Kesalahan, Kegagalan, dan Persoalan dalam Marketing

Kesalahan, Kegagalan, dan Persoalan dalam Marketing 1

Di tengah situasi yang serba tidak menentu seperti saat ini, maka para tenaga pemasar atau marketing atau sales mengalami tantangan yang tidak mudah. Tidak jarang tenaga pemasar itu mengalami kesalahan, kegagalan, dan juga persoalan. 

Adanya pembatasan-pembatasan menyebabkan para pelanggan yang tadinya mudah ditemui saat ini lebih memilih untuk berada di rumah masing-masing dan membatasi pergerakan keluar rumah.

Tenaga pemasaran atau marketing tentu saja perlu menyiapkan langkah-langkah tertentu untuk mengatasi persoalan tersebut. Tujuannya tentu saja adalah agar target yang dicanangkan atau penjualan yang diharapkan dapat terus terjadi sehingga tidak mengalami kerugian

Kali ini kita akan belajar dari seorang ahli pemasaran atau marketing yang bernama Seth Godin Dia sangat terkenal dengan blog-nya kemudian juga menulis buku yang menjadi best seller serta banyak diikuti oleh para content creator dan orang-orang kreatif lainnya

Para tenaga pemasar atau sales yang melakukan aktivitas marketing seringkali mengalami persoalan. Bukan saja dalam kondisi seperti saat ini yang serba tidak menentu, tetapi mereka juga mengalami persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan saja dalam aktivitas mereka untuk berdagang dan berjualan, tetapi juga ketika mereka menghadapi situasi keseharian.

Pendek kata, para marketing itu pun sama dengan kita yang tidak sempurna. Kemudian mereka juga harus menghadapi persoalan, melakukan kesalahan, dan juga harus merasakan kegagalan.

Saat itu terjadi, tahukah Anda apa pesan dari Seth Godin? 

Tanpa menunggu lebih lama atau berpanjang lebar, langsung saja kita simak beberapa hal yang disampaikan oleh Seth.

Kesalahan adalah tempat Anda belajar

Menurut Seth, “Ada sesuatu yang dapat Anda pelajari dari suatu kesalahan.”

Ketika saat ini Anda melakukan suatu kesalahan, maka dari situ Anda mendapatkan pelajaran. Harapannya, di masa yang akan datang Anda akan melakukan berbagai perbaikan dan hasilnya pun akan lebih baik lagi.

Sedikit berbagai pengalaman pribadi boleh, ya? 

Suatu ketika saya pernah mencoba berdagang pakaian wanita. Kemudian saya menggunakan media sosial Facebook untuk menawarkan dagangan tersebut. 

Sebagai seorang pemasar atau tenaga marketing pemula, saya sangat bersemangat dengan harapan akan mendapatkan penjualan yang besar dan juga akhirnya mendapat untung yang besar pula.

Pada saat itu, metode yang saya lakukan adalah dengan membuat status di Facebook dan melengkapinya dengan menampilkan gambar produk yang ditawarkan. Kemudian karena saking semangatnya, maka dalam satu hari saya bisa menulis atau mengupdate status beberapa kali. 

Akibat dari tindakan tersebut adalah berupa gangguan kepada teman-teman saya. Setelah itu, hasilnya pun berkebalikan dari yang diharapkan. Tadinya mengharapkan penjualan yang besar dan untung besar ternyata malah buntung.

Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa meskipun kita berjualan atau menjadi tenaga pemasar atau marketing, kita perlu juga memperhatikan kondisi atau situasi yang dihadapi oleh calon pelanggan kita.

Yang perlu diingat adalah tidak ada satu orang pun yang suka dijuali, meskipun mereka suka membeli.

Dengan mengingat hal itu, maka Anda dapat mengetahui bahwa sebaiknya tidak dalam setiap postingan Anda menawarkan barang atau apapun yang sedang Anda jual. Namun, Anda perlu mengkombinasikan aktivitas berjualan atau berdagang tersebut dengan aktivitas lain.

Aktivitas lain yang dimaksud adalah berupa edukasi, kemudian juga memberikan hiburan, bahkan informasi yang bermanfaat. Contohnya, Anda berdagang suatu barang di media sosial, maka bukan berarti harus terus-menerus menyampaikan informasi mengenai barang yang Anda jual. 

Namun, Anda bisa memberikan edukasi atau informasi mengenai hal-hal lain yang masih ada kaitanya dengan barang yang dijual.

Sebagai contoh, ketika Anda menjual berbagai produk kesehatan, maka bukan berarti Anda harus terus-menerus memposting mengenai produk kesehatan tersebut. 

Namun, sangat disarankan Anda juga memberikan informasi ataupun edukasi mengenai hidup sehat. 

Dengan demikian, maka para pelanggan atau calon pelanggan yang disasar tidak akan bosan dengan berbagai informasi yang Anda tawarkan. Bahkan, mereka akan merasa beruntung karena telah mengikuti atau memfollow akun Anda dan mendapatkan berbagai informasi yang bermanfaat serta tidak melulu mengenai produk.

Kegagalan Pemasaran adalah Ketidakcocokan

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan kegagalan pemasaran?

Menurut Seth Godin kegagalan Pemasaran adalah ketidakcocokan antara apa yang Anda bangun dengan kondisi pasar.

Sebagai ilustrasi dari pernyataan ini adalah ketika Anda membangun industri bepergian atau berwisata atau menawarkan informasi rekreasi, maka tidak cocok dengan kondisi pasar yang sedang mengalami berbagai pembatasan seperti sekarang ini.

Namun demikian, mungkin Anda bisa memberikan informasi yang sifatnya berisi prediksi atau penawaran lain yang akan menarik bagi calon pelanggan Anda.

Kita ke contoh saja, ya? Saat ini Anda dapat memberikan informasi lokasi yang cocok untuk bepergian. Kira-kira lokasi di mana satu keluarga dapat bepergian yang mungkin tidak terlalu jauh. Kemudian lokasi tersebut menawarkan suatu hiburan, tetapi pada saat yang sama tetap aman.  

Anda pun dapat memberikan informasi yang sifatnya akan terjadi di masa yang akan datang. Misalnya bagaimana seseorang harus bertindak ketika masa pembatasan mobilitas ini selesai. 

Bahkan Anda bisa memberikan informasi mengenai berbagai program yang ditawarkan atau layanan kepada mereka yang baru saja menyelesaikan pembatasan mobilitas atau yang baru saja menyelesaikan proses isolasi mandiri. 

Satu contoh menarik mungkin dapat memberikan inspirasi untuk Anda, yaitu ketika sebuah kafe atau rumah makan memberikan paket bagi mereka yang sedang menjalani isolasi Mandiri. 

Menu yang ditawarkan adalah seperti catering. Jadi dalam sehari mereka memberikan menu untuk sarapan, kemudian makan siang, dan makan malam. Istimewanya lagi adalah adanya buah-buahan dan kemudian paket vitamin. 

Bahkan,  jika anda memiliki produknya, maka bisa juga memberikan obat-obatan yang diperlukan dalam paket yang ditawarkan tersebut. Itu pun akan lebih bagus lagi kalau bisa disertai dengan hand sanitizer, masker, dan lainnya.

Permasalahan adalah Solusi

Mungkin Anda akan terkaget kaget mendengar informasi ini bagaimana bisa sebuah permasalahan adalah solusi?

Namun, itulah yang disarankan oleh Seth Godin. Bahwa sebenarnya permasalahan adalah sebuah penemuan baru yang menunggu Anda. Permasalahan menunggu Anda untuk ditemukan. Bahkan, permasalahan juga menjadi undangan bagi Anda untuk menemukan solusi.

Dibagian awal sudah disampaikan peluang yang mungkin dapat Anda manfaatkan ketika situasi pembatasan seperti saat ini dan banyak orang yang sedang melakukan isolasi mandiri. 

Bagaimana Anda mengubah permasalahan tersebut menjadi peluang yang dapat bermanfaat untuk bisnis Anda?

Mungkin terdengar atau terlihat tidak manusiawi Ketika anda mengambil manfaat dari kesulitan yang dialami oleh orang lain. 

Namun, bukankah itu peran dari seorang pemasar atau marketing? Yaitu memberikan solusi pada persoalan yang dihadapi oleh calon pelanggan Anda. 

Satu contoh lain, saat ini banyak orang yang harus bekerja dari rumah. Mungkin mereka memerlukan bantuan untuk mencetak dokumen, sementara tidak memiliki mesin pencetak atau printer. 

Bagaimana Anda memecahkan persoalan mereka? 

Bisa saja Anda memberikan layanan mencetak jarak jauh kemudian mengirimkan hasil cetakan kepada pelanggan. 

Sekali lagi, menggarisbawahi yang sudah disampaikan oleh Seth, bahwa permasalahan sebenarnya adalah sebuah inovasi dan solusi yang menunggu Anda dengan tidak sabar untuk  ditemukan. 

Hanya sekali lagi perlu diingat, bahwa permasalahan bukan berarti kesempatan untuk memanfaatkan orang lain. 

Permasalahan bukan masanya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Misalnya menimbun tabung oksigen dan menjualnya kembali dengan harga yang tidak masuk akal.

Penutup

Akhirnya, setelah membaca uraian di atas, semoga ada beberapa pesan yang terus teringat di benak Anda. Jika Anda lupa, saya ingatkan kembali di bagian penutup ini. 

Sebagai seorang pemasar, marketing, sales, tenaga penjual, atau apa saja namanya, maka Anda perlu: 

  1. Melihat kesalahan sebagai tempat untuk belajar.
  2. Melihat kegagalan sebagai ketidakcocokan yang perlu segera dicocokkan.
  3. Melihat permasalahan sebagai solusi yang menunggu ditemukan.

Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat dan salam hangat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sridewanto Pinuji