Kendalikan 2 hal ini, maka hidup mu TENANG!

Kendalikan 2 hal ini, maka hidup mu TENANG! 1

Kita tidak akan tau sampai mana batas akhir dari hidup. Kita hanya tau detik ini yang sebentar lagi menjadi masa lalu. Dulu aku sempat bertanya. Apakah hidup ini serumit kata orang? Cukup lama aku menemukan jawaban. Tapi saat ini aku tahu jika sebenarnya hidup ini tidaklah sulit sama seperti orang lain pikirkan. Yah, awalnya saya pun tidak terlalu percaya dengan jawaban yang saya dapat, pasalnya  hidup saya pun saat itu sangatlah menyedihkan namun, setelah saya pahami lebih dalam ternyata memang hidup ini jauh lebih simple dari apa yang kita duga.

Hari demi hari selalu lewat begitu saja, tanpa kita mengerti jika setiap detik dalam hidup ini itu sangat menentukan masa depan kita. Bahkan hari ini ditempat kamu berada dan keputusan yang ambil disetiap harinya, itu pun sama, nantinya akan menjadi penentu masa depan mu. Lucu tapi inilah kenyataan. Hidup ini simple kita hanya perlu mengendalikan dua hal yaitu pikiran dan perasaan. Karna pada dasarnya keduanya itu yang membuat warna dalam hidup ini. tanpanya hidup ini akan hambar.

Kita perlu tau pikiran dan semua alasan baik berupa asumsi dan pernyataan bodoh, itu hanyalah sebuah omong kosong, jangan terlalu sering mendengarkan otakmu dalam segala hal karna dia tidak pernah tepat dalam menyelesaikan permasalah hidup, seringkali bahkan banyak kali kekeliruan yang diciptakan oleh otak, seperti saya dulu, saya yang tidak mengerti cara bagaimana hidup dan tidak ada yang memberi tahu sama sekali, membuat saya dengan senang hati mendengar suara yang amat keras dipikiran saya. Tiap hari saya berdialog denganya. Dia selalu mengatakan banyak hal hingga saya mengira jika itu adalah mahluk halus yang mengaggu saya, namun saya salah ternyata itu adalah pikiran saya sendiri. kalian lihat betapa malang nya hidup saya dimasa lalu, hidup bersama pikiran yang tidak pernah berhenti memutus harapan saya, dan melahirkan banyak sifat pengecut dalam diri saya, bahkan dia menghilangkan rasa percaya diri saya, karna terlalu sering membandingkan diri saya dengan orang lain.

Kalian tau betapa beratnya hal itu, saat kita tak bisa menjadi diri kita sendiri. bahkan saya merasa banyak sekali dingding yang tidak bisa saya torobos, rasanya tuh tersiksa. Sangat ingin tampil dengan maksimal tapi lagi-lagi pikiran saya menjadi alasan dari kebodohan saya. Saya ingin marah, tapi saat itu saya tidak tau harus marah pada siapa. Karna jika dilihat tidak ada yang salah dari mereka. tapi luapan emosi terus bergejolah hingga membuat ku lelah, dan semua itu ulah pikiranku sendiri. aku melupakan diriku dan keinginanku hanya karna percaya pada pikiran dan apa yang dia katakan. Ding-ding besar yang membatasi hidup ku, itu pun ulah dari pikiran ku.

Tahun-tahun demi tahun aku berjuang memperbaiki kebodohan dari pikiran ku. kalia tau taun-taun itu adalah taun paling sulit yang penah aku alami. Tahun dimana aku sama sekali tidak memiliki gairah hidup, perasaan sedih selalu dirasa disetiap hari. Hari demi hari berlalu, pada akhirnya aku tau penyebab dari hidup menyedihkan  saya dimasa lalu itu bermula dari pikiran liar saya. Dan ding-ding  yang membatasi langkah saya. Itu pun tidak lepas dari pikiran saya. Pikiran memang jaha, kadang ia bisa memenjarakan seseorang meski raga bebas. Pikiran pun jahat, kadang menyiksa seseorang dengan halus tanpa ada badai diluar, hebat. bahkan ia bisa membuat badai dalam diri seseorang.

Karnanya, jikalau dirimu ingin menjadi manusia yang sebenarnya dan hidup dalam kebebasan maka jangan dengarkan pikiran mu, kecilkan suara itu. kalau perlu hingga terdengar. Dan mulailah saat ini untuk mendengarkan hati mu. Yah, dulu pun saya tidak tau dengan istilah ‘ mendengarkan suara hati’ yang saya tau saat itu ‘ saya ingin hidup tenang dan bebas’ tidak ada yang lain. Bahkan saat pertama mendengar istilah ini. hati saya terasa bahagia. Seakan-akan ia telah diselmatkan. Ia suara hati merupakan sesuatu suara yang pertama kali terdengar sebelum pikiran mu merancu. Awalnya saya amat bingung dengan hal baru yang saya dapat. Namun, setelah panjang mendengarkan setiap audio, video, dan beberapa artikel tentang suara hati. Saya paham jika ternyata dalam hidup ini, kita hanya perlu mengikuti hati kita, disana letak keinginan kita yang sebenarnya. Jangan terkecoh dengan suara diotak mu. Karna otak mu bodoh.

Terkadang memang hati tidak semuanya bisa dilogikan, tapi meski seprti itu kita harus terus mengikutinya. Karna itu adalah suara dalam diri kita yang paling tinggi, yaitu jiwa sedangkan jiwa kita memeliki ikatan kuat dang sang ilahi karna ia memang bersal darinya. Makanya hati salalu menunjukan pada kebenaran. Dan selalu paling mengerti tentang hidup, dan ia juga yang selalu mendukungmu. Karnanya saya menjadi lebih baik setelah saya paham, ternyata hidup ini sangat simple. Kita hanya perlu mengikuti suara dari hati saja, bukan suara dari pikiran. Dan lagi perasaan yang selama ini kita anggap nyata ternyata semua itu hanya ilusi. Betapa tercengangnya saya sangat mengetahui kebenaran ini.

Perasaan yang selalu hadir, menyiksa jiwa raga saya saat itu ternyata hanya sebuah ilusi.  Karna saat perasaan itu hadir kita tidak perlu memfokuskan perhatian kita pada hal itu, karna saat kita fokus pada perasaan itu maka perasaan itu semakin pekat dan kuat rasanya. Karnanya alihkan, alihkan, dan alihkan, jangan sampai fokus pada perasaan yang ilusi itu. saya pun sama seperti kalian yang hidup tanpa ketidak tahuan. Apalagi dengan perihal hidup, karna dulu saya pikir, jika saya harus sempurna dalam hidup ini. karna orang tua saya, guru-guru saya selalu berkata. Kalian harus jadi orang hebat. kalian harus jadi manusia. Nanti habis lulus kalian bekerja. Kalian belajarlah giat biar mendapatkan perkerjaan yang baik. Karna itu saya tumbuh sebagai manusia yang perfeksionis, sialnya sifat perfesionis saya membuat saya dalam masalah besar. Yaitu pada kekecewaan yang saya terima. Karna saya tidak bisa mencapai kesempurna karna kepercayaan diri saya sudah hilang lebih dulu akibat pikiran pikiran sebelumnya.

Meski itu begitu saya sangat bersyukur, karna hari ini dimana saya menulis artikel ini saya sudah bisa menghirup nafas dengan lega. Karna saya sudah lebih baik dari dulu. hidup saya lebih tertata. Hidup saya lebih bahagia, dan hidup jauh lebih tenang. Saat saya mengetahui kunci dari hidup ini. yaitu mendengarkan hati kapan pun dan bagaimana pun, lalu menekan pikiran agar tidak liar seperti dulu, biasanya saya mengendalikanya dengan selalu fokus pada kalimat dzikir karna bagi saya ini jauh mujarab, kalau belum belum terbiasa kalian bisa fokus pada pernafasan saja, caranya tidak seperti meditasi. Melainkan fokus pada pernafas kalian ketika kalian beraktifitas. Intinya kalian harus menikmati setiap hembusan dan tatrikan nafas yang kalian lakukan. terus saja, baik kalian dalam keadaan duduk, berdiri diri, atau sedang melakukan kegiatan. Kalian harus melakukannya. Terus selanjutnya yaitu  tidak boleh fokus pada perasaan yang hadir dihati kalian. Karna bagia saya perasaan itu tidak akan hadir secara macam-macam jika pikiran ditekan. Karna saya menyarankan kalian untuk fokus menikmati setiap hembusan dan tarikan nafas kalian, atau kalian bisa menikmati dzikir yang keluar dari bibir kalian.

Ini yang saya lakukan, setelah berjuang sekian taun, hanya untuk membenahi kesalahan dari pikiran saya yang bodoh. menyedihkan tapi saya besyukur karna itu saya bisa berbagi pada kalian. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.