Kisah Pilu Aurelie Moeremans Lewat Buku Broken Strings, Jadi Korban Grooming di Usia 15 Tahun

Vira Annindya

Kisah Pilu Aurelie Moeremans

Kisah pilu Aurelie Moeremans menyita atensi publik. Aurelie Moeremans selama ini populer lewat senyum manis di layar kaca dan suara merdunya. Namun, di balik citra publik tersebut, ia menyimpan masa lalu yang kelam dan penuh trauma. Melalui buku Broken Strings, aktris 32 tahun ini memilih untuk berhenti diam dan mulai bersuara.

“Namaku Aurelie, dan ini adalah kisahku. Ikuti aku kembali ke tempat dan waktu yang membentuk diriku, bahkan ke momen-momen yang dulu sempat ingin kulupakan,” kata Aurelia dalam buku Broken Strings dikutip Sabtu (10/1/2026).

Buku yang ia bagikan secara gratis melalui tautan di akun Instagram pribadinya ini rupanya bukan hanya curahan hati semata. Sebab, Karya tersebut menjadi catatan penyembuhan sekaligus peringatan bagi publik tentang bahaya laten grooming dan manipulasi dalam hubungan.

Kisah Pilu Aurelie Moeremans, Alami Tindakan Grooming di Umur 15 Tahun

Bab awal kisah pilu Aurelie Moeremans dalam Broken Strings, wanita cantik ini tentang titik balik hidupnya saat berusia 15 tahun. Ia bertemu pria berusia 29 tahun yang disamarkan dengan nama “Bobby” di lokasi syuting iklan. Dari pertemuan itu, proses grooming pun dimulai.

Aurelie mengungkap bagaimana Bobby perlahan memanipulasi dan mengisolasinya. Ia mengontrol cara berpakaian serta membatasi komunikasinya dengan dunia luar.

Kekerasan emosional mencapai puncak ketika Aurelie berusia 18 tahun. Dalam bab “Gereja di Waktu Fajar”, artis cantik tersebut mengisahkan bagaimana dipaksa menandatangani dokumen pernikahan di bawah ancaman ekstrem.

Bobby mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi yang diambil secara paksa. Ia juga mengancam keselamatan orang tua Aurelie. Pernikahan dilakukan diam-diam saat subuh dengan saksi yang tidak dikenalnya.

Misi di Balik Buku

Berisi kisah pilu Aurelie Moeremans, keputusannya membagikan Broken Strings secara gratis di media sosial menunjukkan misinya yang lebih besar. Ia ingin informasi tentang pola hubungan toxic bisa diakses siapa saja, terutama mereka yang berada dalam situasi serupa. Ia menegaskan bahwa keberanian untuk pergi adalah bentuk tertinggi mencintai diri sendiri.

Melalui kisahnya, publik diingatkan bahwa kekerasan tidak selalu berbentuk fisik. Luka psikologis, intimidasi, dan manipulasi emosional sering kali lebih sulit disembuhkan. Buku ini menjadi pengingat yang penting untuk bisa mengenali ciri-ciri grooming sedini mungkin.

Broken Strings juga menegaskan jika cinta tidak seharusnya mengekang atau mengancam. Memoar ini dapat diakses secara gratis melalui tautan di profil Instagram resmi Aurelie Moeremans.

Aurelie Moeremans kini telah menemukan kebahagiaan bersama suaminya, Tyler Bigenho, yang dinikahinya pada 2024. Kehidupannya memasuki babak baru yang lebih tenang dan penuh harapan.

Aurelie juga tengah menantikan kehadiran anak pertamanya. Perjalanan hidup dan kisah pilu Aurelie Moeremans menjadi bukti bahwa kesembuhan itu mungkin dan masa depan yang indah dapat diraih setelah keluar dari kegelapan.

Baca Juga

Rekomendasi