupun P3K.

Para honorer berharap bahwa tahun 2021 benar-benar menjadi tahun penuntasan honorer yang selama ini teradi kesenangan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan kalangan PNS dengan tupoksi yang sama. Jika tahun 2021 bisa terelisasi dalam penuntasan honorer khususnya dengan masa pengabdian yang sudah cukup lama, baik dinegeri maupun di swasta, maka tahun selanjutnya tinggal memperbaiki honorer-honorer yang baru baik secara kinerja maupun finansialnya.

Honorer-honorer baru pun perlu dipikirkan meski pun dalam tahun 2021-2022 belum terangkat baik PNS maupun ASN P3K, tetapi setidaknya upah kerja mereka sesuai dengan UMR daerah masing-masing. Hal ini untuk menjaga terjadi kesenangan antara mereka yang telah terangkat PNS atau ASN P3K dengan para honorer junior atau honorer baru.

Sudah saatnya pemerintah memperbaiki tatanan guru honorer di Indonesia yang selama ini bekerja tanpa status serta dengan keprihatinan yang panjang.

Penduduk yang semakin tinggi, lahan semakin sempit, sementara lapangan kerja belum tersebar secara merata, maka tak heran jika mereka memilih menjadi pedidik meskipun dengan tanggung jawab yang besar, yaitu mecerdaskan kehidupan bangsa.

Indikator seorang guru honorer tidaklah terlalu berlebihan, jika mereka tidak hidup dalam kesulitan itu bagi mereka mungkin sudah cukup.  Oleh karena itu P3K adalah satu-satunya harapan bagi kalangan honorer (35+) untuk dapat merubah kesulitan menjadi kemudahan. Namun jika passing grade makin meningkat, maka yang terjadi sulit bagi mereka untuk dapat memperbaiki kondisi kehidupan mereka.

Para honorer berharap pemerintah tidak akan memupus harapan honorer untuk kehidupan yang lebih baik seperti layaknya di pemerintahan pedesaan yang bisa mengangkat kehidupan para aparatur kampung.  

Menurut penuturan para guru honorer, “tanggung jawab seorang guru jauh lebih besar dari seorang kepala dusun baik tanggung jawab terhadap siswanya, pekerjaannya, terhadap pimpinannya, terhadap pemerintahnya, terlebih pula terhadap Tuhan yag Maha Esa. Administrasi seorang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang harus diwujudkan dalam bukti fisik yang setiap saat akan dievaluasi baik oleh kepala sekolah, maupun pengawas sekolah”.  Demikian penuturan salah seorang guru honorer.

Karena itu harapan terus menjadi penantian para guru honorer akan kehidupan yang lebih baik (red).

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.