Kerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Kerja? Nikmati Hidup Dari Sekarang


Kerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Kerja? Nikmati Hidup Dari Sekarang 1

Apa sih tujuan dari kerja itu? Tujuan terbesarnya yaitu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. Kebutuhan akan pangan, sandang dan papan. Selanjutnya manusia juga membutuhkan rasa aman, nyaman dan juga aktualisasi diri.

Namun kenapa kebanyakan orang merasa puas hanya dengan bekerja dari pagi sampai malam, menjalani rutinitas terus menerus dengan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan gaji saja? Kita seringkali lupa bahwa kita sebagai manusia perlu untuk menikmati hidup, perlu untuk berhenti sejenak dan melihat sekeliling juga bertanya kepada diri sendiri apa ini hidup yang sebenar-benarnya kita inginkan? Hidup yang habis untuk bekerja? Yuk jangan terlalu keras dengan diri sendiri!

Hidup menjadi seseorang yang kamu sukai, bukan berdasarkan yang diinginkan orang lain

Source : Pinterest
Source : Pinterest

Betapa berharganya dan rapuhnya kehidupan karena begitu cepat berlalu. Bisa jadi hidup ini terlalu singkat jika hanya diisi dengan kesibukan pekerjaan. Ambillah kesempatan untuk bersenang-senang dan menikmati waktu singkat yang diberikan. Hiduplah sebagai seseorang yang kamu sukai dan inginkan. Berhenti menjalani kehidupan yang diinginkan orang lain untuk dijalani.

Budaya di Indonesia masih sangat kental dengan tradisi masyarakatnya. Masih harus mengiyakan segalanya apa kata orang tua dan lingkungan. Dengan belajar yang pintar, sekolah di sekolah bergengsi, lulus dengan nilai tinggi, kerja kantoran di perusahaan bonafit atau harus jadi pns atau bahkan kerja yang gajinya gede plus dapat pensiunan. Memang semua orang tua pasti menginginkan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Namun apakah itu benar-benar hidup yang kamu inginkan? Bukan berarti saat kamu tidak sependapat dengan orang tuamu tentang bagaimana kamu menjalani hidupmu, jangan sampai kamu lupa untuk tetap menghormati mereka. Setiap orang punya mimpi dan cita yang menunggu untuk direalisasikan.

Pekerjaan tidak terikat sebagai identitas dirimu

Source : Pinterest
Source : Pinterest

Hidup di kota besar seperti Jakarta dimana bekerja menjadi nilai utama dari seseorang di atas segalanya. Menginvestasikan waktu dalam pekerjaan lebih dirayakan daripada untuk membangun kualitas hubungan dan kesehatan mental. Apalagi identitas diri dan nilai sebagai manusia juga terikat dengan seberapa banyak uang yang kamu hasilkan dan apa yang kamu pakai. Kita perlu menghancurkan kepercayaan yang diprogram secara budaya bahwa nilaimu sebagai manusia sama dengan pekerjaanmu. Padahal apa yang kamu lakukan, apa yang kamu pelajari, apa yang kamu bagikan untuk orang lain jauh lebih penting daripada gaji yang kamu hasilkan. Kekayaan dan mendapat pengakuan adalah bonus dari hasil yang kamu percaya dan lakukan sebagai nilai prioritas dalam hidupmu.

Prioritas hidup bukan hanya tentang bekerja

Source : Pinterest
Source : Pinterest

Di dunia saat ini, wajar dan normal untuk merasa bahwa kita harus berbuat lebih banyak. Sering kali hari-hari penuh dengan ketidakpuasan dan kelelahan. Bahkan menjadi sesuatu yang biasa saat kita sakit karena kelelahan bekerja. Padahal kesehatan fisik dan mentalmu sangatlah penting. Kamu bisa menikmati hidup hanya kalau kamu dalam keadaan sehat. 

Ga perlu ngoyo untuk mengejar hasil atau sesuatu yang jauh di masa depan. Kehidupanmu lebih dari sekedar bekerja keras untuk melunasi cicilan dan hutang. Karena itu jangan jadikan pekerjaanmu untuk memenuhi gaya hidupmu. Prioritaskan pada apa yang penting bagimu, apa yang diberikan hidup untukmu. Kesehatan dan hubungan dengan orang-orang tersayang adalah salah satunya. Jangan sampai karena kamu bekerja terlalu keras, membuat kesehatan dan hubunganmu dengan orang tersayang menjadi buruk. Karena kesuksesan tidak sama dengan kebahagiaan.

Berhenti berekspektasi

Source : Pinterest
Source : Pinterest

Ketika kita melakukan sesuatu tanpa mengharapkan hasil, ide dan solusi dapat memiliki ruang untuk masuk. Latih dirimu sabar dan nikmati tempat kita berada sekarang. Bersyukur dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Karena setiap orang punya start dan finish yang berbeda-beda. Nikmati saat-saat hening dengan fokus pada satu tugas pada satu waktu.

Hidup ibarat lari maraton bukan sprint. Jadilah seperti siput yang bergerak lambat namun dengan kecepatan yang konsisten dalam waktu lama. Dengan bergerak lambat di dunia yang super cepat, kamu bisa lebih menikmati hal-hal remeh dan menghargainya. Abaikan kecepatan orang lain dan segala sesuatu di sekitarmu. Kamu memiliki kekuatan untuk memutuskan bagaimana kamu menjalani sisa hidupmu.

Jadikan pekerjaanmu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari bukan sebaliknya. Dan yang terpenting kita harus menyingkirkan narasi bahwa kesuksesan sama dengan kebahagiaan.

 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Summaire

   

A lifelong learner, more meaningful life

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap