Kesehatan Mental Dikalangan Orang Tua


Kesehatan Mental Dikalangan Orang Tua 1

Kesehatan menjadi harta paling berharga bagi setiap manusia. Memilikinya dapat dengan mudah menjalankan aktifitas sesuai rencana. Namun, kesehatan bukan hanya mengenai fisik saja. Kondisi mental yang sehat salah satu kunci utama kebahagiaan seseorang. Sayangnya, di zaman yang serba modern ini kesehatan mental menjadi suatu hal tabu atau mungkin tidak banyak yang mengetahuinya.

Paling sering terjadi adalah ketika seseorang terpuruk karena keadaan, merasa ada yang salah dengan dirinya dan dianggap aneh oleh orang lain. Masyarakat akan mengatakan, “Jauh dari agama kali tuh. Kurang ibadah.” Padahal gangguan kesehatan mental memang nyata adanya, bukan hanya mengaitkannya dengan kurangnya ibadah seseorang.

Kepercayaan Terhadap ‘Orang Pintar’ atau Dukun

Sebagian masyarakat mempercayai adanya dukun. Memiliki gangguan sedikit pada kejiwaan perginya ke dukun apalagi gangguan pada mental. Tidak ada yang salah, tetapi apakah hal tersebut dapat dipercayai kesembuhannya? Sebagian mengatakan iya, sebagian lagi masih mempertanyakannya.

Masih hangat terdengar seorang anak yang dianggap nakal oleh orang tuanya kemudian dibawa kepada salah seorang dukun di desanya. Si dukun melakukan berbagai pengobatan termasuk dengan menenggelamkan anak pada bak air hingga meninggal. Sayangnya, orang tua percaya begitu saja dengan perkataan dukun bahwa anaknya akan segera bangun. Namun, sudah 4 bulan tidak kunjung sadarkan diri dan kondisi makin parah. Tubuh si anak mulai berubah kering keronta meninggalkan tulang saja.

Kejadian seperti ini tidak satu dua kali terjadi dikalangan masyarakat. Anak-anak yang memiliki perilaku tidak seperti biasanya pasti langsung dibawa ke dukun atau orang pintar. Orang tua mulai berpikir yang tidak-tidak dan percaya bahwa buah hatinya sedang dalam gangguan. Segala persyaratan dilakukan orang tua demi kesembuhan anaknya.

Pandangan Terhadap Psikolog dan Psikiater

Minimnya pengetahuan mengenai psikolog dan psikiater membuat masyarakat menganggap keduanya hanya menangani orang gila saja. Ketika mendatangi mereka sudah menganggap dirinya gila. Padahal tidak sepenuhnya seperti ini. Kedu profesi tersebut akan membantu pasien dengan dukungan dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Tidak dapat dipungkiri jika ada beberapa obat yang harus dikonsumsi.

Informasi mengenai hal ini belum sepenuhnya merambah masyarakat meskipun internet mudah diakses. Sehingga gangguan mental pada seseorang sering dianggap sebagai ganggaun jiwa yaitu gila. Padahal gangguan mental ada banyak jenisnya yang masih dianggap remeh dan merupakan hal sepele.

Psikolog bukanlah dokter medis yang dapat memberikan obat pada pasien. Namun, menyediakan beberapa psikoterapi seperti beberapa tes dan sejenisnya. Sedangkan psikiater merupakan dokter medis yang dapat meresepkan obat. Tidak hanya itu saja, disediakan juga psikoterapi yang berbeda dengan psikolog.

Masyarakat bisa mendatangi salah satunya atau keduanya. Ketika tidak menemukan di kota tempat tinggal atau jaraknya cukup jauh bisa melakukannya secara online. Zaman sekarang hampir semua orang memiliki smartphone android. Ada beberapa website yang menyediakan layanan konsultasi mengenai kesehatan secara online. Pasien bisa mengatur jadwal dengan dokter yang dituju sebelumnya.

****

Mempercayai akan tradisi masyarakat bukanlah suatu hal yang harus disalahkan karena setiap daerah memiliki ceritanya uniknya. Semuanya kembali pada pribadi masing-masing karena ada begitu banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

Mengenai kesehatan mental, baiknya memang ditanamkan sejak dini oleh orang tua sebagai sekolah pertama bagi anak-anak. Ketika beranjak dewasa mereka tidak kaget dengan globalisasi yang begitu cepat setiap harinya. Orang tua berperan penting terhadap hal-hal seperti ini agar anak dapat tumbuh dengan sehat baik fisik maupun psikis.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Devi Nur

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap