Kenapa Harus Mempermasalahkan Selera sih?

Kenapa Harus Mempermasalahkan Selera sih?

itu indah’ satu kalimat ini tentunya sudah sering didengar bahkan diperdengarkan pada setiap perdebatan atau . Biasanya kalimat ini akan menjadi satu kalimat penengah dalam suatu . Namun nyatanya hingga saat ini, perbedaan selera masih menjadi ‘judging’ dalam sebagian masyarakat khususnya muda. 

Sebagai contoh kecil yang sering kita temui tentu saja pada selera musik dan yang berbeda antara satu dan lainnya. Tak jarang akan ada saja mengomentari selera orang lain dalam mendengarkan musik maupun menonton genre film.

kok mulu, nonton film dong sesekali!” kadang ada juga yang langsung jleb begini “selera musik lo rendah”. Lah kenapa jadi ngerendahin selera orang? 

Baca juga  5 Cara Ajarkan Anak Bagaimana Menghargai Setiap Perbedaan Sejak Kecil

Selera itu kan masalah subjektivitas, tidak ada yang lebih antara satu dan lainnya. Lagipula bila ditelisik lebih dalam, sebenarnya sebagian orang pasti mengalami yang namanya perubahan selera pada masa ke masa.

Bisa jadi saat kecil kita pendengar setia musik keroncong dan terbawa suasana damai setiap mendengarnya karena selalu memperdengarkan pada siaran radio pagi. Sedangkan saat dewasa kita lebih sering mendengarkan musik milik Pamungkas atau . Merasa keren saat berada satu dengan pecinta musik Indie dan penikmat senja. Lalu tiba-tiba saja melupakan musik yang sudah menemani saat masih balita.

Dilihat dari hal seperti itu tentunya bisa dikatakan bahwa lingkungan adalah pembentuk ‘selera’ dalam jiwa . Hal ini terjadi karena lingkungan merupakan salah satu faktor pendukung dalam perkembangan setiap orang. Namun meskipun begitu, bukan berarti selera akan selalu berpatok pada bagaimana lingkungan kita tinggal. Karena bisa saja teman satu geng kita pecinta musik pop namun kita ada pada aliran musik dangdut.

Baca juga  5 Perbedaan Rendah Hati dan Rendah Diri, Sudah Tahukah Kamu ?

Permasalahan perbedaan selera seperti ini sudah terjadi sejak lama sebenarnya, hanya saja seakan tambah ramai dengan media sosial yang menyalurkan segala aspirasi dan kontroversi yang ada. Pertanyaannya sekarang adalah kenapa harus mempermasalahkan selera sih?

Padahal apabila kita bisa sedikit saja terbuka dan melihat semua hal yang ada disekitar kita, tanpa disadari kita akan melihat bahwa semua perbedaan yang ada itu keren. Saling bertukar referensi dan pendapat dengan terbuka. Bahkan mau mendengarkan perbedaan yang ada juga bisa memberikan kita satu wawasan baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya. Saling menghargai lebih tepatnya. Simpan saja bila tidak suka dan jangan rendahkan bila berbeda.

Baca juga  Inilah Perbedaan Negara Korea Utara dan Korea Selatan yang Jarang di Ketahui ORANG UMUM

Ada pendengar lagu-lagu Rhoma Irama, ada pula penikmat Nadin Amizah. Ada yang suka film seperti Dilan ada juga penonton setia Money Heist. Semuanya tergantung selera masing-masing saja.

Karena pada dasarnya selera kita keren bukan karena selera orang lain . Semuanya sama, semuanya adalah subjektivitas yang harus mulai kita hargai sebagai individu. Satu hal yang harus kita tahu adalah tidak ada yang salah dengan selera.

Lagipula bukankah era ini adalah eranya generasi open minded? Lalu kenapa masih harus merendahkan selera orang.

 




Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Inne Febrianti