Kenapa Piala Milik Kita di Sekolah Nggak Bisa Dibawa Pulang?

Kenapa Piala Milik Kita di Sekolah Nggak Bisa Dibawa Pulang?

Mendapatkan piala atau piagam penghargaan adalah dambaan semua siswa di sekolah. Selain dapat mengharumkan nama sekolah, pemenang piala pun dapat membanggakan orang tua di rumah. Setidaknya kan bisa minta hadiah ke mamah sama ayah karena jerih payah sampai juara di suatu perlombaan meskipun masih tingkat kecamatan, belum sampai nasional apalagi kancah internasional.

Pertama kali saya mendapatkan piagam penghargaan berupa piala serta sertifikat yaitu saat saya menduduki bangku SMP, tepatnya ketika saya sudah kelas 3, beberapa bulan sebelum menjadi anak SMA. Kala itu saya dan dua orang teman saya mengikuti lomba cerdas cermat alias LCC di bidang matematika dan IPA.

Baca juga  Dia itu... Gak Jelas!

Dengan usaha dan semangat yang gigih, akhirnya kami dapat menjuarai ajang tersebut dengan menang telak atas dua lawan kami di babak final. Alhasil, kami pun berhak membawa piala, sertifikat, dan uang pembinaan atas kejuaraan tersebut.

Baca juga  Mencintai Mata Pelajaran yang Tidak Disukai

Meskipun kami beranggotakan tiga orang, namun tetap saja pialanya hanya diberi satu. Ya namanya juga kejuaraan kelompok, bukan individu. Setelah piala tersebut kami terima, masing-masing dari kami tidak bisa membawa pulang piala tersebut barang satu hari pun ke rumah.

Piala tersebut langsung dibawa oleh pembina kami ke sekolah lalu disimpannya ke rak piala khusus di sekolah sebagai inventaris. Padahal yang membawa dan menyabet piala tersebut adalah kami yang bertarung di ajang perlombaan, bukan sekolah.

Baca juga  Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Tapi sejujurnya meskipun kami tidak bisa membawa pulang piala tersebut ke rumah masing-masing, namun kami sangat bangga karena berhasil menyumbangkan piala yang cukup bergengsi ke rak piala di sekolah kami. Setidaknya kami bisa berkontribusi terhadap prestasi sekolah.

Sehingga ketika nanti kami menginjakkan kaki di sekolah tersebut beberapa tahun mendatang, masih ada jejak-jejak prestasi kami yang tak akan pernah terlupakan. Ya palingan pialanya sudah berdebu atau dimakan usia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Erfransdo