Kenali apa itu Hepatitis, Penyebab, Jenis dan Cara Pencegahannya!


Kenali apa itu Hepatitis, Penyebab, Jenis dan Cara Pencegahannya!

Baru-baru ini beberapa negara di dunia dikejutkan dengan adanya wabah penyakit hepatitis yang menyerang anak-anak.

World Health Organitation (WHO) melaporkan kejadian hepatitis akut yang kebanyakan menyerang anak-anak diberbagai negara pada tanggal 05 April 2022.

Sementara di Indonesia, Kemenkes RI melaporkan sudah terdapat tiga temuan kasus kematian yang diduga disebabkan oleh hepatitis akut ini.

Lantas apa sebenarnya penyakit hepatitis itu? Apa saja jenisnya? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara pencegahannya?

Pengertian Hepatitis

Menurut RSUD Kabupaten Buleleng (2018), Penyakit hepatitis adalah jenis penyakit yang menyebabkan peradangan pada hati atau lever.

Peradangan ini bisa terjadi karena terdapat racun atau toksin yang ada pada hati atau lever.

Penyakit ini bisa menyerang semua orang, bahkan seseorang dengan sistem imun yang baik sekalipun.

Terdapat dua macam hepatitis yang diderita seseorang, yaitu hepatitis akut dan hepatitis kronis.

Hepatitis akut adalah hepatitis yang diderita kurang dari 6 bulan, sementara hepatitis kronis adalah hepatitis yang diderita lebih dari 6 bulan.

Penyebab Hepatitis

Menurut Pusdatin Kemenkes RI (2014), Penyakit hepatitis ini bisa disebabkan oleh adanya penyakit autoimmune, terjadinya infeksi (seperti virus, bakteri dan parasit), menkonsumsi alkohol, menkonsumsi obat-obatan dan menkonsumsi lemak berlebih.

Jenis Hepatitis

Hepatitis dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu mulai dari Hepatitis A sampai dengan Hepatitis E.

Hepatitis A merupakan penyakit hati menular yang disebabkan oleh infeksi virus jenis HAV.

Penyakit ini biasanya banyak terjadi di lingkungan atau wilayah dengan kebersihan yang kurang bersih dan sehat serta sistem sanitasi yang kurang baik.

Hepatitis jenis A biasanya menular dengan beberapa kondisi.

Seperti berkontak atau berhubungan langsung dengan penderita, menkonsumsi sesuatu yang sudah terpapar virus dan  menggunakan air yang tercemar.

Hepatitis B merupakan penyakit serius yang menginfeksi hati melalui virus HBV.

Virus ini biasanya ditularkan melalui cairan tubuh yang sudah terkontaminasi virus, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan bisa juga ditularkan melalui ibu hamil yang terinfeksi hepatitis kepada bayinya pada saat melahirkan.

Hepatitis C merupakan penyakit peradangan pada hati yang disebabkan karena terjadinya infeksi oleh virus HCV.

Jika dibiarkan, virus ini bisa menimbulkan komplikasi yang serius serta dapat merusak organ hati.

Cara penularan virus ini biasanya melalui kontak dengan darah yang sudah terkontaminasi.

Hepatitis D atau yang sering juga disebut virus delta merupakan jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus HDV.

Hepatitis D termasuk ke dalam jenis hepatitis yang berbahaya namun jarang ditemukan, hal ini dikarenakan virus HDV memerlukan virus HBV agar bisa berkembang biak.

Hepatitis E adalah salah satu jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus HEV.

Sampai saat ini masih belum ditemukan vaksin untuk mencegah virus hepatitis E. Cara penularan HEV hampir sama dengan cara penularan HAV, yaitu dengan melalui suatu makanan atau minuman yang sudah terpapar virus.

Tidak ada cara lain untuk mencegah virus ini, selain dengan menerapkan perilaku gaya hidup yang bersih dan sehat pada kehidupan sehari-hari.

Cara Pencegahan Hepatitis

Menurut RSUD Kabupaten Buleleng (2018), Setidaknya terdapat tiga langkah atau cara yang bisa dilakukan untuk mecegah hepatitis.

Cara yang pertama, yaitu dengan melakukan imunisasi. Cara ini merupakan cara yang dianggap efektif untuk menahan terjadinya penyakit hepatitis.

Sesudah melakukan imunisasi, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk mencegah penyakit hepatitis.

Imunisasi biasanya diberikan kepada anak usia 2 sampai 18 tahun dan diberikan cukup sekali dalam seumur hidup.

Cara yang kedua adalah dengan melakukan imunitas sementara. Imunitas Sementara biasanya diberikan kepada seseorang yang hendak bepergian ke suatu daerah endemik atau ke lingkungan yang sanitasinya kurang baik.

Antivirus ini biasanya akan bekerja efektif setelah 2 minggu diberikan.

Cara yang terakhir adalah dengan menjadi diri kita sendiri. Seperti dengan memelihara kebersihan dan kesehatan diri dengan sebaik mungkin, tidak meminjamkan barang yang kita punya kepada orang lain dan begitu pun juga sebaliknya, setia pada pasangan, dan lain sebagainya.