Kiat Cepat Menyelesaikan Skripsi

Kiat Cepat Menyelesaikan Skripsi

Halo tingkat akhir. Gimana kabarnya? Lagi sibuk ngerjain apa? udah sampai mana? Lancar semua kan? Atau malah masing bingung nyari ide? Gak papa, itu hal yang wajar kok. Asal nih ya, di semester akhir ini sebaiknya kita buat planning akan menyelesaikan berapa lama.

Jangan hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu, tapi ketika ditanya mengenai selalu dijawab “sedang on proses kok”, jangan begitu yang dear. Nah kali ini ada beberapa tips sederhana dari aku nih untuk kalian yang lagi pusing dengan kalian.

1. Membuat Timeline

Tahap pertama ini kalian wajib banget membuat timeline selama kalian mengerjakan . Buatlah serealistis mungkin, sesuaikan dengan jadwal kalian ya. Biasanya pembuatan yang wajar memakan waktu kurang lebih 6 bulan.

Kalian bisa membagi waktu 6 bulan tersebut untuk menentukan tema , menyusun proposal, kapan waktunya sidang seminar proposal, melakukan survey lapangan, membuat laporan hasil, dan melakukan sidang akhir. Silakan kalian tentukan sebaik mungkin agar timeline yang dibuat bisa direalisasikan dengan baik.

Baca juga  Rekomendasi 5 Jurusan Yang Berpeluang Menjadi PNS

2. Membaca Buku Pedoman

Di setiap memiliki pedoman yang berbeda-beda. Agar penulisan kalian lancar tanpa revisi, sebelum mulai skripsi bacalah dengan seksama apa-apa yang ada dalam pedoman skripsi dari awal hingga akhir.

Pastikan kita pahami apa yang ada di dalam buku pedoman supaya mempermudah kita dalam menyusun skripsi. Karena biasanya dosen penguji tau, tulisan mana yang membaca pedoman skripsi dan mana yang tidak membaca pedoman skripsi.

3. Harus Dikerjakan

Kunci agar skripsi cepat selesai ya harus dikerjakan. Karena penyusunan skripsi tidak hanya butuh do’a yang banyak untuk kelancaran. Tapi juga butuh usaha untuk menyelesaikan. Simpan dulu sementara handphone kalian, istirahat sejenak dari dunia maya. Mulai ambil laptop dan ketiklah.

Baca juga  Cara Menyelesaikan Skripsi dengan Cepat

4. Meluangkan Waktu Sehari Minimal 2 Jam

Cara ini lumayan efektif ketika saya terapkan. Menurut dosen pembimbing saya, meluangkan waktu setiap hari untuk menyelesaikan skripsi adalah bentuk tanggungjawab kita dengan tugas yang harus kita selesaikan.

Kalian bisa menggunakan waktu 2 jam tersebut sesuai kemauan kalian. Bisa mengerjakan di malam hari, ataupun pagi hari. karena yang terpenting adalah konsistensi dari apa yang kamu tulis setiap harinya.

5. Rajin Melakukan Bimbingan

Umumnya melakukan bimbingan pada masa skripsi paling sedikit sebanyak 8 kali, lebih dari 8 kali justru bagus, tapi kalau kurang dari 8 kali itu yang tidak bagus. Kadang ini juga menjadi problem bagi sebagian .

Baca juga  Membaca Pesan Ini, Mahasiswa Baru Akan Siap Menghadapi Dunia Perkuliahan

Beberapa kali saya membaca curhatan orang-orang bahwa dosen pembimbing seringnya tidak memberikan bimbingan kepada para yang dibimbing. Biasanya karena dosen tersebut sibuk, atau memang tidak suka dengan kepribadian kita.

Penting untuk kita menanamkan rasa lapang dada, agar kita terus melakukan komunikasi dengan baik meskipun seringnya kita tidak direspon. Tetap tanyakan apa yang perlu ditanyakan dan jangan berhenti mengerjakan meskipun tanpa arahan.

6. Jangan Menunda

Pastikan kalian berjanji pada diri sendiri bahwa apapun yang dikatakan oleh dosen pembimbing harus kalian lakukan demi kelancaran skripsi yang kalian buat. Jika dosen meminta revisi pada skripsi yang sedang kalian tulis, segeralah untuk memperbaiki dan mengirim kembali dengan batas waktu kurang dari satu minggu. Karena dari waktu itulah dosen pembimbing akan menilai apakah kalian serius dengan penyusunan skripsi atau kalian tidak serius samasekali.

Perlu diingat nih dear, bahwa kita pasti akan merasa lelah dan itu wajar. Jika hal tersebut terjadi pada kalian, lakukan istirahat di akhir pekan dan tetap melanjutkan skripsi di hari kerja. Tetap semangat dan tanamkan dalam diri bahwa kalian akan lulus tepat waktu!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah

   

Si Perasa