Kisah Unik Dibalik Pedasnya Cabai

Kisah Unik Dibalik Pedasnya Cabai 1

Cabai merupakan salah satu tanaman populer yang banyak dimanfaatkan oleh manusia. Sensasi pedas yang khas dari buah ini menjadi rasa yang hampir selalu akrab bagi lidah setiap orang. Hampir di seluruh penjuru dunia, buah dari tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai olahan kuliner serta keperluan-keperluan lainnya. Namun dibalik kepopulerannya, tidak banyak yang tahu kisah dibalik buah cabai yang kini keberadaannya tersebar hampir di seluruh dunia.

Sebelum cabai menjadi buah yang populer dan menyebar di berbagai tempat, diketahui bahwa buah ini berasal dari daratan Benua Amerika. Sebelum diketahui dunia luar, diketahui bahwa suku pribumi Amerika lah yang pertama kali diketahui memanfaatkan buah ini. Mereka diperkirakan telah memanfaatkan buah cabai sejak sekitar 7000 SM untuk keperluan memasak dan upacara adat.

Diperkirakan buah ini awalnya berasal dari daerah Amerika Selatan dan Amerika Tengah yang kemudian menyebar secara luas di seluruh Benua Amerika. Penyebaran buah ini diperkirakan awalnya dilakukan oleh burung-burung dan binatang lain yang memakan cabai dan menjatuhkan biji-bijinya ke berbagai tempat. Sedangkan pembudidayaan cabai oleh penduduk pribumi Amerika diperkirakan telah terjadi sejak sekitar 5200-3400 SM.

Cabai dapat dikatakan sebagai salah satu keajaiban dari era kolonialisme. Dibalik kepopulerannya yang mendunia, penemuannya justru berawal dari sebuah kesalahpahaman dan ketidaktahuan. Semua berawal dari ekspedisi pencarian rempah-rempah oleh Columbus yang berangkat dari Spanyol pada Agustus 1492. Rombongan Columbus secara tidak sengaja akhirnya tiba di Kepulauan Karibia, Amerika yang ketika itu mereka salah identifikasikan sebagai India. Sebuah kesalahan yang menghantarkan mereka pada penemuan “dunia baru” serta penemuan-penemuan menakjubkan dari ketidaksengajaan lainnya yang sebenarnya bukan menjadi tujuan mereka.

Berbekal pengetahuan mereka yang terbatas akan rempah-rempah, rombongan Columbus melakukan pencarian mereka terhadap rempah-rempah di tanah tersebut. Pencariannya terhadap rempah-rempah ini ternyata tidak membuahkan hasil yang memuaskan karena ia tidak menemukan satupun tanaman yang sesuai dengan sampel rempah-rempah yang mereka bawa. -Tidak mengherankan karena memang mereka berada sangat jauh hampir separuh bagian bumi dari tempat sesungguhnya rempah-rempah tumbuh di Asia-.     

Meskipun demikian, kegagalan Columbus sebenarnya tidak semenyedihkan itu. Kegagalannya dalam mencari rempah-rempah ia tebus dengan membawa pulang sejumlah emas dari orang-orang pribumi Karibia yang saat itu ia sangka sebagai orang India. Selain itu, ia juga menemukan beberapa tanaman berharga dari hutan Amerika Tengah seperti vanila, kentang, tomat, nanas, singkong, tembakau, cokelat dan tentu saja cabai. Tanaman-tanaman tersebut nantinya menjadi komoditas yang mendunia bahkan hingga saat ini.

Pada penemuan Columbus terhadap tanaman cabai, awalnya ia mengira tanaman ini sebagai “lada india”. Sebuah kesalahan ganda karena tanaman ini bukanlah sejenis lada dan ia juga tidak sedang berada di India melainkan Amerika. Dalam catatannya yang ia tulis di Karibia pada Januari 1492, Columbus menulis bahwa penduduk lokal disana membumbui hampir semua makanan dengan semacam lada yang rasanya luar biasa pedas melebihi lada yang dikenal selama ini.

Tidak hanya Columbus yang keget dengan rasa khas dari buah tanaman yang baru saja ia temukan tersebut. Testimoni lainnya juga berasal dari pegawai Kerajaan Spanyol  bernama Peter Martyr yang mencatat bahwa lima butir tanaman baru yang dibawa oleh Columbus memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan 20 butir lada Malaka.

Setelah penemuan awal yang dilakukan oleh Columbus, cabai kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh daerah kekuasaan Sanyol. Kemudahan penanaman, perawatan serta pemanenan buah cabai membuat tanaman ini secara mengejutkan mampu menyebar dan menghasilkan varietas-varietas baru di berbagai tempat tumbuhnya. Namun di sisi lain karena mudahnya tanaman ini tumbuh pula, cabai tidak pernah menjadi komoditas penghasil uang sejati sebagaimana rempah-rempah yang dihargai karena kelangkaan dan eksotismenya.

Bagaimanapun juga tanaman asli Amerika ini telah menjelma menjadi salah satu komoditas pertanian yang penting dan populer di berbagai penjuru dunia. Berawal dari penemuannnya yang  secara tidak sengaja, cabai kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari tradisi kuliner yang membumbui masakan dari dapur rumah tangga hingga resto-resto mewah di penjuru dunia.

Sumber:

  • Djarwaningsih, Tutie.2005. “Capsicum spp. (Cabai): Asal, Persebaran dan Nilai Ekonomi”. Jurnal BIODIVERSITAS. Vol. 6, No. 4, Oktober 2005, hal. 292-296 
  • Turner, Jack. 2019. SejarahRempah. Depok: Komunitas Bambu  

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ardiyan Agung