Kisah Mbah Lambak Ksatria Banyumas

Kisah Mbah Lambak Ksatria Banyumas 1

Mbah Lambak merupakan kstaria Banyumas yang masuk dalam pemakaman Adipati Mrapat berada dalam komplek pemakaman Kali Bening di daerah Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.Mbah Lambak sebutan untuk tokoh yang sangat berjasa dan dengan kerendahan hati serta pengorbanan untuk memberikan pembelajaran dan oemahaman mengenai ilmu agama Islam serta penerapannya sehari -hari sebagai wujud dedikasi kita kepada Allah SWT sang pencipta.

Kisah Mbah Lambak Ksatria Banyumas 3

Ia mengajarkan belajar baca Al Qur’an dan mengaji di padepokannya dan berdakwah dalam rangka mengenalkan agama Islam di kabupaten Banyumas. Selain itu di komplek pemakaman ini juga ada malam Bupati Banyumas pertama Joko Kaiman, yang dimakamkan disamping komplek makam Mbah Lambak.Mbah Lambak dikenal sebagai tokoh yang luar biasa, ia pagi siang malam hidup untuk mengabdi kepada masyarakat, kepada agama, Tuhan. 

Sebagai orang yang berasal dari negara seberang, ia datang ke Wilayah Cilacap sebagai orang perantau, dan memberi tujuan baik untuk kemaslahatan masyarakat dengan memberikan pemahaman dan penerapan agama sebagai tujuan utamanya. Semua tokoh agama memang memberikan sebutan sebagai Kstaria, maka dari itu Banyumas dikenal sebagai kota Ksatria, karena memang tak pernah takut arang melintang selagi tujuannya baik.

Mbah Lambak sebutan nama Kstaria yang tak gentar melawan orang-orang yang menentangnya, dan padepokan yang menjadi pondok pesantren Mbah Lambak disamping Sungai Serayu yang terkenal, yang menghubungkan Purwokerto dengan Banjarnegara terkenal dalam.Kompleks pemakaman Mbah Lambak yang berada di bagian atas berada dekat dengan makam Joko Kaiman ini meninggal pada tahun 2017 ini.

Komplek makam Kali Bening ini merupakan komplek para tokoh-tokoh penting yang merupakan pendiri-pendiri Banyumas, dan cikal bakal adanya Kabupaten Banyumas Kstaria ini. Setiap tahun mantan calon Presiden Prabowo Subianto sering mengunjungi komplek makam jni yang merupakan leluhur dan nenek moyang dari Prabowo Subianto dan merupakan keturunan Adipati Mrapat.Prabowo aktif mengunjungi dan mendoakan leluhurnya yang telah lebih dahulu mendahuluinya.

Tentunya ini sebagai wujud kepedulian dan juga kearifan sebagai tokoh bangsa yang tanpa leluhur, beliau tak bisa sehebat dan sekuat ini.Untuk bisa datang ke kompleks ini memang akses jalannya menuju jalan kampung, jika dari arah Alun-Alun Banyumas ambil arah kiri jika dari arah Cilacap. Kemudian kalian ambil jalan lurus jika ada pertigaan, kemudian ambil jalan kekanan, kalian akan memasuki kawasan menuu desa Dawuhan.

Setelah itu anda akan memasuki Desa Dawuhan, dan disana kalian berada di komplek pemakaman tokoh Banyumas, di sepanjang jalan di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Banyumas. Kalian akan di arahkan ke komplek makam Kali Bening, sebelumnya dari komplek pemakaman Bupati Banyumas pertama Joko Kaiman.

Saat Kami datang pertama kali dari arah Klaten menuju ke Banyumas, menang tujuan kami ke arah Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas, mengantar dua sahabat perempuan Kami, ke rumahnya di Desa Dawuhan, tidak sengaja dan sebelumnya memang tidak mengetahui jika rumahnya berada di dekat komplek pemakaman Dawuhan. Lalu kami pun berempat sekaligus ziarah ke makam tadi. Dan mengabadikan momen religius tersebut.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

boban