Kerjasama Multilateral Negara dengan COVAX dalam Pendistribusian Vaksin COVID-19

Kerjasama Multilateral Negara dengan COVAX dalam
Pendistribusian Vaksin COVID-19

Dibutuhkan kerjasama multilateral sehingga dapat mempercepat pendistribusian vaksin global yang terjadi saat pandemi ini. COVAX Facility yang dioperasikan oleh Gavi, the Vaccine Alliance, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang bertujuan menyatukan negara-negara secara global untuk bergabung termasuk Indonesia dengan sistem multilateral.

 COVAX berfungsi sebagai fasilitas pendistribusian secara global vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin di dunia dengan target pencapaian pertahunnya. Covax Facility mempercepat ketersediaan vaksin yang cepat dan adil ke setiap negara yang bergabung untuk mendapatkan hak herd immunity. Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin dari COVAX untuk pada awal bulan maret 2021 lalu. 

Diplomasi Multilateral yang bertujuan memberikan herd immunity yang adil melalui vaksin yang akan diproduksi. Retno Marsudi, Menteri Luar negeri Republik Indonesia yang terpilih sebagai ketua bersama Vaccines Advance Market Commitment (Covax AMC) Engagement Group di Jenewa, Swiss bertujuan untuk memproduksi vaksin secara global.

Hal ini menjadi faktor bagi Indonesia untuk dapat melakukan diplomasi multilateral berupa penyediaan vaksin yang dapat diandalkan dan menghindari praktik monopoli negara lain sehingga tidak berdampak pada ekonomi secara global. Tidak semua negara memiliki pandangan dan prinsip dalam penyediaan vaksin yang adil, Amerika Serikat salah satunya yang menganggap bertentangan dengan prinsip distribusi vaksin global.

Masih menjadi permasalahan akan pendistribusian vaksin dimana belum dipastikan mengenai definisi dari keadilan itu sendiri yang menghadirkan beberapa pertanyaan seperti apa konsep adil yang harus diwujudkan, hak dan kewajiban seperti apa bagi negara produksi maupun negara konsumen dan dengan cara apa mekanisme pembagian negara yang paling membutuhkan vaksin.

Accelerator Access to COVID-19 Tools (ACT) yang berfokus pada memperceat pengembangan , produksi dan akses yang adil terhadap COVID-19. COVAX merupakan salah satu pilar dibawah naungan ACT dalam bidang vaksin COVID-19 dan dikelola oleh The Vaccine Alliance (Gavi), The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) dan WHO dengan target pencapaian sebesar 2 miliar dosis hingga akhir 2021.

Cara kerja COVAX dibagi menjadi tiga area diantaranya, “Development and Manufacturing Workstream” bertujuan mendukung penelitian dan pengembangan produksi vaksin, yang kedua Policy and Allocation Workstream” bertugas dalam merekomendasi dalam tahapan penggunaan vaksin dan yang ketiga Vaccine Procurement and Delivery” bertugas dalam ketersediaan vaksin yang aman dan efektif.

Terdapat sekitar 80 negara yang sudah menyeimbangkan self-financing akan bergabung dengan COVAX Facility pada Agustus 2020 dan diikuti dengan 92 negara berpenghasilan menengah yang akan mendapat dukungan dari COVAX Advance Market Commitment (AMC).

Terdapat beberapa aspek yang harus diamati demi kelancaran pendistribusian dan pelaksanaan vaksin di suatu negara beberapa diantaranya seperti negara mana yang menjadi prioritas, kesiapan sistem kesehatan, dan bagaimana mekanisme pengawasan dan keamanan vaksin yang beredar di suatu negara.

Pertemuan virtual ke-5 COVAX AMC Engagement Group (EG) yang dipimpin oleh Menlu RI Retno Marsudi bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2021 membahas beberapa hal yang terjadi selama pelaksanaan pendistribusian vaksin.

Pembahasan mengenai prediksi pasokan vaksin, rencana pengiriman, efektifitas vaksin dikarenakan adanya varian baru yaitu varian delta dan persiapan penerimaan oleh negara Advance Market Commitment (AMC) Indonesia salah satunya.

Perkembangan situasi dalam diskusi pertemuan yang pertama mengatasi masalah pasokan vaksin yang kurang dengan membentuk COVAX Manufacturing Taskforce, yang kedua dose-sharing dimana suatu negara mendapat vaksin yang lebih sehingga bisa digunakan oleh negara AMC, yang ketiga merencanakan persiapan penerimaan dan pelaksanaan negara AMC didukung oleh COVAX Facility dalam program vaksinasi nasional. 

Saat ini terdapat sekitar 103 juta dosis yang dikirimkan COVAX Facility ke 135 negara sedangkan Indonesia mendapat sekitar 11.228.460 dosis vaksin AstraZeneca dan Moderna yang akan dipastikan akan terus bertambah jumlahnya. Peran Gavi juga di sertai dengan membiayai pengiriman vaksin ke negara AMC sebesar USD 775 juta dan 85 negara melakukan mekanisme cost-sharing dalam pembelian vaksin termasuk Indonesia.

Melihat dari sistem kerja yang dapat membantu dalam pendistribusian vaksin berdasarkan fakta dan penelitian dan bagaimana COVAX menangani masalah ini akan cukup lebih efektif dalam proses pendistribusian vaksin yang adil secara global.

Sistem kerja yang membutuhkan diplomasi multilateral dari banyak negara sehingga dapat segera bergabung dalam COVAX Facility bagi negaraAdvance Market Commitment (AMC)maupun yang bukan negara AMC.

Diplomasi multilateral yang dilakukan menjadi urgensi mengapa kegiatan pendistribusi vaksin ini harus segera dilakukan oleh negara-negara. Beberapa pendapat mengenai COVAX belum tertata secara baik maksud dan tujuannya dari suatu negara seperti Amerika, akan berdampak pada keberlangsungan kerja COVAX dikemudian hari.

Aspek yang diamati dalam pendistribusian vaksin akan didasarkan pada prioKomplikasi maupun isu yang terjadi khususnya bagi negara yang berpenghasilan rendah dan menegah juga dibahas pada pertemuan COVAX AMC bulan Juli lalu yang dipimpin Menteri Luar negeri.

Referensi:

  • Effendi, Satrio Arga. 2020. “Budget Issue Brief Politik & Keamanan. Pusat Kajian Anggaran, Badan Keahlian DPR RI.” Vol.01. 1-2. Diakses pada 14 Desember 2021.  https://berkas.dpr.go.id/puskajianggaran/bib/public-file/bib-public-11.pdf
  • Aditama Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR, “Prof. dr. Tjandra Yoga. 2020. COVID-19 dalam Tulisan Prof.Tjandra”. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB). Diakses pada 14 Desember 2021. https://drive.google.com/file/d/1SnaYBVkMLFaqhJPyoB9ERGK-wC8EzBWU/view
  •   Kementrian Luar Negeri RI, 2021 “Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu Dorong Percepatan Distribusi Vaksin Global.” Diakses pada 18 Desember 2021.https://kemlu.go.id/portal/id/read/2700/berita/pimpin-pertemuan-covax-menlu-dorong-percepatan-distribusi-vaksin-global

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Clarisa Irenia angeline