Kesehatan

5 Cara Agar Rumah Tidak Menjadi Sarang Nyamuk

Nyamuk, sangat mudah di temui di dalam rumah kita. Apalgi jika kita tidak menjaga kebersihan lingkungan atau membiarkan baju kotor menumpuk. Disadari atau tidak, berkembangbiaknya nyamuk karena di fasilitasi oleh kita. Nyamuk yang berkembangbiak di  dalam rumah, akan mempengaruhi kesehatan orang yang tinggal di rumah tersebut, karena keberadaan nyamuk bisa membawa penyakit. Apalagi saat musim hujan, nyamuk mudah sekali berkembangbiak, dan membawa penyakit seperti yang banyak dielukan oleh masyarakat yakni Demam berdarah Dengue (DBD).

Agar rumah kita tidak menjadi sarang nyamuk, hendaknya Anda simak tips di bawah ini:

1. Tutup tempat, atau lubang yang berisi genangan air

Air adalah tempat strategis untuk berkembangbiaknya nyamuk. Karena nyamuk bertelur di genangan air yang bersih. Dikhawatirkan jika disekitar rumahmu terdapat wadah atau cekungan yang terisi air.  Apalagi saat musim hujan, wadah-wadah ataupun lubang sangat mudah terisi air. Dan ditempat inilah nyamuk akan sangat mudah berkembangbiak. Karena tempat-temoat yang berisi genangan air adalah surga bagi nyamuk untuk berbangbiak.

Agar tidak menjadi sarang nyamuk, hendaklah kubur barang-barang bekasmu yang dapat menimbulkan genangan air atau tutup dengan tanah lubang-lubang yang terisi air. Hal ini bisa mencegah  nyamuk berkembangbiak biak. Sehingga rumah tidak lagi menjadi sarang nyamuk.

 

2. Hindari menggantung baju atau menumpuk pakaian

Baju-baju yang tergantung di belakang pintu juga menjadi salah satu tempat yang nyaman bagi nyamuk untuk berkembangbiak. Apalagi baju yang tergantung adalah baju kotor dan berwarna hitam. Nyamuk akan mudah berkembang biak. Selain menggantung baju, menumpuk baju atau barang dalam waktu yang lama juga menjadi tempat bagi nyamuk untuk bersarang. Meski sudah menyemprotkan cairan serangga, nyamuk terkadang masih berada di sekitar tumoukan baju. Karena sifat nyamuk yang menyukai tempat lembab dan gelap.

Jika ingin terhindar dari nyamuk, hindari mengantung atau menumpuk baju kotor. Menutup lemari kembali setelah mengambil pakaian atau barang lainnya. Kebaskan baju jika ingin memakaianya. Dan jauhkan temukan barang dari pusat kegiatan kita.

 

Baca juga  5 Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan, Mulai Kesehatan Jantung Hingga Merawat Kulit

3. Memangkas tanaman liar di sekitar rumah

Membersihkan dan memotong tanaman liar di sekitar rumah merupakan salah satu cara terhindar dari nyamuk pembawa penyakit. Potong tanaman liar disekitar rumah secara berkala agar tidak menjadi sarang nyamuk. Karena, tanaman yang tinggi dan tidak terawat sangat disukai nyamuk.Apalagi saat musim hujan. Saat hujan air hujan tidak terserap sepenuhnya kedalam tanah. Namun air hujan kadang tersisa di tanaman dan tumbuhan liar di sekutar rumah. Disitulah menjadi tempat nyamuk bertelur.

Ganti tanaman liar di sekitar rumah Anda dengan tanaman pengusir nyamuk. Di antaranya tanaman Serai, Lavender, Geranium atau lemon. Tanaman ini dapat mencegah nyamuk berkembangbiak di rumah Anda.

 

4. Tutup Jendela pada malam hari dan gunakan pengusir nyamuk

Tutup jendela rumah Anda pada malam hari, agar nyamuk tidak bisa masuk kedalam rumah. Gunakan kain kasa untuk melapisi jendela rumah Anda agar serangga itu tidak bebas berkelana masuk kedalam rumah Anda. Gunakan lotion nyamuk sebelum tidur. Jika Anda memiliki bayi gunakan kelambu untuk melindungi bayi Anda dari gigitan nyamuk.

 

5. Fogging nyamuk secara teratur

Fogging nyamuk biasa di lakukan oleh pemerintah untuk mencegah penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Fogging nyamuk masih menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah nyak berkembangbiak.Gas antiinsektisida yang disemprotkan melalui alat fogging menyasar genangan-genangan air yang diduga menjadi tempat untuk bertelur. Selain itu, menaburkan bubuk Abate kedalam bak mandi juga kerap di sosialisasikan oleh pemerintah untuk mencegah nyamuk berkembangbiak.

Nyamuk menjadi nyaman didalam rumah kita karena kita yang memfasilitasi. Lakukan hal-hal di atas untuk mencegah nyamuk berkembangbiak di dalam rumah kita. (AF)