Kisah Kehilangan Membawa Perdamaian di Tanah Iroquois


Kisah Kehilangan Membawa Perdamaian di Tanah Iroquois 1

Iroquois atau yang bisa disebut juga Haudenosaunee (masyarakat berumah panjang), adalah sebuah konfederasi atau liga dari suku bangsa pribumi Amerika yang terletak di timur laut Amerika Utara. Konfederasi ini terdiri atas lima suku bangsa yaitu Mohawk, Onondaga, Oneida, Cayuga, dan Seneca.

Bendera Konfederasi Iroquois
Bendera Konfederasi Iroquois

Namun pada tahun 1722, konfederasi ini menerima permintaan suku bangsa Tuscarora untuk bergabung dalam konfederasi, sehingga konfederasi ini akhirnya dikenal dengan nama “The Six Nations”.

Enam Suku Konfederasi
Enam Suku Konfederasi

Menurut cerita yang dituturkan para tetua suku, Konfederasi Iroquois lahir dari sebuah cerita kehilangan. Pada waktu itu kelima suku masih sering berperang satu sama lain. Peperangan ini sering kali membuat seorang istri kehilangan suaminya, anak kehilangan bapaknya, hingga suami kehilangan istrinya akibat penculikan dari suku lain.

Salah satu ketua suku Onondaga yang bernama Hiawatha menyadari peperangan hanya menimbulkan kehilangan. Hiawatha sendiri kehilangan istrinya yang telah diculik oleh suku lain, anak perempuan pertama dan keduanya meninggal akibat penyakit dan anak perempuan ketiganya meninggal akibat kecelakaan.

Hiawatha menyadari bahwa tidak seperti musibah lain, peperangan bisa dihindarkan dengan jalan perdamaian dan negosiasi. Berbekal dengan keyakinan ini, Hiawatha mengadakan rapat dengan seluruh ketua suku bangsa Onondaga. Hiawatha dalam rapat tersebut, mengemukakan pendapatnya mengenai perdamaian antar suku sebagai jalan terbaik untuk mencapai kemakmuran.

Pendapat Hiawatha ini juga didukung dengan bukti kemakmuran yang telah dicapai suku bangsa Mohawk setelah tidak melakukan peperangan lagi. Namun, pendapat ini ditentang oleh salah satu ketua suku Onondaga yang lain, yaitu Tadodaho. Sebagai ketua suku terkuat di Onondaga, Tadodaho memiliki pendapat bahwa peperangan merupakan cara yang sudah terbukti dapat memberikan kekayaan dan kekuatan bagi Onondaga. Perbedaan pendapat ini akhirnya membuat Tadodaho mengusir Hiawatha dari Onondaga. 

Peta Konfederasi Iroquois
Peta Konfederasi Iroquois

Tidak menyerah dengan keinginan mempersatukan seluruh suku dalam perdamaian, Hiawatha akhirnya pergi menuju suku Mohawk. Dalam perjalanannya menuju suku Mohawk, Hiawatha juga membuat sebuah ikatan manik-manik yang dikenal dengan wampum untuk merepresentasikan perdamaian.

Setelah sampai di daerah Mohawk, Hiawatha disambut oleh pemimpin spiritual Mohawk yang bernama Peacemaker. Terkesan dengan wampum yang dibuat oleh Hiawatha, Peacemaker yang sependapat dengan Hiawatha akhirnya menerima Hiawatha sebagai bagian dari Mohawk. 

Dalam sebuah api unggun yang digelar untuk menyambut Hiawatha, para tetua suku bercerita mengenai kehebatan Peacemaker. Pada awalnya Mohawk merupakan salah satu suku yang mencintai peperangan. Namun, pada suatu hari Peacemaker menceritakan jalan lain yang dibisikan para leluhur untuk mencapai kemakmuran melalui perdamaian.

Tetua suku Mohawk pun meminta bukti kesaktian Peacemaker, sehingga mereka mengujinya dengan melemparkan Peacemaker ke dalam air terjun. Setelah dilempar dan menghilang seharian, Peacemaker muncul ditengah bara api sehingga para tetua suku Mohawk percaya dengan perintah Peacemaker. 

Cerita ini membuat Hiawatha semakin percaya dengan tujuannya menciptakan perdamaian diantara semua suku. Hari demi hari, Hiawatha saling bertukar pendapat dan berguru ilmu pada Peacemaker. Pada suatu hari Hiawatha dan Peacemaker sependapat, untuk menyatukan semua suku mereka membutuhkan sosok yang sangat dihormati semua suku. Sosok yang mereka pilih adalah Jigonhsasee, sang legenda wanita penolong semua suku.

Jigonhsasee menjadi legenda dikarenakan kebaikannya menerima semua suku yang membutuhkan. Rumah panjang Jigonhsasee terletak disebuah persimpangan jalan menuju semua suku. Rumah ini selalu menerima semua orang, bahkan apabila ada dua orang dari dua suku yang saling berperang meminta pertolongan. Jigonhsasee tidak segan-segan menolong keduanya, memberikan makanan dengan mangkuk yang sama sehingga dua orang tersebut menjadi saudara dan tidak saling membunuh.  

Berangkat dengan ide membuat perdamaian antar suku, Hiawatha dan Peacemaker pergi menuju rumah panjang Jigonhsasee. Kunjungan ini disambut meriah oleh Jigonhsasee, di tengah api unggunnya. Tidak menghabiskan waktu untuk berlama-lama Hiawatha pun menceritakan ceritanya ingin mempersatukan semua suku dalam perdamaian.

Jigonhsasee yang selalu ringan tangan pun, sependapat sehingga mereka menyusun sebuah rencana agar semua suku mau berdamai. Jigonhsasee mengutus semua anggota rumahnya (clan) untuk mengadakan jamuan yang akan mengundang semua suku.

Jamuan pun diadakan ditengah bulan purnama, dimana pada malam itu merupakan malam yang paling suci. Sumpah apapun yang dibuat pada malam bulan purnama tidak boleh dilanggar. Apabila dilanggar maka para leluhur akan murka dan mengadili siapa saja yang melanggarnya. Seluruh undangan dari semua suku pun sepakat untuk melakukan perdamaian, hal ini dikarenakan seluruh suku juga telah lelah berperang.

Walaupun begitu, terdapat dua kepala suku Seneca yang memiliki wilayah paling luar, tetap tidak menyetujui kebijakan untuk tidak mempersenjatai para pasukannya. Hiawatha pun dengan sadar memperbolehkan mereka tetap mempersenjatai pasukannya, agar dapat menjaga seluruh suku aman dari gangguan diluar konfederasi ini.

Permasalahan terakhir dalam membentuk konfederasi ini adalah Tadodaho belum diundang dalam perjamuan tersebut. Hiawatha, Peacemaker dan Jigonhsasee memang mempunyai rencana tersendiri untuk mengatasi Tadodaho. Mereka mengunjungi Tadodaho di malam purnama yang lain, tanpa membawa senjata dan hanya membawa wampum perdamaian. Hiawatha pun mengangkat, Tadodaho sebagai ketua konfederasi dengan sebuah upacara suci.

Dalam upacara suci tersebut Jigonhsasee menampar Tadodaho, seraya menantangnya untuk membalas tamparan tersebut. Tadodaho yang kaget hanya terpaku, Jigonhsasee pun berkata “Bukankah kau adalah yang terkuat diantara yang terkuat? Bukankah menampar wanita adalah kelakuanmu sehari-hari? Merendahkan mereka yang lebih lemah daripada dirimu?”.

Tadodaho yang sadar akan kelakuan buruknya pun menangis dan berjanji untuk menjadi orang yang lebih baik. Tadodaho pun bersumpah untuk menjaga dan memimpin semua suku dalam konfederasi Iroquois dengan baik dan adil dalam kedamaian.  

Begitulah kisah berdirinya konfederasi Iroquois, sebuah konfederasi yang hingga hari ini tetap berdiri dan menjaga kedamaian. Hari ini di dunia modern, konfederasi ini berhasil tetap eksis dalam keunikannya. Walaupun tidak menjadi negara yang merdeka, namun konfederasi ini tetap memegang teguh keinginan dan cita-cita leluhur mereka. 

Tadodaho Sidney Hill Pemimpin Konfederasi Iroquois
Tadodaho Sidney Hill Pemimpin Konfederasi Iroquois

 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Piko Prasetyo

   

Saya seorang pelajar/mahasiswa yang menyukai pengembangan IPTEK dan pembelajaran STEM. Selain hal tersebut saya tertarik pada musik klasik dan juga pablo picasso semenjak SMP, Sejarah semenjak saya SD dan akhir-akhir ini saya mengikuti anime dan dunia otaku. Ya memang antara semuanya tidak nyambung dan saling tidak mendukung tetapi seperti kata pepatah internet meme "why not both?", saya lebih senang "why not everything?".

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap