Kesehatan Mental Dikalangan Orang Tua

Kesehatan Mental Dikalangan Orang Tua

Kesehatan menjadi harta paling berharga bagi setiap manusia. Memilikinya dapat dengan mudah menjalankan aktifitas sesuai rencana. Namun, kesehatan bukan hanya mengenai fisik saja. Kondisi yang sehat salah satu kunci utama kebahagiaan seseorang. Sayangnya, di zaman yang serba modern ini kesehatan menjadi suatu hal tabu atau mungkin tidak banyak yang mengetahuinya.

Paling sering terjadi adalah ketika seseorang terpuruk karena keadaan, merasa ada yang salah dengan dirinya dan dianggap aneh oleh orang lain. akan mengatakan, “Jauh dari agama kali tuh. Kurang ibadah.” Padahal gangguan kesehatan memang nyata adanya, bukan hanya mengaitkannya dengan kurangnya ibadah seseorang.

Kepercayaan Terhadap ‘Orang Pintar’ atau Dukun

Sebagian mempercayai adanya dukun. Memiliki gangguan sedikit pada kejiwaan perginya ke dukun apalagi gangguan pada . Tidak ada yang salah, tetapi apakah hal tersebut dapat dipercayai kesembuhannya? Sebagian mengatakan iya, sebagian lagi masih mempertanyakannya.

Baca juga  5 Tips merawat Orang Lanjut Usia (lansia)

Masih hangat terdengar seorang anak yang dianggap nakal oleh orang tuanya kemudian dibawa kepada salah seorang dukun di desanya. Si dukun melakukan berbagai pengobatan termasuk dengan menenggelamkan anak pada bak air hingga meninggal. Sayangnya, percaya begitu saja dengan perkataan dukun bahwa anaknya akan segera bangun. Namun, sudah 4 bulan tidak kunjung sadarkan diri dan kondisi makin parah. Tubuh si anak mulai berubah kering keronta meninggalkan tulang saja.

Kejadian seperti ini tidak satu dua kali terjadi dikalangan . Anak-anak yang memiliki perilaku tidak seperti biasanya pasti langsung dibawa ke dukun atau orang pintar. mulai berpikir yang tidak-tidak dan percaya bahwa buah hatinya sedang dalam gangguan. Segala persyaratan dilakukan demi kesembuhan anaknya.

Baca juga  Rekomendasi 5 K-Drama tentang Psikologi, Buat Kita Peduli pada Kesehatan Mental

Pandangan Terhadap Psikolog dan Psikiater

Minimnya pengetahuan mengenai psikolog dan psikiater membuat menganggap keduanya hanya menangani orang gila saja. Ketika mendatangi mereka sudah menganggap dirinya gila. Padahal tidak sepenuhnya seperti ini. Kedu profesi tersebut akan membantu pasien dengan dukungan dirinya sendiri dan orang di sekitarnya. Tidak dapat dipungkiri jika ada beberapa obat yang harus dikonsumsi.

Informasi mengenai hal ini belum sepenuhnya merambah meskipun internet mudah diakses. Sehingga gangguan pada seseorang sering dianggap sebagai ganggaun jiwa yaitu gila. Padahal gangguan ada banyak jenisnya yang masih dianggap remeh dan merupakan hal sepele.

Psikolog bukanlah dokter medis yang dapat memberikan obat pada pasien. Namun, menyediakan beberapa psikoterapi seperti beberapa tes dan sejenisnya. Sedangkan psikiater merupakan dokter medis yang dapat meresepkan obat. Tidak hanya itu saja, disediakan juga psikoterapi yang berbeda dengan psikolog.

Baca juga  Menjadi Manusia Yang Seimbang

bisa mendatangi salah satunya atau keduanya. Ketika tidak menemukan di kota tempat tinggal atau jaraknya cukup jauh bisa melakukannya secara online. Zaman sekarang hampir semua orang memiliki smartphone android. Ada beberapa website yang menyediakan layanan konsultasi mengenai kesehatan secara online. Pasien bisa mengatur jadwal dengan dokter yang dituju sebelumnya.

****

Mempercayai akan tradisi bukanlah suatu hal yang harus disalahkan karena setiap daerah memiliki ceritanya uniknya. Semuanya kembali pada pribadi masing-masing karena ada begitu banyak hal yang tidak bisa dijelaskan secara medis.

Mengenai kesehatan , baiknya memang ditanamkan sejak dini oleh sebagai sekolah pertama bagi anak-anak. Ketika beranjak dewasa mereka tidak kaget dengan globalisasi yang begitu cepat setiap harinya. berperan penting terhadap hal-hal seperti ini agar anak dapat tumbuh dengan sehat baik fisik maupun psikis.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Devi Nur