Ketika Akhlak Harus Lebih Utama Daripada Ilmu


Ketika Akhlak Harus Lebih Utama Daripada Ilmu 1

Di dunia dimana kita tinggal ini, akhlak dan ilmu sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Tanpa ilmu, kehidupan kita seakan tidak memiliki arah dan tujuan yang tepat. Tanpa akhlak pula, jati diri serta kepribadian kita akan dianggap rendah apabila kita tidak menata akhlak yang bagus. Ilmu dan akhlak yang baik harus kita miliki agar bisa menjadi seseorang yang berwawasan luas dan disegani. Namun diantara kedua hal tersebut, mana yang harus diutamakan meskipun keduanya sama-sama penting?

Jawabannya adalah akhlak. Mengapa akhlak dikatakan harus lebih utama dibanding ilmu? Padahal jika kita lihat secara gamblang, orang yang memiliki ilmu tinggi cenderung dipandang hebat olah khalayak orang, dan tidak jarang bagi orang yang berilmu dihormati karena ia memiliki pengetahuan yang sangat luas. Ya, itu karena akhlak merupakan sesuatu yang mahal. Bisa dikatakan mahal karena tidak semua orang bisa memiliki akhlak yang baik.

Seseorang bisa dikatakan memiliki akhlak yang baik apabila ia bisa menghargai sesama manusia dan tidak pernah menyombongkan diri terlebih lagi dengan ilmu yang ia miliki. Jika ada orang yang memiliki akhlak yang baik meskipun ilmu yang ia miliki tidak terbilang tinggi, justru ia lebih mendapat respect daripada orang yang berilmu tinggi namun akhlaknya buruk. Orang yang unggul dengan memiliki akhlak baik cenderung lebih rendah hati, tidak sombong, santun, sopan, dan menghargai orang lain. 

Bagaimana dengan orang yang berilmu namun memiliki perilaku yang kurang bagus? Setinggi-tingginya ilmu, tentu akan percuma juga jika akhlak yang ia miliki sangatlah kurang. Dengan adanya ilmu yang ia miliki, tak jarang itu bisa membuat dirinya menjadi angkuh dan tidak ada rasa hormat kepada orang lain meskipun terkadang ia tidak sadar akan hal itu. Ini yang perlu diperhatikan kepada semua orang, terlebih lagi untuk kita yang sedang menuntut ilmu.

Tentunya bagus jika kita mempelajari suatu ilmu dan belajar setinggi-tingginya, namun hal tersebut janganlah dijadikan prioritas apabila akhlak kita kurang diperhatikan. Perlu diketahui, para penuntut ilmu yang hidup pada zaman dahulu, mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari adab terlebih dahulu dibanding ilmu. Itu artinya, mereka sangat mengedepankan adab dan tidak ingin terburu-buru untuk menguasai ilmu yang akan mereka pelajari. Tentu hal seperti ini wajib kita tiru, dimana kita harus mendahulukan akhlak dibanding ilmu. 

Dalam agama Islam, ajaran untuk memiliki akhlak baik sudah tertera jelas dalam hadis. Salah satu alasan Rasulullah diutus ialah untuk memperbaiki perilaku masyarakat Arab yang dahulu terkenal jahil (bodoh). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “أكملُ المؤمنين إيمانًا أحسنُهم خُلقًا” yang artinya, “Kaum mu’minin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Tirmidzi) 

Dalam pandangan agama, kita diwajibkan untuk berilmu dan berakhlak baik. Keduanya tentu saja harus bersatu. Ilmu tanpa akhlak bagaikan tumbuhan tanpa akar yang tidak dapat menopang tumbuhan hingga tidak bisa menyalurkan air sebagai kebutuhan utama. Jadi, ilmu tanpa didasari dengan akhlak yang baik akan menjadikan semua itu sia-sia. Ilmu yang tinggi tidak menjadikan diri kita sebagai pribadi yang luar biasa jika tidak ada akhlak baik.

Sebaliknya, apabila akhlak kita lebih tinggi daripada ilmu yang kita miliki, hal tersebut menjadikan kita lebih disenangi orang-orang. Contoh, orang yang bersosialisasi dengan sifat yang bagus cenderung lebih diterima di kalangan masyarakat daripada orang yang bersosialisasi dengan kemampuan hebat tapi akhlaknya tidak bagus. Hal ini menjadikan bahwa akhlak harus menjadi sumber utama dalam kehidupan yang biasa dijalani setiap harinya. 

Setelah menyadari bahwa ternyata akhlak lebih utama daripada ilmu, sudah pasti kita harus memperbaiki akhlak kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi, bukan berarti kita mengabaikan ilmu. Keberadaan ilmu sangatlah diperlukan dan penting adanya agar kita bisa memiliki kemampuan intelektual yang luas. Dengan ilmu, kita jadi tahu apa yang harus kita pelajari agar bisa menjadi orang yang cerdas dan berpengetahuan. Dan dengan akhlak pula, kita jadi tahu bagaimana cara berperilaku yang benar di kehidupan kita yang tidak luput dari bersosialisasi di kalangan masyarakat. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Aaliyah Shakira

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap