Kenapa Sih Gampang Tergoda Dengan Pinjaman Online?

Kenapa Sih Gampang Tergoda Dengan Pinjaman Online? 1

Banyak berita yang beredar tentang terjepitnya para nasabah dari Pinjaman Online dari berbagai aplikasi dan perusahaan. Pinjaman Online tujuannya adalah membantu kesulitan keuangan yang dialami oleh setiap nasabahnya. Namun sebagian besar tidak semudah dan seindah yang kita bayangkan.

Pinjaman Online berusaha mencari nasabah yang sangat membutuhkan uang dalam waktu singkat. Persyaratan yang sangat mudah semakin menggiurkan untuk masuk dalam linkaran pinjaman ini. Iming-iming bunga rendah adalah hal yang sering kita dapat temukan pada beberapa iklan yang muncul. Selain itu juga, kepercayaan nasabah juga ikut meningkat karena dengan logo OJK yang terpampang di setiap iklannya.

Kita tidak mempermasalahkan pinjol tersebut, tapi kita lebih tertarik kenapa kita bisa menjadi bagian dari nasabah pinjol itu?

Manusia Tidak Kenal Cukup

Habitat manusia adalah masyarakat yang dituntut untuk bisa survive dalam keadaan apapun. Cara-cara manusia mencari pendapatan sangat beragam, dari mulai bekerja full time, bekerja serabutan, hingga buruh kasar. Namun terkadang itu semua tidak mencukupi kehidupan manusia itu sendiri.

Gaya hidup dan ekspektasi ketenaran yang melebihi manusia normal adalah salah satu godaan terbesar. Banyak platform yang dapat membuat sang manusia bisa populer dengan instan.

Bagaimana dengan kebutuhan hidup sehari-harinya? Kebanyakan dari mereka lebih banyak memperhatikan para penggemar daripada diri sendiri. Keadaan kehidupan menaiki level yang lebih populer memaksa biaya hidup semakin royal. Maka, pendapatan yang tidak balance dengan kebutuhan mengakibatkan manusia tersebut membutuhkan sumber dana lain yang bisa didapatkan secara langsung.

Bank pasti memiliki syarat mutlak yang sulit. Orang terdekat mungkin juga tidak menaruh kepercayaan kepada kita, apalagi pinjaman tersebut dalam jumlah yang cukup banyak. Akhirnya pilihan jatuh ke pinjol.

Kebutuhan Segera

Para manusia selalu memiliki keinginan untuk mendapatkan apa yang Ia inginkan. Beberapa objek yang pernah hinggap di depan mata dan sangat ingin dimiliki menjadi motivasi tersendiri untuk menabung secara massive jika barang tersebut termasuk mahal harganya.

Objek tersebut bisa berupa kebutuhan primer tanah, rumah, dan kendaraan. Kita menghitung dengan seksama bahwa jika kita mengambil pinjol, mungkin dengan penghasilan kita perbulan bisa menutupinya sedikit demi sedikit.

Tapi apalah daya jika ketentuan untuk mengkoreksi itu semua menjadi mentah. Ternyata setiap bulan ada saja keperluan tidak terduga yang harus dikeluarkan. Akhirnya terjebak oleh pinjol yang tidak tertutupi. Bulan demi bulan, hingga muncul tagihan “paksa” dari perusahaan pemberi pinjaman. Siapa yang salah?

Terlilit Hutang

Ketika kita sudah menjadi seorang yang memiliki tanggung jawab atas orang lain seperti kepala keluarga. Maka, tuntutan untuk membahagiakan keluarga adalah hal yang utama. Penghasilan yang didapatkan harus sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap anggota keluarga.

Para kepala keluarga yang berhasil mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhan tersebut akan selamat dari segala bentuk hutang dan pinjaman apapun.

Tetapi, bagi mereka yang tidak mengatur dan bahkan mengeluarkan semuanya secara berlebihan, niscaya akan tersangkut dengan yang namanya hutang. Perkara sulit ini sering kita temukan disekitar keluarga kita. Sulit rasanya ingin meminta hutang tersebut untuk dikembalikan.

Ada tiga kemungkinan yang akan kita dapatkan dari sang penghutang. Pertama, kita akan ditolak dengan halus. Kedua, kita akan diberikan setengah dari total hutang. Ketiga, kita akan menerima seluruh hutang secara lunas.

Balik kepada Si Tuan Ngutang tadi. Bisa saja Ia adalah termasuk salah satu nasabah pinjol jika memang pendapatan normal dan pengeluaran (termasuk hutang) tidak akan bisa terpenuhi, jika tidak mengambil langkah lain. Akhirnya Ia mengambil jalan pintas untuk memakai jasa pinjol, karena tersesak oleh permintaan dari yang punya piutang.

Maka dari itu cukupkan lah hidup kita, sesuai dengan pendapatan dan kebutuhan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.