Kompos: Pengertian dan Cara Menggunakannya

Kompos: Pengertian dan Cara Menggunakannya 1

Pengomposan adalah salah satu proses yang dimana bahan organik, seperti daun, dan sisa makanan, terurai menjadi tanah.

Ini adalah salah satu cara yang bagus untuk dapat mendaur ulang sisa-sa dari halaman dan dapur Anda sambil juga untuk memperkaya tanah di kebun Anda, dan menigkatkan retensi air, dan melindungi tanah dari erosi.

Meskipun mungkin terdengar rumit, pengomposan ini sangat sederhana dan dapat menjadikannya sebuah hobi yang menyenankan dan juga bermanfaat.

Bahkan, ketika Anda pertama kali untuk membuat kompos, Anda akan terkejut bertapa mudahnya untuk membuat kompos.

Seperti yang disadur dari Healthline berikut ini langkah sederhana yang Anda perlu untuk diketahui dalam memulai pengomposan.

Apa itu Pengomposan ?

Kompos adalah jenis dari berbagai bahan organik yang dapat Anda tambahkan ke dalam tanah untuk dapat menyuburkan tanaman.

Untuk dapat membuatnya, Anda dapat mengumpulkan berbagai bahan-bahan alami yang seharusnya Anda buang.

Seperti dari sisa makanan, dedaunan, dan hiasan halaman, dan menbiarkannya terurai seiring berjalannya waktu.

Ada beberapa alasan mengapa Anda harus dapat mempertimbangkan untuk pengomposan di rumah yaitu:

Pengurangan limbah: Dengan melakukan pengomposan memungkinkan Anda untuk dapat mendaur ulang sisa-sisa dari dapur Anda daripada harus membuangnya, yang dimana dapat mengurangi limbah makanan dan dapat membantu untuk menimalkan dampak lingkungan.

Pengayaan tanah: Kompos juga dapat membantu tanah dpat mempertahankan lebih banyak kelembapan dan nutrisi. Ini juga untuk dapat mencegah erosi dengan memecah tanah yang dipadatkan.

Kebutuhan pupuk sintetis yang jauh lebih rendah: Tidak seperti pupuk sintetis, kompos bebas dari bahan kimia yang berbahaya dan dapat menambahkan bahan organik ke tanah.

Khususnya, pengomposan itu mudah dan hanya dapat membutuhkan beberapa langkah sederhana untuk dapat memulainya.

Apa yang bisa di Kompos?

Sebelum Anda memulai untuk membuat kompos, penting untuk dapat memahami item mana yang dapat Anda buat dan mana yang harus untuk dihindari.

Bahan-Bahan yang dapat dikomposkan

Banyak bahan organik yang dapat dikomposkan, termasuk dari sisa makan, potongan rumput, dan beberapa bahan lainya.

Berikut ini adalah beberapa bahan yang dapat dijadikan kompos:

  • kulit dan sisa buah dan sayuran
  • buah dan sayuran busuk
  • hiasan tanaman rumah
  • ampas kopi dan filter kertas
  • daun-daun teh
  • Cangkang telur
  • kulit kacang (selain kenari)
  • rambut dan bulu
  • kertas, karton, dan koran robek
  • serbet, handuk kertas, dan kertas toilet yang tidak terpakai
  • potongan rumput
  • daun-daun
  • bunga-bunga
  • serbuk gergaji
  • serpihan kayu

Sedangkan untuk bahan yang tidak bisa dikomposkan adalah sebagai berikut:

  • Kotoran hewan peliharaan, seperti kotoran atau kotoran: mungkin mengandung bakteri atau parasit berbahaya
  • Tulang atau sisa daging, ikan, dan unggas: menghasilkan bau dan menarik hama
  • Produk susu: menghasilkan bau dan menarik hama
  • Daun atau ranting dari pohon kenari hitam: melepaskan senyawa yang beracun bagi tanaman
  • Kenari: melepaskan senyawa yang beracun bagi tanaman
  • Abu atau arang batubara: mengandung senyawa yang dapat membahayakan tanaman
  • Potongan kayu besar: mungkin butuh waktu lama untuk terurai
  • Lemak, minyak goreng, dan lemak: menghasilkan bau dan menarik hama
  • Pemangkasan rumput yang diolah dengan pestisida: dapat membunuh mikroorganisme yang dibutuhkan untuk proses pengomposan
  • Polong kopi: sebagian besar mengandung plastik dan tidak rusak secara alami
  • Makanan yang dipanggang: dapat menarik hama dan meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya
  • Tanaman yang sakit atau penuh serangga: dapat menyebarkan penyakit

Cara Memulai Pengomposan

ilustrasi pengomposan (pixabay.com / dmoreaurh)
ilustrasi pengomposan (pixabay.com / dmoreaurh)

Berikut ini adalah cara untuk membuat pengomposan dirumah

1. Buat tumpukan Kompos Anda

Langkah pertama dalam membuat pengomposan adalah dengan menentukan di mana Anda ingin membuat tempat sampah untuk kompos ANda.

Kemudian cobalah untuk dapat memilih lokasi luar ruangan dengan naungan yang parsial dan banyak drainase. Penting juga untuk dapat memilih area yang dapat diakses tetapi jauh dari hewan, termasuk hewan peliharaan dan satwa liar.

Tempat untuk kompos Anda harus memilii lebar dan tinggi setidaknya berukuran 91 cm, yang merupakan ukuran yang dapat diatur untuk sebagian besar tukang kebun dan pastikan jikan tumpukan tersebut tahan terhadap panas. Panas yang dihasilkan selama proses pengomposan karena bakteri tersebut akan memecah bahan organik.

Atau, Anda dapat menggunakan tumbler kompos, yaitu sebuah wada yang dapat dirancang untuk memudahkan memutar dan mencampur bahan pengomposan Anda.

2. Mulailah untuk menambahkan materi

Setelah Anda dapat memilih lokasi untuk kompos, Anda dapat menyiapkan untuk memulai menambahkan bahan.

Biasanya yang disarankan untuk dapat mengganti bahan hijau dan coklat yang berlapis-lapis. Atau istilahnya adalah bahan hijau yang mengacu pada barang seperti sisa makanan dan halaman, sedangkan untuk bahan coklat seperti barang-barang yang mengadung karbon yaitu kertas, jerami dan serpihan kayu.

Meskipun untuk pelapisan tidak diperlukan, ini juga dapat memastika jika Anda dapat menjaga keseimbangan yang tepat antara bahan hijau dan bahan coklat untuk dapat mengoptimalkan proses dari dekomposisi

Mulailalah dengan membuat lapisan yang berbahan cokelat besar dengan ukuran sekitar 10-20 cm, seperti ranting yang diletakan dibagiah bawah tumpuka Anda untuk memberikan aerasi dan drainase. Kemudian, ganti dengan lapisan yang bahan hija dan coklat sampai tempat sampah Anda penuh. Lalu pastikan untuk dapat menambahkan sedikit air ke setiap lapisan agar tetap lembab.

3. Balikkan Tumpukan secara teratur

Anda dapat membalikan tumpukan secara teratur untuk dapat memastikan pengomposan yang efisen. Untuk dapat melakukannya, gunakanlah sekop atau garpu rumput untuk dapat memutarkan bahan, yang dapat membantu Anda mendistribuksi udara dan kelembapan secara merata.

Seberapa sering Anda perlu untuk membalik kompos tersebut tegantung banyaknya faktor, termasuk ukuran dari tumpukan, jumlah kelembapan, dan rasio antara bahan coklat dan hijau.

Meskipun sebagian besar kelembapan di tumpukan kompos Anda berasa dari hujan, Anda mungkin perlu sesekali untuk menyiramnya dan untuk menjaganya tetap lembab. Jika tumpukan tersebut basah, Anda dapat menambahkan bahan cokelat ekstra atau membalikannya lebih sering untuk dapat menghilangkan kelembapan yang berlebih.

4. Gunakan Kompos Anda

Diperlukan waktu beberapa minggu hingga satu tahun agar bahan Anda terurai dengan sepenuhnya dan tergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran dari tumpukan kompos Anda, jenis bahan yang digunakan, kelembapan dan iklim.

Dengan membalikan tumpukan secara teratur, menjaganya tetap lembab, dan memotong-motong sisa akan menjadi potongan yang kecil dapat mempercepat prosesnya.

Saat siap digunakan, kompos Anda akan tampak berwarna coklat tua dan rapuh, yaitu mirip dengan tanah. Itu juga harus dapat memiliki bau yang kaya dan bersahaja serta bebas dari potongan material yang besar.

Anda juga dapat menggunakan kompos dengan mencampurnya dengan tanah pot, kemudian menaburkanya di atas permukaan taman ANda, atau dapat mengganti mulsa dengannya.

Anda juga dapat menyeduh teh kompos sendir dengan merendam sedikit kompos kedalam air selama 24-48 jam. Lalu, saring campuran dan semprotkan ke tanaman untuk dapat memasok nurtisi yang bermanfaat dan meningkatkan pertumbuhan pada tanaman.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Radiansyah