Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Rencana Bisnis

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Rencana Bisnis

Ketika kondisi bisnis dalam keadaan terpuruk, tidak sedikit para pelaku bisnis yang mempertanyakan: kenapa bisnis yang sudah direncanakan dengan matang masih saja gagal?

Jawaban yang paling mudah untuk menjawab pertanyaan tersebut: jika bisnis yang sudah direncakan dengan matang saja masih gagal, apalagi bisnis yang dijalankan tanpa perencanaan!

Satu lagi yang menjadi penyebab dari gagalnya bisnis yang sudah direncanakan adalah  karena salah dalam membuat perencanaan bisnis. Jika dalam perencanaan saja sudah salah, apalagi saat melakukan eksekusi.

 

Model dan Tujuan Bisnis Tidak Jelas

Apa yang dimaksud dengan model bisnis? Apakah rencana menjual barang termasuk model bisnis? Bukan. Model bisnis adalah rencana yang disusun dengan matang agar pengeluaran lebih kecil dibandingkan pendapatan. Sedang tujuan dari bisnis adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal berdasarkan model yang diterapkan dalam bisnis.

Pengertian dari model dan tujuan bisnis inilah yang harus dipahami dengan benar dan harus memiliki bentuk yang konkrit agar tidak keliru dalam . Karena pada hakikatnya merupakan solusi untuk memecahkan persoalan yang dapat mengubah visi bisnis yang sukses menjadi nyata.

Baca juga  5 Tips Bisnis Ampuh untuk Pemula

Model dan tujuan bisnis harus jelas karena berpengaruh terhadap , dan juga berpengaruh terhadap penelitian yang harus dilakukan.

 

Data Kurang dan Tidak Terdokumentasikan

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Rencana Bisnis

Sifat yang terburu-buru untuk dapat sesegera mungkin merealisasikan bisnis membuat riset dan penelitian kerap kali diabaikan. Padahal hasil riset dan penelitian mempengaruhi dan untuk melakukan riset itu sendiri sebenarnya juga tidak terlalu memakan waktu karena dapat dilakukan secara offline maupun online.

Karena tidak melakukan riset atau kurangnya data yang terkumpul dari hasil riset, membuat realitas pasar terkadang diabaikan. Akibatnya, Anda yang sebenarnya memiliki produk dan layanan terbaik untuk dijual, saat berinteraksi langsung dengan pasar ternyata tidak ada yang membeli.

Realita tersebut tidak dapat dipungkiri, karena kualitas produk dan layanan tidak dapat dijadikan jaminan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. Itu sebabnya memarketingkan produk dan jasa sangat penting, begitu juga dengan menguji produk dan jasa sebelum dilempar ke pasar. Karena itulah realita pasar harus dimasukkan ke dalam .

Baca juga  5 Tips Bisnis Ampuh untuk Pemula

Dalam melakukan penelitian, Anda harus tahu: siapa yang akan menjadi kompetitor dan bagaimana cara untuk memenangkan kompetisi serta potensi ancaman apa saja yang harus dihadapi dalam setiap kompetisi.

Tidak cukup hanya sekedar tahu, hasil dari penelitian itu juga harus terdokumentasi dengan baik, dalam bentuk catatan tertulis, gambar, foto maupun video. Dengan mendokumentasikan hasil penelitian, Anda seperti memiliki buku panduan sebelum melangkah atau membuat kebijakan terkait dengan jalannya bisnis dan perusahaan.

Bagi Anda yang baru akan membuka usaha, hasil penelitian yang menjadi bagian dari dapat digunakan untuk mengatur rencana serta tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam menjalankan bisnis.

Namun demikian, dokumentasi hasil penelitian tersebut tidak hanya digunakan pada saat akan mendirikan perusahaan atau saat akan melempar produk baru saja, tapi berlaku selamanya sepanjang perusahaan masih berjalan.

Karena hasil penelitian tersebut bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan perusahaan sekaligus sebagai bahan referensi untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Itulah sebabnya hasil penelitian perlu didokumentasikan.

Baca juga  5 Tips Bisnis Ampuh untuk Pemula

 

Persiapan Tidak Dilakukan Secara Menyeluruh

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Rencana Bisnis

Kesalahan lainnya yang kerap terjadi saat membuat perencanaan bisnis adalah tidak dituliskannya rencana secara menyeluruh. Sebagaimana diketahui, dalam pembuatan laporan , harus dimasukkan proyeksi arus kas, laporan laba – rugi serta neraca .

Karena itu, harus dicari tahu, seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis serta seberapa banyak cadangan dana yang dibutuhkan pada tahun-tahun pertama perusahaan beroperasi.

Kesalahan yang kerap dilakukan pada saat membuat rencana dalam adalah  tidak realistis dalam memasukkan dan menghitung pengeluaran dengan memandang remeh biaya-biaya tidak terduga. Kesalahan ini akan dapat dicegah lewat penelitian yang akurat.

Kesalahan lainnya adalah terlalu optimis akan masa depan dari bisnis baru yang akan dijalankan atau produk baru yang akan dilempar ke pasar.  Bersikap optimis memang suatu keharusan. Tapi jika sikap optimis tersebut terlalu berlebihan dapat berdampak pada membengkaknya proyeksi arus kas. (*)

 

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

aguskurniawan