Ketahui 3 Cara Ini Untuk Mencegah Serangan Asam Lambung !

Ketahui 3 Cara Ini Untuk Mencegah Serangan Asam Lambung !

dan minuman yang kita konsumsi punya karakteristik yang berbeda-beda. Efek dari setiap asupan tersebut juga tidak sama, setiap jenis dan minuman tadi ada yang kurang cocok bagi tubuh kita. Walaupun kelihatannya lezat dan menggugah selera, namun terkadang kita lupa akan efek samping dari kelezatan tersebut.

Indonesia yang khas dengan ratusan resep sambalnya turut serta menambah cita rasa dan selera dari segala jenis . Aneka sambal dari yang pedas hingga super pedas tersedia di setiap warung makan. Tidak sulit menemukan selera makan jika didepan kita sudah tersaji aneka sambal nusantara.

Disamping minuman mengandung alkohol dan berkafein (pemicu ), kawasan tropis Indonesia sangat kaya akan minuman segar ala wilayah tropis. Minuman buah segar menjadi pilihan utama menemani gerahnya siang hari. Beberapa squash dan mojito disajikan dengan menggunakan jeruk lemon atau nipis. Rasanya menjadi cukup asam, namun sangat menyegarkan. Selain itu juga terdapat minuman tradisional khas Indonesia dengan santan, yaitu Cendol.

dan minuman diatas adalah beberapa jenis asupan yang memiliki resiko meningkatkan kadar di tubuh. Bagi yang sudah terbiasa dengan serangan tiba-tiba dari cairan ini, mungkin selalu membekali dirinya dengan obat/tablet Antasida yang dijual bebas.

Ada kebiasaan baik yang harus kita mulai untuk mencegah cairan ini berlebihan, antara lain :

Baca juga  Faktor Risiko & Penyebab Refluks Asam Lambung

Hindari Minuman Bergas Tinggi

Selain dan minuman pemicu yang telah disebutkan di atas. dan minuman alami lain juga dapat memicu timbulnya yang tanpa sadar telah menjadi konsumsi kita sehari-hari.

Walaupun Indonesia kaya akan segala jenis , tapi bagi penderita sakit kambuhan diharapkan bisa mengontrol bahkan menjauhi segala bentuk dan minuman yang mengandung gas yang tinggi.

Jenis roti, kacang-kacangan, sayuran jenis brokoli dan kol, buah apel dan pir adalah beberapa jenis yang mengandung gas tinggi, artinya jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan, maka akan menimbulkan gas didalam tubuh. Jenis zat-zat seperti rafinosa dan fruktosa alami yang terkandung dan sulit dicerna, menjadi pemicu utama timbulnya berlebih.

Satu lagi jenis minuman yang sangat perlu untuk dihindari adalah susu dan produk olahannya. Kandungan laktosa alami didalam produk ini tidak mudah untuk dicerna oleh enzim laktase di dalam tubuh kita. Sebagai penderita intoleransi laktosa, enzim laktase ini sulit untuk diproduksi tubuh. Akibatnya laktosa yang berlebih akan menjadi gas.

Bersendawa

Jika Anda baru saja selesai makan, berilah waktu tubuh Anda untuk mencerna secara sempurna. Pencernaan yang baik akan memerlukan waktu 2-3 jam untuk mengurai sari-sari makanan dari setiap asupan yang kita makan.

Proses yang cukup lama ini membuat kita bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk merebahkan diri?. Kebiasaan Anda setelah makan dan mengantuk adalah kebiasaan buruk. Hal ini juga menunjukkan tingginya tingkat kada gula Anda. Semakin kenyang, semakin mengantuk.

Baca juga  5 Cara Sehat Mengecilkan Perut

Tetaplah pada posisi tegak selama proses mencerna makanan ini berlangsung. Merebahkan diri adalah pilihan buruk dan dapat memicu naiknya ke wilayah ulu hati. Dampaknya, ulu hati akan terasa terbakar (heart burn), bahkan bila terlalu lama, Anda akan merasakannya hingga ke area kerongkongan.

Tips mudah untuk mengetahui apakah proses mencerna sudah usai adalah ketika Anda bersendawa. Sendawa di saat Anda mengkonsumsi makanan dipercaya sebagai tanda gas didalam tubuh terdesak keluar. Begitu juga pada saat Anda selesai makan, sendawa atau gas yang keluar dari tubuh Anda ini menandakan Anda telah kenyang. Bagi yang percaya, hal ini timbul karena area yang tadinya kosong, sekarang telah terisi penuh dengan makanan, sehingga mendorong ruang-ruang kosong yang berisi gas di area pencernaan keluar melalui kerongkongan dan mulut.

Setidaknya sendawa ini adalah tanda bahwa Anda sudah berhasil mencegah naik. Bayangkan jika Anda langsung rebahan? Gas-gas tadi akan mendorong dan menghantarkan cairan ke area ulu hati hingga kerongkongan Anda. Yang paling berbahaya adalah Anda akan kesulitan bernafas. Bagi Anda yang pernah mengalaminya, pasti tahu betapa sakitnya berada di situasi ini. Jadi, pastikan bahwa Anda sudah bersendawa, sebelum tertidur pulas.

Baca juga  4 Hal yang Wajib Dihindari Penderita Asam Lambung

Buah Salak

Disamping menyiapkan obat-obatan Antasida atau pereda nyeri . Anda bisa mengandalkan produk alami seperti buah salak. Buah yang berkhasiat untuk merawat jantung ini juga dipercaya dapat menetralisir tingkat yang berlebih.

Buah ini dulunya dihindari karena mitos sebagai buah pemicu sembelit. Anggapan ini dinilai salah dimasa kini, justru salak adalah obat alami untuk melancarkan pencernaan. Baik daging maupun kulit arinya mengandung nutrisi seperti serat, kalsium, tanin, saponin, flavonoid, dan beta karoten yang bermanfaat untuk sistem pencernanan.

Buah salak juga mengandung tanin yang bermanfaat sebagai antimikroba alami yang baik untuk mencegah gangguan pencernaan termasuk asam .

Jika Anda konsumsi secara rutin, maka Anda dapat merasakan kelegaan dan ketenangan didalam proses pencernaan Anda. Tidak ada perasaan cemas akan meningkatnya kadar cairan asam lagi. Semuanya seakan telah diredam oleh antimikroba dari buah salak.

***

Meningkatnya kadar asam juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal. Pemicu lain dari asam adalah stres. Maka dari itu, siapkan diri Anda untuk tidak terlalu lelah dan berfikir terlalu keras. Batasi tingkah laku Anda agar tidak terpancing emosi dari lingkungan terdekat. Tenangkan diri Anda dengan beribadah, olahraga maupun mendengarkan musik.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Danawa Kalana