Konsep Financial Minimalism : Cara Bijak Menjalani Hidup dengan Sederhana dan Penuh Arti

Konsep Financial Minimalism : Cara Bijak Menjalani Hidup dengan Sederhana dan Penuh Arti

. Sebuah kata yang erat kaitannya dengan sikap menyederhanakan sesuatu atau dalam makna lain diartikan dengan hidup berhemat.

Saat ini, tren banyak terdengar di telinga kita.

Kalangan muda khususnya menjadi pelopor utama dalam mengenalkan saat ini.

Berkaitan dengan , memprioritaskan akan nilai kualitas daripada nilai kuantitas. “Fungsi” menjadi tolak ukur pertama sebelum seseorang membuat keputusan.

Dalam Kamus Besar Bahasa , dijelaskan bahwa berkaitan dengan penggunaan unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik.

dapat diterapkan ke dalam berbagai aspek tidak seperti umumnya yang sering terdengar berkaitan dengan desain saja.

Gaya hidup yang berhubungan langsung dengan keseharian kita sebetulnya dapat menerapkan prinsip ini, salah satunya mengarah pada keuangan pribadi.

Manajemen keuangan menjadi salah satu poin penting dalam menerapkan prinsip .

Pada dasarnya prinsip ini berkaitan dengan manajemen keuangan karena alur keluar masuknya uang dapat diukur dengan jelas dan apakah uang tersebut telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat fungsionalitas.

Manajamen keuangan individu yang baik juga mengarahkan kepada kesejahteraan individu itu sendiri.

Baca juga  8 Rekomendasi Barang Dekorasi Untuk Hias Kamar Tidur Kamu ala Pinterest. Minimalis dan Estetik Banget!

Harapan/impian dan risiko, keduanya merupakan aspek utama yang seringkali memengaruhi keuangan individu, semakin baik kita mengalokasikan uang maka dapat dipastikan semakin sejahtera kita.

Beberapa pembahasan menjelaskan bahwa dapat membantu kita dalam mencapai freedom (kebebasan keuangan). Makna kebebasan keuangan secara luas dapat berupa, bebas dari ketakutan/kecemasan, bebas dari masalah keuangan, bebas dari stres akan tagihan, dan sebagainya.

Rasa bebas dari berbagai problem tersebut tidak lepas dari peran manajemen keuangan dengan prinsip ini.

Semakin sederhana tatanan keuangan kita, semakin mudah pula tatanan kita.

Satu hal yang dapat diartikan dalam menjalankan adalah bahwa dengan menerapkan ini memberikan seseorang kebebasan untuk memilih dan merencanakan keuangan pribadi, semakin sederhana pengelolaan dan pengalokasian uang kita, maka semakin banyak ruang yang dimiliki untuk melakukan hal lain dalam hidup.

Ada 4 faktor yang mungkin perlu diperhatikan dalam menjalankan .

1. Berani Ambil Langkah

Sumber : unsplash.com/photos/PHIgYUGQPvU
Sumber : unsplash.com/photos/PHIgYUGQPvU

Langkah realistis dari ini adalah dengan melakukannya. Walaupun kita sudah mengenal konsepnya di awal, kita tidak akan pernah tahu jika tidak mempraktikannya.

Baca juga  10 Cara Tak Terduga untuk Memperpanjang Umur

Pelaksanaannya mungkin bisa dilakukan secara bertahap terlebih dahulu mulai dari yang mudah hingga pada yang sulit.

Contoh sederhananya bisa dimulai dari kegiatan menabung rutin dengan menyisihkan penghasilan kita.

Nilai yang ditabung juga bisa diterapkan lebih banyak dari sebelumnya serta dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu.

2. Ambil kontrol atas Tindakan

Sumber : unsplash.com/photos/d9ILr-dbEdg
Sumber : unsplash.com/photos/d9ILr-dbEdg

Kembali seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa ini lebih menunjukkan sisi fungsionalitas, bergantung dari apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan.

Kadang kala kita perlu untuk mengalokasikan uang agar dibelanjakan untuk barang/keperluan yang memang benar-benar dibutuhkan saja.

ini menantang kita untuk lebih bertanggung jawab dan sebisa mungkin mengurangi atau menghindari Impulsive Buying.

Impulsive Buying (pembelian impulsif) adalah perilaku atau sebuah keputusan yang tidak terencana untuk membeli produk atau jasa.– Wikipedia

3. Mulai dengan Langkah yang Pasti

Sumber : unsplash.com/photos/yMg_SMqfoRU
Sumber : unsplash.com/photos/yMg_SMqfoRU

Keadaan yang pasti akan muncul di saat tengah menjalankan adalah rasa jenuh dan godaan untuk kembali ke awal.

Mengingat kembali alasan awal kita untuk menerapkan ini menjadi sangat penting saat berada pada situasi tersebut.

Baca juga  3 Miskonsepsi tentang Gaya Hidup Minimalis

freedom (kebebasan keuangan) mungkin dapat dijadikan sebagai tujuan akhir dalam menjalankan agar dapat mengurangi keadaan yang sudah jenuh atau rasa ingin kembali ke awal.

4. Bahagia untuk Diri Sendiri, Itu Penting!

Sumber : unsplash.com/photos/uGP_6CAD-14
Sumber : unsplash.com/photos/uGP_6CAD-14

Standar orang lain yang lebih dari kita terkadang menjadi beban pikiran atas apa yang akan kita lakukan.

Membandingkan diri, menjadi salah satu penghambat diri kita untuk berkembang.

Pada dasarnya, kebahagiaan tidak hanya bersumber dari harta saja. Kita berhak untuk menentukan bagaimana bahagia versi diri kita sendiri.

menyadarkan bahwa apa yang sesungguhnya baik untuk diri kita sendiri dan selalu merasa cukup akan hal itu.

Praktik financial adalah salah satu jalan terbaik untuk menciptakan yang sederhana.

Menabung dan berinvestasi dapat menjadi langkah terbaik dalam menyalurkan dana asalkan kita juga tahu bagaimana menabung dan berinvestasi dengan baik.

Pendapatan dan biaya juga harus selalu menjadi poin yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan.

Jumlah biaya yang lebih besar dari pendapatan tentu hal tersebut tidak sehat bagi keuangan kita.

Bagaimanapun caranya, kita harus dalam berurusan dengan biaya, salah satu contoh yang mudah ditemui biasanya berupa tagihan.

Dalam beberapa kasus mengenai keuangan pribadi atau keuangan rumah tangga, tagihan masih menjadi biaya yang paling besar pengeluarannya sehingga perlu dari kita untuk mengantisipasi dan mengevaluasi lebih awal sebelum menerapkan financial .

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ivan Fadli