Air adalah kebutuhan manusia sehari-hari, baik untuk mandi, mencuci, memasak, sampai untuk meminum asalkan air yang bersih. Wabil khusus , adalah teman di saat kita sedang makan, kehausan, atau sedang ingin minum saja agar tidak seret. Tapi kalian ngeuh nggak sih kalau tiap air minum yang kalian minum di setiap rumah atau tempat itu pasti berbeda rasanya?

Setiap yang saya cicipi di setiap tempat berbeda pasti ada rasa yang berbeda pula, entah ada manis-manisnya, pahit sekali, agak keset, agak aneh, sampai aneh banget. Hal ini saya rasakan ketika minum air putih di masing-masing rumah teman yang pernah saya kunjungi. Pasti saja rasanya akan berbeda dari saya di rumah dan tempat-tempat lain.

Kalau di rumah, biasanya ibu saya selalu memasak air dari air gunung langsung dari sumber mata airnya karena rumah saya berdekatan dengan pegunungan. Saya sih nggak begitu memperhatikan dengan detail bagaimana ibu saya memasak air di dapur. Yang saya tahu jika teko air yang dimasak sudah berbunyi melengking barulah saya ngeuh kalau airnya sudah masak. Tapi tidak untuk langsung diminum. Kan panas. Tunggu dulu sebentar lah.

Begitu pula dengan air yang sengaja ibu saya masukkan ke dalam botol untuk kemudian disimpan di dalam kulkas karena sekarang hampir semua orang rumah sering minum minuman yang dingin. Kecuali ketika makan nasi liwet, sudah pasti minumannya minuman hangat apalagi minum teh. Wah, sudah pasti nikmat sekali.

Jangankan di beberapa tempat atau rumah, bahkan dalam kemasan atau botol pun pasti rasanya berbeda alias mempunyai ciri khasnya masing-masing. Produk A rasanya tawar sekali, produk B ada manis-manisnya, produk C begitu, produk D begini, dan macam-macam lagi  Pastinya setiap perusahaan akan menciptakan produk yang berbeda dari produk lainnya. Ya kalau rasanya sama, ngapain bikin produk lagi. Kalau itu namanya plagiat, dong.

Tapi menurut saya ada beberapa alasan mengapa setiap air putih atau di setiap tempat atau rumah itu berbeda rasanya. Bagi saya berikutlah alasan-alasannya.

1. Sumber air yang berbeda

Hal pertama yang menjadi alasan mengapa yang kita rasakan berbeda di setiap tempat karena air tersebut diambil dari sumber air yang berbeda-beda.

Ada yang mengambilnya dari air sumur, air pegunungan, bahkan mungkin dari air yang sumbernya bisa dibilang kurang higienis. Dengan begitu pasti pula yang dihasilkan pun pasti berbeda karena sumbernya pun bermacam-macam.

2. Cara masak yang berbeda

Alasan kedua adalah mengenai cara masaknya. Tentunya setiap orang pasti mempunyai caranya masing-masing dalam memasak air. Ada yang normal, sambil koprol, diam saja, sambil bernyanyi, atau sambil kayang.

Nggak ding becanda. Maksudnya ada beberapa orang yang memasak air dengan waktu yang berbeda beberapa menit atau suhu kompornya yang berbeda dan segala macamnya.

Meskipun sama-sama air, kalau cara masaknya berbeda pasti akan berpengaruh pula terhadap air yang dihasilkan.

3. Pengaruh dari media

Faktor selanjutnya mengapa setiap rasanya berbeda adalah karena pengaruh dari media untuk menampung tersebut. Entah dari teko, thermos, atau gelas yang digunakan.

Bisa jadi tekstur-tekstur serta mungkin ada beberapa kotoran di dalam media yang tidak sempat dibersihkan akan berpengaruh terhadap sehingga akan tercampur dan rasanya pun pasti akan berpengaruh.

Apalagi kalau gelas yang dipakai masih berbau sabun, pastinya air minumnya pun rasanya agak seperti sabun.

4. Lidah yang belum terbiasa

Kemungkinan terakhir mengapa kita selalu merasakan perbedaan pada setiap air minum ialah karena lidah kita yang belum terbiasa meminum air dari tempat-tempat yang berbeda. Istilahnya lidah kita sudah kaget duluan.

Karena kita sudah terbiasa minum air dalam kemasan, air galon, atau air masakan ibu, maka ketika minum air putih di rumah orang lain pasti akan merasakan ada yang beda.

Nah mungkin seperti itu alasan mengapa kita selalu merasakan perbedaan rasa dari air minum yang kita minum di setiap tempatnya. Apa pun rasanya, yang terpenting rasa kita selalu sama ya. Hiyaaa.