Kerja & Kenyamanan Hati

Kerja & Kenyamanan Hati

Supri akhirnya memilih lagi dari pekerjaannya. Harus bekerja delapan jam penuh dan sering lembur tanpa gaji tambahan membuatnya berpikir ulang, apakah selama ini ia bekerja atau dipermainkan.

Belum lagi dengan jarak yang begitu jauh antara rumahnya dan tempat kerjaan. Rumahnya hanya sederhana, sebuah bilik dari seng bekas yang ia dirikan di tanah pemerintah.

Ia bercita-cita menyekolahkan anak-anaknya sampai kuliah. Tetapi dengan gaji yang sangat kecil, Mamat dan Roy pasti cuma sampai SMA. Atau bahkan lebih buruk lagi, putus sekolah di tengah jalan.

Ia lalu bertekad untuk cari pekerjaan lainnya. Dan tentu saja dari pekerjaan yang saat ini ia tekuni. Padahal baru 1 tahun dia bekerja. Dan di kalangan teman-temannya, Supri akhirnya sering disebut si .

 

Fenomena

Apa yang terjadi dengan tokoh rekaan Supri di atas sebenarnya merupakan representasi dari sebuah fenomena yang cukup terkenal di dunia , yakni .

Baca juga  Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah

Apa itu ? Ini adalah sebutan bagi insan yang suka gonta-ganti pekerjaan. Masalahkan jangka waktu dia bekerja bisa sangat singkat sekali, kurang dari satu tahun atau bahkan hanya beberapa bulan saja.

Para yang disebut ini mencoba berbagai lowongan dan kemudian seolah-olah dengan mudah pindah mencari tempat yang baru.

 

Menyikapi Persoaalan

Tentu ada banyak yang geram melihat fenomena , khususnya para , personalia, atau bahkan petinggi .

Begitu menjadi seorang , tentu ada beban dan tanggung jawab yang melekat. Dengan melakukan , terlebih tiba-tiba, tentu saja roda menjadi kacau. Terlebih jika tenaga pengganti belum ada.

Lalu bagaimana menyikapi hal ini dengan tepat? Mengingat hal ini merupakan masalah klasih, klise namun bisa berakibat fatal ada baiknya bersikap arif dan bijaksana.

Baca juga  Benarkah Brainstorming Itu Penting?

 

Fasilitas dan Gaji

Semua orang bekerja terutama karena ingin mendapatkan gaji. Sudahkan memikirkan besaran gaji dan fasilitas dibandingkan dengan tanggung jawab yang harus diemban .

Jika ternyata gaji yang diberikan sangat kecil dan terlebih tidak sesuai dengan apa yang pernah dijanjikan, tentu saja orang yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya tidak ingin berlama-lama bertahan.

 

Tingkat Kesulitan

Selain masalah gaji, satu hal yang membuat orang mudah meloncat dan mencari baru adalah mengenai tingkat kesulitan. Apakah tingkat kesulitan pekerjaan sedemikian hebatnya? Perlukan menambah tenaga? Apakah tidak ada sistem terbaru yang bisa diaplikasikan untuk membantu para ?

 

Kenyamanan

Kenyamanan juga penting. Bahkan sering orang rela melepas pekerjaan dengan gaji besar ataupun fasilitas menarik karena tidak mendapat kenyamanan.

Baca juga  Inilah 3 Poin Penting Pengambilan Keputusan yang Wajib Pemimpin Ketahui

Ada banyak faktor yang berkontribusi dalam kenyamanan ini. Salah satunya adalah faktor , ruang kantor, lingkungan , dll.

 

Karakter

Tidak selamanya semua ini berkaitan dengan kantor. Ada juga jenis yang memang berkarakter sebagai . Mereka tidak segan untuk kabur dari tanggung jawab dan mencari-cari peluang untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Semua ini terutama sekali memang berkaitan dengan sifat dan karakter dari yang bersangkutan. Namun memiliki jiwa oportunis seperti itu juga merupakan sebuah kewajaran. Ia tidak ingin terjebak berlama-lama di tempat yang terutama dianggap tidak mampu membantunya mencapai mimpi-mimpinya.

Ada hal penting lainnya yang perlu diingat. Dari sudut pandang lain, dan pengusaha juga tak segan mengganti yang dianggap tidak memenuhi ekspektasi mereka. Jadi, bukankah ini merupakan hal yang sudah wajar di dunia ?

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.